Pages

Jumat, 21 Mei 2010

fanfic bideok- raining........(scane 8)

SCANE 8

LEE YE JIN- 24 NOVEMBER 2007- AMERIKA

Setelah memberikan penjelasan kepada kak jung chul aku segera pulang, selama perjalanan di dalam pesawat perasaan ku bercampur aduk. Aku sangat khawatir bahkan nyaris menangis, aku merasa jantung ku berdetak dengan kecepatan tinggi. Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan tampaknya ini juga terjadi pada mama & seung hoo. Aku tidak sabar bertemu dengan yo won, apakah in yang nama nya kebahagiaan? Tapi aku pantas merasa bahagia?.



Yo won bukan lah saudara kandung ku, tapi aku sangat bahagia saat mendengar kabar kalau yo won telah sadar dari koma panjang nya. Kami sekeluarga langsung berangkat ke amerika dengan pesawat pribadi kami, awalnya aku sedikit terkejut dan baru menydari betapa kaya nya keluarga ini.


Sesampainya di bandara, kami langsung menuju ke rumah sakit di mana yo won dirawat. Tetapi bukan hanya untuk menjenguk yo won, tapi juga untuk mengobati alergi seung hoo. Saat seung hoo mendapat kabar ini, dia dan mama sedangn makan siang. Entah bagaimana selengkapnya, seung hoo tanpa sadar menyantap sea food padahal dia punya alergi terhadap jenis makanan itu. Untung saja mama adalah seorang mantan perawat, sehingga mama bisa menangani seung hoo hingga kami sampai di Amerika.



Mama menemani seung hoo minta obat ke dokter sehingga aku pergi ke ruangan yoo won sendirian, bagaimana keadaannya?, ku harap yo won baik-baik saja!!. Tapi langkah ku terhenti di depan pintu saat ku dengar pembicaraan yang serius antara papa & yo won, apalagi saat nada bicara yo won meninggi.


“itu semua benar kan pa?, deokmen mendengar semua yang papa katakan di kamar yo won waktu itu dengan sangat jelas. Yang yo won katakan ini benar kan pa? Jawab pa?” yo won semakin meninggi kan nada bicara nya.


“maafkan papa yo won, papa harus menyembunyikan semua ini. Yang kau katakan itu benar, karena ye jin adalah......” tiba-tiba papa berhenti bicara dan ternyata tu karena pintu kamar yo won terbuka dengan aku yang berpose menguping di sana, aku ketahuan!! Aku sangan malu.


Aku tersenyum dan mulai melagkah masuk walau dengan rasa takut,“yo won au senang kau sudah sadar” aku engatakannya dengan tulus.


Tadi saat papa bicara suara nya sangat kecil, jadi aku mendekatkan telingaku di pintu. Dan itu malah membuat pintu yang sedikit terbuka terdorong hingga membuka pintu itu secara keseluruhan. Papa dan yo won terlihat sangat terkejut dengan kedatangan ku, andai saja aku langsung masuk dan tidak menguping pembicaraan mereka. Aku tidak akan melakukan kesalahan yang sangat memalukan ini, aku takun di marahi papa. Hubungan ku dan yo won sangat buruk dan aku telah membah buruk dengan kejadian ini. Entahlah apa yang akan terjadi selanjutnya.


“kemarilah kak ye jin”tiba-tiba yo won memanggilku dengan ramah dan tersenyum manis.


Aku mendekat dengan ke sisi ranjang yo won dan ia tiba-tiba memelukku, “yo won” aku sangat bingung atas perubahan sikap yo won, aku kira dia akan memai ku atau mendorong ku. Aku melirik papa mencoba mencari jawaban tapi papa hanya tersenyum bahkan terlihat hampir menangis, walau aku sangat bingung tapi aku sangat bahagia karena yo won telah menerima aku sebagai sayudara nya.


“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa” tiba-tiba yo won berteriak dan aku pun ikut berteriak saat ku lihat seung hoo masuk ke ruang dengn wajah yang bengkak kemerah-merahan. Bahkan seung hoo mirip monster dalam film kartun.


“seung hoo jangan menderkat, aku bersumpah akan membunuh mu kalai kau barani kemari” yo won berteriak histeris dan di susul gelak tawa dari mama dan papa karena sekarang aku, yo won & seung hoo sedang berkejar-kejaran.bulu di dalam bantal berterbangan ke seluruh ruang perawat dan dokter juga mama dan papa mengejar yo won menyuruh dia bristirahat di ranjang nya dan beberapa perawat mengejar seung hoo untuk membawa nay ke ruang nya sendiri.


Kami sanngat bahagia dan keributan itu akhirnya berhenti saat dokter memindahkan seung hoo ke kamar nya sendiri, keluarga. Ini adalah keluarga ku, keluarga yang sangat bahagia.




Lee yo won- 27 november 2007- amerika


Beberapa hari ini ku sangat bahagia, aku dan kak ye jin bersenang-seang bersama layaknya saudara pada umumnya tentunya setelah dokter mengijikan aku pulang, aku juga memanggil young hee dengan sebutan ‘mama’ kami menjadi akrab dan aku baru tahu kalau mama dulunya dalah seorang perawat. Setelah aku tahu kalau ye jin adalah saudara kembarku yang telah terpisah dengan ku selama balasan tahun lama nya, sempat membuat ku sangat terkejut. Aku sempat koma di rumah sakit selama 1 bulan , jantung ku lemah sama seperti mama.


Aku tidur satu kamar dengan kak ye jin, mandi di pemandian air panas bersama, kami bermain game, saling mengecat kuku kami, kami berdua sangat menikmati waktu di amerika ini. Tentunya terkeguali untuk chunchu yang harus di rawat di rumah sakit karena alerginya kambuh, walau dia boleh pulang dan tinggal di apartemen tapi tetap saja chunchu tidak boleh jalan-jalan keluar.




“yo won kau dipanggil papa di teras” kak ye jin berteriak di telinga ku, padahal aku sedang mendengar mp3 kesukaan ku raining dari ft-islan. Aku sempau mengejar kak ye jin namun ia lebih dahulu menutup pintu wc dan bersembunyi di sana, aku berjalan menuju teras tempat papa menunggu ku tentunya setelah aku memperingatkan kak ye jin untuk berhati-hati karena aku pasti akan membalas nya.


Sesampai nya di teras, ternyata ada mama di sana. Papa menceritakan kejadian yang telah kami alami dan mama tamak nya sangat terkejut.


“jadi kau sudah tahu yowon?, bagaimana dengan ye jin? Apa dia sudah tahu?” mama tersedak kue yang ia makan saat itu.


“sepertinya belum, tapi entahlah ma?” aku menjawab dengan bingung engingat kejadian sebelumnya.

“maksudnya apa yo won? Jangan membuat mama jantungan” aku sedikit tertawa dengan reaksi mama, dia sangat khawatir.

“rasanya belum, karena dia sangat terkajut ketika yo won memeluknya” papa memberikan penjelasan dengan mama walau sebelumnya tertawa meihat mama begitu terkejutnya.


Saat kami berbincang-bincang, tiba-tiba ada bau hangus dari dapur lalu tak lama kemudian di susul teriakan mama yang lupa bahwa dia sedang memanggang kue nya. Aku dan papa tertawa lagi, aku sangat bersyukur karena akhir-akhir ini aku sangat bahagia.


“a, waktu itu papa mengatakan kalau kak ye jin dalam bahaya?, siapa yang berani mengancam kita pa?. Berani nya dia melawan keluarga lee, memangnya dia belum tahu siapa kita?” aku bertanya dengan penih emosi mengingat apa yang telah orang itu lakukan kepada ku, memisahkan aku dan saudara ku.

“kau sangat mirip dengan mama mu, dia juga sangat berani dan penuh semangat seprti mu deokmen. Papa juga tidak tahu, yang papa& mama mu tahu adalah dia seorang ketua mafia dengan inisial ‘YY’. Papa belum pernah bertemu dengan nya atau pun berurusan dengan nya karena yang membuat masalah itu adalah mama mu” papa tertawa ringan saat menceritakan nya, menceritakan betapa tomboy nya mama ku saat masih muda.


Papa menarik nafas sejenak sebelum melanjutkan cerita nya,”mama mu itu dulunya pernah menggagalkan rencana penculikan seorang anak salah seorang tamu di pesta super mewah, dia membuat penculik itu babak belur dan berhasil di tangkap. Tapi saat itu salah seorang panculik di tembak mati polisi karena berusah melarikan diri. Dan masalah nya adalah, dia seorang perempuan yang merupakan pacar dari ‘YY’, tentu saja itu menimbulkan perasaan dendam terhadap mama mu. Walau sudah melaporkan ke polisi ‘YY’ tidak pernah berhasil di tangkap, dia menjadi buronan polisi hanpir di seuruh dunia” papa mengakhiri carita nya lalu mengambil jus yang ada di mejqa lau meminum nya.


“lalu bagaimana kak ye jin bisa terpisah dari kita?” au kembali bertannya karena rasa penasaran ku yang begitu besar.



“pada hari itu ‘9 april 1994’ di tanggal kelahiranmu, kejadian itu terjadi. Saat itu kau sangat rewel sehingga mama mu sangat kewalahan menjaga kalian berdua karena kelelahan akibat proses kelahiran baru saja terjadi, mama mu sangat berani dan kuat ia melahirkan kalian dengan kelahiran normal. Dan karena anak papa yang bernama lee yo won sangat rewel, papa menggendong mu keluar kebetulan nenek dan kakek mu datang dan tersesat di rumah sakit jadi papa menjemput mereka.”papa kelihatan sedih saat berhenti sejenak bercerita untuk menarik nafas.


“saat itu ‘YY’ datang dan berniat untuk mengambil kakak mu, untung saja waktu itu mama dan kakak mu tidak ada dikamar, tapi saat mama mu akan kembali ke kamar ‘YY’ memergoki dan berhasil menangkap mama & kakak mu dengan todongan pistol di tangan nya. Walau pun begitu mama mu berhasil kabur saat ada sebuah keributan dari seoarang keluarga yang menangis atas meninggalnya anggota keluarga mereka. Mama mu bersembunyi di ruang bayi dan menukarkan kakak mu dengan salah satu bayi di sana. Mama mu berusaha malarikan diri saat ‘YY’ menemukan nya, walau mama mu berusaha dengan keras mempertahan kan bayi itu. Tetap saja ‘YY’ berhasil merebutnya dan pergi entah kemana bersama bayi itu.”.


terlihat dengan jelas sebentuk rasa penyesalan papa atas nasib bayi itu, “yo won mengerti pa!, mama melakukan itu demi keselamatan kakak. Lalu apa yang terjadi selanjut nya?, bagaimana keadaan bayi itu?” aku memeluk papa,



“entahlah yo won, sampai saat ini papa tidak tahu keberadaan dan nasib bayi itu. Papa dan mama telah melaporkan kejadian ini kekntor polisi namun belum juga membuahkan hail apapun. Dan saat mama mu kembali ke ruang bayi untuk mengambil kakak mu,ternyata kakak mu sudah tidak ada. Entah di bawa ke mana, bahkan orang tua dari bayi itu sendiri kehilangan bayi-bayi nya,”



“lalu bagaimana papa bisa melacak keberadaan kak ye jin?” aku sangat bingung dengan penjelasan papa.


“papa berhasil melacak hilang nya bayi itu lewat sebuah jasa detektif, bayi itu hilang karena young hee telah.....” tiba-tiba perkataan papa terpotong dengan sebuah suara telpon dari ruang tengan.


“aku angkat dulu ya pa?” aku berinisiatif mengangkat nya karena sangat bising sekali.



Saat dalam perjalanan suara nya terhenti dan kulihat mama sedang mengangkat tlp nya.


“yo won telah sadar, maaf ini siapa ya? Halo?halo?” mama menutup tlp nya.

“siapa ma?” tanya ku bingung

“entahlah siapa, seorang laki-laki menanyakan mu tapi tidak menyebutkan nama dan langsung menutupnya, aneh sekali.”

Mama kembali kedapur untuk mengulang memasak kue dari awal, karena kue nya gosong.
aku sangat bingung..... laki-laki? Mennyakan ku” siapa dia????

Tidak ada komentar:

Posting Komentar