Pages

Jumat, 21 Mei 2010

Chapter 26: Bi Dam, Do You Still Alive Right?

Pagi hari. Istana.
Ditemani Soo Hye yang duduk di dekatnya, Deok Man menyantap sarapan di kamarnya. Meskipun sebenarnya ia sedang tidak begitu ingin makan, tetapi demi kesehatan bayinya, ia tetap menyantapnya. "Soo Hye.."panggilnya. "Ya Tuan Putri?" Soo Hye yang sedang merapikan piring dan mangkuk menoleh. Deok Man meletakkan serbetnya "setelah selesai dari kuil, aku benar-benar ingin pulang ke kediamanku Soo Hye..lagipula aku sudah nampak sehat kan?.."katanya. Soo Hye hanya bisa mengangguk dan tersenyum "baiklah Tuan Putri.."
"Yang Mulia Permaisuri memasuki ruangan"teriak penjaga pintu. Yang Mulia Permaisuri berjalan memasuki kamar Deok Man. Deok Man dan Soo Hye berdiri memberi hormat. "aku senang melihat Putri sudah pulih.."kata Permaisuri. Deok Man menundukan kepala "saya sangat berterima kasih atas kebaikan dan perhatian Yang Mulia.."katanya. Permaisuri tersenyum "saya masih bagian dari keluargamu, Putri Deok Man jadi wajar bila saya dan Yang Mulia memperhatikan Putri..apa rencanamu hari ini, Putri Deok Man?"katanya. "hari ini saya akan kuil lalu akan pulang ke kediaman saya.."jawab Deok Man. Permaisuri meminum teh yang disuguhkan Soo Hye "tinggalah di sini saja Putri..tinggalah sampai..sampai Perdana Menteri kembali.."kata Permaisuri. Deok Man tersenyum "terima kasih atas kebaikan hati Permaisuri..tetapi saya akan menunggu Perdana Menteri kembali di kediamannya..saya sudah berjanji akan menunggunya pulang di sana"jawabnya. Mendengar itu, Permaisuri hanya bisa diam tanpa kata. Permaisuri dapat mengerti bagaimana perasaan Deok Man sekarang. Lalu Permaisuri bangun dari kursinya "baiklah jika demikian..akan tetapi jika Putri Deok Man membutuhkan sesuatu janganlah ragu untuk memintanya kepada saya atau Yang Mulia Raja.."katanya. Deok Man berdiri dan memberi hormat "terima kasih Yang Mulia" katanya. Permaisuri tersenyum lalu berjalan keluar kamar. Deok Man menoleh ke arah Soo Hye "kita berangkat ke kuil sekarang, Soo Hye.." katanya lalu berjalan keluar kamar, Soo Hye hanya menunduk dan mengikutinya.

Pelataran Istana.
Deok Man yang ditemani Soo Hye berjalan melewati pelataran Istana menuju kuil. "menurut kalian, adakah kemungkinan Perdana Menteri Bi Dam masih hidup?"terdengar suara seseorang. Mendengar itu, Deok Man menghentikan langkahnya dan melihat ke arah datangnya suara. Ternyata suara itu berasal dari 3 orang pejabat tingkat rendah yang sedang berjalan tak jauh dari situ. "aku rasa kemungkinannya kecil untuk hidup, memang jasadnya belum ditemukan tapi bisa saja jasadnya sudah tenggelam ke dasar laut atau dimakan hiu mungkin sehingga tidak akan bisa ditemukan.." jawab santai seorang pejabat yang terlihat membawa kipas lalu pejabat yang berdiri di tengah bertanya kembali "kira-kira bagaimana ya tanggapan Yang Mulia Raja atas ini apakah beliau percaya Perdana Menteri masih hidup?" "sesuai hukum yang berlaku, selama jasad Perdana Menteri belum ditemukan atau dinyatakan meninggal karena alasan-alasan khusus, Yang Mulia tetap yakin Perdana Menteri masih hidup dan untuk sementara ini Yang Mulia mungkin mengangkat Bangsawan Kim Yong Chun menjadi Perdana Menteri sementara waktu." jawab Pejabat yang berjalan di sebelahnya. Lalu ketiga pejabat itu berjalan semakin jauh dan menghilang dari pandangan. Deok Man hanya berdiri terdiam, "aku rasa kemungkinannya kecil untuk hidup, memang jasadnya belum ditemukan tapi mungkin saja jasadnya sudah tenggelam ke dasar laut atau dimakan ikan hiu.." kata-kata itu terus terngiang dalam pikiran Deok Man. Tangannya pun gemetar begitu membayangkan hal-hal mengerikan seperti menimpa suaminya. "tidak..tidak mungkin.." gumamnya. Soo Hye melihatnya dengan takut-takut menggenggam tangan Deok Man "kata-kata itu jangan dipikirkan Tuan Putri..saya percaya Tuan Perdana Menteri masih hidup.." Deok Man menoleh ke arah Soo Hye tersenyum tegar mengangguk dan mereka kembali berjalan menuju kuil.

Sore hari. Kediaman Perdana Menteri Bi Dam.
"aku pulang.." kata Deok Man berjalan turun dari tandu. Yang ada hanya beberapa pelayan yang menunduk memberi hormat kepadanya. Deok Man menatap ke arah pintu masuk. Berharap ada suara ucapan selamat datang dan senyum hangat yang biasanya muncul menyambutnya pulang dari pintu itu namun yang ada hanyalah kesunyian. "Tuan Putri?" tanya Soo Hye. Deok Man pun tersadar dari lamunannya Lalu melangkahkan kakinya masuk ke kediamannya.

Malam hari. Kediaman Perdana Menteri Bi Dam.
"tidurlah yang nyenyak Tuan Putri.."kata Soo Hye seraya merapikan selimut Deok Man. "ya..kau juga Soo Hye"kata Deok Man yang duduk di tempat tidurnya. Lalu Soo Hye menunduk memberi hormat lalu berjalan keluar kamar. Lalu Deok Man mengambil pakaian Sangdaedeung Bi Dam yang terlipat di atas meja di dekatnya dan memeluknya erat-erat. "kau masih hidup kan Bi Dam?"gumamnya. Tetesan air mata berjatuhan ke atas pakaian Bi Dam itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar