Pages

Jumat, 21 Mei 2010

Chapter 22: BI DAM!!

Keesokan harinya. Pagi hari.
"kau yang membunuh adikku bukan?"bentak seorang bertubuh tegap dengan pakaian perang. "jika iya memangnya kenapa? aku hanya melindungiku negaraku, harusnya kau melarang adikmu itu ikut perang jika tak mau ia terbunuh.."jawab Bi Dam yang berlutut terikat acuh tak acuh. Sekujur badannya penuh luka bekas cambuk dan di wajahnya banyak lebam bekas pukulan. Lalu Bi Dam pun dipukul oleh prajurit di sebelahnya. "beraninya kau menjawab demikian kepada Jenderal." Lalu orang yang dipanggil Jenderal tersebut menghunuskan pedangnya bersiap menebas Bi Dam dan...
"Bi Dam.. Bi Daam.."teriak Deok Man. Deok Man terbangun dari tidurnya dengan napas tersenggal-senggal. Soo Hye yang tertidur di atas meja dekat Deok Man kaget dan terbangun, lalu menghampiri Deok Man. "ada apa Tuan Putri?apa anda bermimpi buruk?silahkan minum air dulu Tuan Putri.. "ujar Soo Hye sambil berusaha menenangkan dan membawakan Deok Man minum. Deok Man mencoba untuk tenang lalu minum. "mimpi buruk itu lagi.."gumamnya. "tenanglah Tuan Putri itu hanya mimpi.."Soo Hye menenangkan Deok Man. Deok Man mengangguk "aku harap juga begitu Soo Hye..hari ini aku akan ke kuil..tolong beritahu guru bahwa beliau tak perlu mengajar hari ini.."pintanya. "baik Tuan Putri"jawab Soo Hye. Lalu ia memberi hormat dan berjalan keluar kamar. Deok Man menghela napas menutup wajahnya dengan satu tangannya "Bi Dam.."gumamnya gemetar.

Hutan di timur Kowon.
Yong Li menghunus pedangnya lalu menebaskan pedangnya di depan wajah Bi Dam. "aku akan mengakhiri hidupmu hari ini."katanya. Bi Dam hanya diam saja. Tangannya sedang mencoba mengambil sesuatu dari belakang pinggangnya.

Penginapan di Kowon.
Di luar penginapan, Wolya, Godo, dan Yushin sudah berpakaian perang lengkap dan duduk di atas kuda mereka, di hadapan mereka 30 orang pasukan sudah siap bertempur. "Kita berangkat"teriak Wolya. Lalu mereka semua berangkat ke hutan tempat Bi Dam berada.

Hutan di timur Kowon.
"lapor Jenderal, ada 3 kelompok pasukan menuju kemari.."lapor seorang prajurit kepada Yong Li. Yong Li geram "apa?pasukan siapa?siapa yang memimpin mereka?"bentaknya. Prajurit itu gemetar "jika saya tidak salah, mereka itu pasukan Shilla..mereka dipimpin oleh 3 orang yang kita buang kemarin..nampaknya mereka itu memang pimpinan mereka karena bajunya berbeda dari pasukan biasa"jawabnya. Yong Li semakin geram "bunuh mereka jangan sampai mereka membebaskan dia"bentaknya sambil menunjuk Bi Dam. Lalu Yong Li berdiri di hadapan Bi Dam "rupanya mereka bukan hanya pengawal biasa ya?"tanyanya geram. Bi Dam hanya tersenyum lemah dan menatap Yong Li "aku ingin pulang..lepaskan aku.."jawabnya. Yong Li naik pitam lalu menghajar Bi Dam dengan gagang pedangnya hingga ia pingsan. "bawa dia ke tempat eksekusi.."teriak Yong Li pada salah seorang pasukan.

Istana.
Deok Man ditemani Soo Hye berjalan menuju kuil. Di persimpangan jalan, mereka bertemu Alcheon. Alcheon menunduk memberi hormat "maaf Tuan Putri bukan saya bermaksud lancang, bukankah Yang Mulia Permaisuri meminta anda untuk tidak bekerja sementara ini?"tanyanya sopan. "aku hanya mau pergi ke kuil, Alcheon.." Deok Man tersenyum lalu kembali berjalan. Alcheon menunduk "baiklah Tuan Putri, saya permisi dulu Tuan Putri"lalu Alcheon berjalan. Tiba-tiba Deok Man berhenti "Alcheon?" Alcheon menoleh "Ya Tuan Putri.."jawabnya. "apakah sudah ada kabar tentang Panglima Yushin atau Perdana Menteri?"tanya Deok Man. "belum Tuan Putri..jika ada kabar, saya akan segera menyampaikannya pada Tuan Putri"jawab Alcheon. Deok Man tersenyum "terima kasih Alcheon" lalu kembali berjalan.

Hutan di timur Kowon.
"serang mereka"teriak Wolya. Pasukannya segera bergerak menuju markas Yong Li. Pasukan Yong Li juga tidak tinggal diam. Mereka menyerang balas pasukan Shilla. Pertempuran dimulai.
Dengan 2 anak panah sekaligus, Wolya memanah musuh dari atas kudanya. Godo dengan gada besarnya menghempaskan para prajurit Yong Li. Meski bahu kanannya terluka, Yushin tetap piawai memainkan pedang dengan tangan kirinya. "dimana Bi Dam dan Yong Li?"pikirnya, lalu ia memacu kudanya menuju bangunan tempat ia dulu pernah disekap. Setelah mengalahkan beberapa prajurit musuh, Yushin mendobrak masuk "braaak" namun kosong tak ada siapa-siapa. Tak lama kemudian, Wolya muncul "Bi Dam tak ada di sini"katanya terengah-engah. Yushin geram lalu mengacungkan pedangnya di leher prajurit yang masih hidup "dimana Bi Dam?jawaab!!"gertaknya. Prajurit itu gemetar "aa..ampun Tuan, setahu saya, tawanan itu dibawa Jenderal ke tempat eksekusi, yakni tebing di utara sini." Yushin bertukar pandang dengan Wolya, lalu mereka segera berlari keluar dan menunggangi kuda mereka menuju utara.

Menjelang siang. di Kuil
Deok Man duduk, membakar dupa, dan berdoa."kumohon lindungilah Bi Dam, jangan biarkan bahaya mengancam hidupnya..bimbinglah ia agar bisa menolong Yushin dan pulang ke sini dengan selamat.."gumamnya berulang. Setelah berdoa cukup lama, Deok Man berdiri dan berjalan keluar dimana Soo Hye sudah menunggunya.

Tebing tempat eksekusi
"byuur" Bi Dam yang pingsan diguyur seember air oleh bawahan Yong Li. "dimana ini?"gumamnya sambil melihat sekeliling. Ia terikat di sebuah kursi di tepi tebing dan jauh dibawahnya laut yang luas dengan ombak besar menantinya, hanya ada dia, Yong Li dan 25 orang pasukan jika dia tak salah menghitung. "di tempat dimana hidupmu akan berakhir"kata Yong Li yang berdiri di hadapan Bi Dam. Yong Li menghunus pedangnya lalu memain-mainkannya. "aku akan membagi kepalamu jadi dua, dan menendang mayatmu ke laut..dengan begitu adikku akan bahagia di Surga.."katanya. Bi Dam menoleh "adikmu masuk Surga?huh..tidak mungkin.."jawabnya sambil membuang ludah bercampur darah ke tanah. Yong Li geram dan emosi lalu menebas pedangnya tepat di atas kepala Bi Dam "mati kau!!"teriaknya.
Yushin dan Wolya memacu kudanya secepat mungkin. "ayo..cepat..cepat.."kata Yushin memacu kudanya. "itu mereka.."kata Wolya sambil menunjuk ke depan. Lalu Wolya menyiapkan 3 anak panahnya untuk ditembakkan. "sraaat" Bi Dam menahan pedang itu dengan mengapitnya kedua telapak tangannya lalu menendang Yong Li hingga ia jatuh. "kau!!"katanya geram. Bi Dam mengalungkan Soyopdo di lehernya "pelindung dari istriku.." katanya sambil memamerkan giginya yang putih. Tiba-tiba 3 anak panah melesat mengenai 2 pasukan Yong Li, disusul bunyi derap kuda. "Bi Dam"teriak Yushin. "hei aku di sini"teriak Bi Dam sambil melambaikan kedua tangannya. Yong Li semakin geram "bunuh mereka berdua..aku akan membunuh dia"perintahnya. "baik Jenderal"jawab pasukan. Lalu pasukan itu menyerang Yushin dan Wolya. Yong Li menghunus pedang miliknya yang lain, Bi Dam sudah bersiap dengan pedang yang ia rebut. "haiik.."teriak Yong Li maju menyerang Bi Dam, "traaang" Bi Dam menahan serangannya. Duel pedang dimulai.
Karena diserang bergerombol dan kondisi badan belum pulih, Yushin terjatuh dari kudanya. "Yushin"teriak Wolya. Yushin pun bangun. Ia bersama Wolya melawan pasukan Yong Li yang tersisa.
"bruuk"Bi Dam terjatuh. Yong Li berusaha menikam Bi Dam. Bi Dam berguling menghindar dan bangun lalu menyerang balik. Yong Li menahan serangan Bi Dam "traaank" pedang Bi Dam dan Yong Li patah bersamaan. Karena patah, mereka membuang pedangnya dan berkelahi dengan tangan kosong. Yong Li meninju Bi Dam dengan tangan kirinya, Bi Dam menghindar ke kiri dan menahan tangan kiri Yong Li lalu menendang perutnya dengan lutut kanannya. Bi Dam terus menyerang Yong Li bertubi-tubi hingga ke ujung tebing. Yong Li berusaha membalas tapi sia-sia. Lalu dengan satu pukulan Bi Dam, Yong Li hilang keseimbangan dan terjatuh dari tebing. Bi Dam menepuk kedua tangannya lalu membalik badannya. Dilihatnya Wolya dan Yushin sudah hampir selesai dengan kesibukan mereka. "hei, kalian butuh bantuanku tidak?aku sudah selesai.."teriak Bi Dam sambil melambaikan tangan. "bruuk"musuh terakhir berhasil dijatuhkan Yushin. Lalu ia dan Wolya berjalan ke arah Bi Dam. "kami juga sudah"jawab Yushin.
Bi Dam melangkahkan kakinya berjalan menuju Yushin, namun muncul tangan dari arah tebing menarik kakinya kuat-kuat. Yong Li masih hidup berpijak di celah-celah tebing. Bi Dam kehilangan keseimbangan dan jatuh terseret menuju tebing "aargh.."erangnya. "kau akan ikut ke neraka bersamaku Bi Dam hahaha"teriak Yong Li karena batu pijakannya rapuh, ia pun jatuh dengan tangannya masih menarik Bi Dam. Bi Dam ikut terseret jatuh.
"Bi Daam!!"teriak Wolya dan Yushin. Mereka melompat, menjatuhkan diri, dan mengulurkan tangannya untuk meraih tangan Bi Dam di ujung.
Namun terlambat. Bi Dam ikut jatuh ke laut bersama Yong Li.
"BI DAAM"teriak Yushin melihat Bi Dam hilang disapu ombak besar.

halaman Istana.
"DUG" Deok Man menghentikan langkahnya, wajahnya mengernyit, tangan kanannya menahan sakit begitu hebat yang tiba-tiba muncul di dadanya, tangan kirinya menarik lengan baju Soo Hye yang berdiri di sampingnya. "sesuatu yang buruk terjadi...Bi Dam.."gumamnya gemetar. "a..ada apa Tuan Putri?dada anda sakit?anda merasa sesak?"tanya Soo Hye sambil berusaha menuntun Deok Man duduk di gazebo halaman Istana dekat situ. Deok Man duduk bersandar di kursi. Lalu ia menarik napas dan membuangnya perlahan, mencoba untuk tenang "itu hanya perasaanku..Bi Dam pasti baik-baik saja..hanya perasaanku.."pikirnya berulang-ulang. "Tuan Putri?"tanya Soo Hyee. Deok Man menoleh "aku baik-baik saja Soo Hye..ayo kita pulang.." Soo Hye melihat tangan Deok Man masih gemetar "Tuan Putri, tangan anda gemetar.." Deok Man mengepalkan tangannya yang gemetar menahan perasaan yang tercampur aduk ketakutan, kesedihan, dan khawatir dalam hatinya. Deok Man berusaha bangun dari duduknya "tak apa-apa..ayo kita pulang". Lalu mereka berjalan perlahan keluar dari gazebo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar