Pages

Jumat, 21 Mei 2010

fanfic bideok- raining........(scane 11)

SCANE


Lee min ki- 01 DESEMBER 2007- SEOUL.

"kenapa tuan lee?, apa anda berpikir bisa melacak keberadaan ku dengan mudah?. Apakah putri mu yang cantik itu sudah pulang?, atau ia tidak akan pernah kembali lagi?. apa anda tidak takut tuan lee?" tanya nya menantang.

"kau . . " ujar ku kesal, "jangan pernah menyentuh putriku, atau kau akan menyesal!" ancam ku dengan penuh emosi.


"oh y?, aku takut sekali pada mu TUAN LEE!" ejek nya lalu tertawa sangat lantang.

Ketika aku mengetahui saat FBI mencoba menangkap nya, mereka terkena jebakan. Jebakan itu terarah ke beberapa alamat palsu, mereka memiliki fasilitas yang sangat canggih dan sistem keamanan berlapis-lapis sehingga sangat sulit bagi kami untuk menemukan keberadaan mereka yang sebenarnya.


"apa yang kau mau?, cepat katakan!"aku putus asa.


"seperti yang pernah aku katakan pada mu sebelumnya, apa perlu aku ulangi?" jawab nya datar, seolah-olah tidak terpengaruh akan tawaran ku.


"baiklah, kau boleh minta apapun. Nyawa ku, semua harta ku, apapun yang kau mau asal kan kau bersumpah tidak akan menyakiti putri ku?" desak ku sekali lagi.


"nyawa mu?, kau fikir apa yang kau tawar kan itu punya nilai di mata ku?" ejek nya. "baiklah, akan ku pikirkan lagi." dia mempermainkan ku, lagi dan lagi.

'tut . . . . . . . . ' dia matikan tlp saat aku sedang berbica, seolah-olah itu tidak penting bagi nya!.


"tuan lee, kami berjanji 'YY' akan segera tertangkap, anda jangan khawatir." ujar salah seorang agen FBI yang berusaha menenangkan ku.


"segera?, boleh aku tahu kapan kah itu?" aku meninggikan suaraku, dan tak bisa menahan emosi.

"tuan, sabar tuan." moon shik berusaha menenangkan ku.


"tuan jangan emosi, AGEN FBI sedang melakukan yang terbaik. Kita percayakan saja pada ahli nya."bujuk ryu dam.

"maafkan kami tuan lee, 'YY' adalah buronan di seluruh dunia jadi sulit untuk ditemukan. Jaringan nya sangat luas, tapi Kami sedang bekerjasama dengan negara-negara lain untuk menangkapnya." salah seorang dari agen FBI itu menjelaskan kepada ku, penjelasan yang selalu kudengar 13 thn belakangan ini. Tapi ada sesuatu kemajuan, kerjasama antar negara. Aku menaruh banyak harapan akan hal itu, semoga saja berhasil.

"telpon rumah anda telah kami hubungkan langsung ke kantor FBI, jika ada sesuatu tolong kabari kami. 20 agen ini akan menjaga rumah dan keluarga anda, kami permisi dulu." jelas agen FBI itu sebelum pergi dan menjelaskan pembagian tugas beserta idenfitas 20 agen yang akan ditugaskan menjaga kami.


Yang aku fikirkan saat ini adalah yo won & ye jin, kedua putri kandungku.


"ye jin?, kalian ada dimana?. Cepat pulang sekarang!" bentak ku dengan sangat khawatir. saat aku mencoba menghubungi hp yo won, chunchu yang mengangkat nya. Ternyata hp yo won tertinggal dikamarnya, setelah tahu yo won kemana dan dengan siapa dari chunchu, aku segera menghubungi ye jin.


"ye jin!, cepat pulang sekarang!" ulang ku.


"iya pa." jawab ye jin dengan cepat.


"ya sudah, papa tunggu dirumah. papa sampai dirumah, kalian harus ada." aku nenuTup tlp nya.


"tuan, jangan khawatir. Tuhan akan melindungi nona yo won"moon shik menyadari kegelisahan ku.


"tuan, , angin sangat kencang. Kita tidak bisa melanjutkan perjalanan sekarang, karena itu kita akan mendarat di bandara terdekat."jelas ryu dam dengan hati-hati, ia tahu suasana hati ku sedang buruk.


"baik lah, kalian benar. Kita mendarat sekarang" aku menyetujui nya.


Moon shik dan ryu dam termasuk orang-orang kepercayaan ku, mereka telah bekerja lama dengan keluarga ini. Mereka bagian dari keluarga lee, keluarga ku.

Yo won, papa akan segera pulang. Kau akan baik-baik saja, tuhan melindungi mu. Papa tidak akan kehilangan lagi, tidak akan.


Lee yo won- 01 des 2007.

"pak, tolong dipercepat."kak ye jin terlihat panik.


"ada apa kak?, kenapa terburu-buru?" tanya ku penasaran.


"tadi papa menelpon kakak, kita di suruh pulang sekarang. K?ta harus ada di rumah sebelum papa pulang, entahlah tapi papa sangat aneh" jelas nya masih dengan tampang cemas.


"bukan nya papa masih di amerika?" ingat ku. "kenapa ya kak? Tidak biasanya papa seperti ini" lanjut ku.


"pak? Kenapa lewat jalan yang ini?" protes kak ye jin.


"ada apa kak?"tanya ku polos.


"yo won, ini bukan jalan pulang. siapa kau?." tanya kak ye jin sambil melihat supir.

kami sadar apa yang sedang terjadi, "TOLONng . . . " jerit kami bersamaan, sambil mencoba menghentikan mobil. Tiba-tiba mobil berhenti, ada sebuah mobil berhenti tepat di samping kami. Kami berdua berteriak minta tolong, dari dalam mobil keluar 5 orang lelaki sekitar 30 tahunan.


Supir palsu itu membuka pintu mobil sambil menodongkan pistol, "jangan teriak, atau ku bunuh kalian?"ancam nya.


"kalian mau uang? Ambillah, tapi jangan apa-apakan kami" kak ye jin mengeluarkan semua uang tunai, ATM dan barang berharga lain nya.


"kalau kau masih bicara, aku akan memotong lidah mu. Cepat keluar!" ia menarik ku keluar dengan kasar sambil menodongkan senjata.
Aku takut
papa..
mama..
tolong kami. .




KIM NAM GIL- 01 DES 2007- SEOUL.


"mereka sangat aneh!" ujar ku bingung


"tuan muda?" panggil bibik maya seraya menghampiri ku.


"makanan burung nya ada di meja dekat kolam berenang." jelasnya rinci, lalu membungkuk kan tubuh untuk memberi hormat dan permisi pergi.


"bibik" panggil ku tak lama setelah bibik berjalan perlahan menuju ke dapur.


Dengan segera ia menemuiku, "ada apa tuan muda?, ada yang bisa bibik bantu?" tanya nya tulus.


"tadi, apa ada salah seorang teman perempuanku pergi ke gudang?" tanya ku memastikan.


Bibik berpikir dalam keheningan, "oh . . " tiba-tiba bibik maya mengeluarkan suara yang sangat keras, aku terkejut sekali. "ada tuan" lanjut nya.


"dia ngomong apa aja bik?" tanya ku lagi.


Bibik tersenyum, "nona itu hanya bertanya siapa yang disuruh tuan muda mengambil makanan burung. Lalu ia pergi." bibik menjelaskan nya dengan mimik wajah menahan tawa.


Aku jadi curiga, "ada sieh bik?, kok nahan tawa gitu?."sidik ku.


Bibik mengedipkan salah satu kelopak mata nya, "tuan muda menyukai nona itu ya?, tenang saja tuan muda. Bibik bisa jaga rahasia." goda nya.


Aku bereaksi dengan cepat, "bibik jangan buat gosip ah!, mana mungkin aku menyukai gadis menyebalkan seperti dia?"alibi ku.


"benci itu . . .benar-benar cinta!, aha' . . . . Ada yang jatuh cinta . . . Cinta monyet . . . " bibik semakin menggoda ku, bahkan semakin menjadi. Ia pergi sambil berteriak pada seisi rumah 'tuan muda nam gil sedang jatuh cinta', aku kesal dan pergi keluar rumah dengan berjalan kaki.


"Menyukai yo won?, Yang benar saja?." guman ku sambil menyebrang jalan, tapi Saat aku menyeberang jalan, tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju sangat kencang dan ugal-ugalan. Kaki ku tidak bisa digerakkan, jantungku berdetak sangat kencang, semua terlihat dalam gerak lambat. Aku mendengar terikan dari orang-orang dijalan, kupejam kan mata saat mobil itu semakin mendekati ku.


"ternyata kim nam gil juga punya rasa takut ya?"tiba-tiba aku mendengar suara ryu sang wook, 'sang wook?' saat ku buka mata sang wook tertawa dengan penuh kepuasan, aku mengerutkan dahi karena kesal.



Ryu sang wook adalah sahabat baik ku, kami bertemu saat mengikuti sebuah ajang cari bakat. Saat itu, kami duduk di kelas 6 SD. Para dewan juri dan penonton terpukau akan skill yang kami miliki, walau aku dan sang wook sempat berada dalam persaingan yang sangat ketat, aku berhasil meraih juara pertama dan tentunya kedua untuk sang wook. Sejak saat itu, kami bersahabat. Tapi kami jarang bertemu, karena kami berdua sangat sibuk.


Aku menatapnya jengkel saat ia menepikan mobil nya, "menyetir mobil pada usia 13thn?, apa kau tidak takut ditangkap polisi?"tanya ku.

Sang wook tertawa, "kau ini, pernah dengar the power of money?" jelasnya, kami tertawa.


"Kau gila, dan aneh. Aku jadi ingat saat kau tampil di ajang bakat, saat itu kau lupa memakai tali pinggang. Otomatis saat kau melakukan dance celana mu lepas, apalagi waktu itu live. Kau tetap seperti dulu, tetap gila." aku tertawa saat wajah sang wook memerah malu, seperti nya karena gadis kecil itu.


Sang wook menginjak kaki ku, "keahlian mu dalam membuka aib sahabat sendiri, ternyata mengalami kemajuan y?"tatap sang wook sinis.


"oh . . . , aku mengerti. Ini pacar mu ya?"aku menunjuk gadis kecil di sampingnya yang sejak tadi tersenyum malu.


Sekarang giliran sang wook yang menertawakan ku, "pacar? ? ?, dia ini ryu nhi ta. Kau ingat? Dia adik ku!" sekarang giliran wajahku memerah karena malu.


"ini nhi ta adik mu?"tanya ku tak percaya,


"iya kak ini nhi ta, kakak tidak ingat y?."nhi ta melihat ku sinis seakan-akan ingin marah, lalu ia tertawa melihat wajah ku yang bingung.


"wah . . . Nhi ta, kau berubah ya?. Apa benar dia kakak mu? Aku curiga kalau dia itu kakak pungut mu!" goda ku, sambil melirik sang wook dengan sengaja.


"iya kak nam gil, itu lah yang jadi pertanyaan nhi ta sampai saat ini. Sebenarnya dia itu siapa?"nhi ta berada di posisi ku, kami sangat puas mengerjai sang wook.


"asal kalian bahagia" ujar nya cuek. "kau masih mau belajar menyetir tidak?, adik durhaka?" tanya nya pada nhi ta lalu menarik telinga nya.


Nhi ta tersenyum manja, "jadi . . Jadi . . !, kak nam gil, sepertinya persekutuan kita melawan kak sang wook harus ditunda. Tapi tenang saja kak, nhi ta selalu dipihak kakak." ujar nya dengan penuh semangat.


"kalian mau kemana?"tanya ku bingung.


"kau mau ikut tidak?aku mengajari nhi ta menyetir mobil!" bulu kuduk ku berdiri saat membayangkan harus berada satu mobil dengan nhi ta. Bisa-bisa pulang nya tinggal nama, ih Menakutkan? "ah tidak usah, nanti saja kalau nhi ta sudah lancar menyetir. Hati-hati ya?,kapan-kapan kita ngumpul lagi ya?"tolak ku ramah.


"baiklah kalau begitu, kami pergi dulu y?"sang wook masuk ke dalam mobil.

"hati-hati"pesan ku lalu melambaikan tangan.

Untung saja bisa menghindar,Dari jauh kulihat mobil yang dibawa nhi ta menari hawai diiringi teriakan histeris.




LEE YO WON- 01 DESEMBER 2007-seoul


Aduh bagaimana ini?, aku takut. Teriak pun percuma, disini daerah elit yang penghuninya super sibuk. Tidak akan ada orang yang mendengar teriakan ku, aku harus menyelamatkan diri sendiri. Aku pasti bisa, aku pasti bisa.


"a . . . . .a . . . , kurang ajar kau" teriak supir palsu itu saat aku menendang burung nya dan kak ye jin menggigit tangan nya, lalu ia mendorong kami hingga terjatuh.


"mengurus 2 anak perempuan saja tidak becus?"ejek salah satu rekan nya, kemudian 3 orang mendekat dan menangkap kami yang hampir saja berhasil kabur.

"a . .a . . . Lepaskan kami!" teriak kami hampir bersahut-sahutan.

"berisik!, kalian jangan diam saja? Cepat ambil obat bius!. Telinga ku sakit sekali."perintahnya.


Tiba-tiba terdengar suara mobil polisi, lalu tak lama kemudian terlihat beberapa mobil polisi mengejar sebuah mobil, mobil yang dikejar polisi itu dikendarai secara ugal-ugalan.

"AWAS . . . "teriak seseorang dari dalam mobil,

"AaAaAaA . . . . . . . . ." teriak ku dan kak ye jin panik.


-KANTOR POLISI-

"hehehe . . . , sial!. Kenapa tertangkap polisi lagi ya?"tawa anak laki-laki itu tanpa dosa.


"maafkan kami pak, sebentar lagi pengacara kami datang. kakak!. Jangan tertawa terus?, kita ditangkap polisi kakak masih bisa tertawa?"keluh seorang gadis kecil yang berada satu mobil dengan anak laki-laki seumuran ku itu.


Anak laki-laki itu melirik ku yang masih cemberut, "kau masih marah ya?, lagi pula aku kan tidak sengaja?."belanya.


Mendengar itu kemarahanku telah mencapai ubun-ubun, "tidak sengaja?, ah . . !"desah ku.

"pokoknya kau harus ganti rugi!"teriak ku sambil melempar salah satu sepatu, sial nya meleset malah mengenai seseorang.


"nona, Kau galak sekali?. Ganti rugi yang mana?, mobil itu atau ciuman tadi?"godanya.


Aku hampir saja membunuh nya kalau saja kak ye jin tidak menghalangi ku, "yo won!, itu kan ryu sang wook?" bisik nya kagum.


Ryu sang wook?, jadi dia ryu sang wook?. Kenapa aku selalu bertemu aktor cilik dengam cara seperti ini, aku jadi teringat nam gil. Kenapa jadi ingat dia ya?, ah . . . Sial.


Aku melihat nya dengan sinis saat dia tersenyum, "aku akan tanggung jawab, nanti akan kunikahi kau!"ujarnya ringan.


Aku, dan semua yang mendengar itu terkejut dan sebagian tertawa. Menikahi ku? Yang benar saja?, dia gila, sangat gila. Mengapa semua anak laki-laki yang aku temui gila?.


"kakak? ? ?"bentak anak perempuan itu. "jangan ngomong yang aneh-aneh!"keluhnya.


"hei?. Aku serius loh?, dia adalah cinta pertama ku. Wah aku jatuh cinta pada mu . . ." sang wook mengatakan nya sambil berjalan kearah ku seperti tanpa tulang, dia membuatku ketakutan.


'plak . . . ' sang wook terjatuh karena di palang oleh kaki gadis kecil itu.


"pak, tolong ikat dia"pinta nya pada polisi, sambil menunjuk sang wook yang sedang pingsan. Gadis kecil itu duduk di samping ku yang masih shock dengan kejadian ini, bagaimana tidak? Aku bertemu orang-orang aneh.


"nama ku ryu nhi ta, nama kakak siapa?" ujar nya sambil mengulurkan tangan seraya tersenyum manis.


"nama kakak lee yo won dan itu lee ye jin, apa kau adik nya sang wook?"tanyaku.


"begitulah, mungkin ini takdir ku mendapatkan kakak seperti dia!"jawabnya sambil tertawa kecil.


"trimakasih ya?, secara tidak langsung kalian berdua telah menyelamatkan kami."ucapku tulus.


"menyelamatkan dari apa?"tanya nya bingung, "eh . . . Tunggu sebentar. Kak, nhi ta kesana dulu ya?. Pengacara kami sudah datang"nhi ta langsung menemui pengacaranya setelah permisi kepada kami,


"ia anak yang sopan, tapi mengapa ia punya kakak laki-laki yang aneh seperti itu", ucap kak ye jin prihatin.


Tadi, saat penculik hampir saja membawa kami pergi. Mobil sang wook dan beberapa mobil polisi yang mengejarnya datang, lalu dengan sekejap
Mobil sang wook yang melaju sangat cepat menabrak mobil penculik dan mobil ku seolah-olah, sedang bermain boling. Aku dan kak ye jin berhasil menghindar, tapi Aku kembali lagi ke mobil karena ingin mengambil dompet. didalamnya ada foto aku bersama mama, barang yang sangat berharga. Meskipun dicegah kak ye jin aku tetap pergi, tidak ada yang bisa mencegah ku karena aku adalah lee yo won. Tapi naas nya, setelah aku mengambil dompet. Aku mendengar seseorang berteriak. saat aku berbalik ke belakang, sang wook melompat ke arah ku sambil berteriak 'awas . . . Mobil nya akan meledak'. Kami terjatuh dan sang wook benimpa tubuh ku, entah bagaimana kejadian nya bibir sang wook dan bibir ku berpadu. Sial nya, tidak ada mobil yang meledak. Itu hanya khayalan sang wook, yang kebanyakan nonton film laga.


"yo won?, ye jin?"seseorang memanggil, terdengar seperti papa.


"papa?, papa?"panggil ku berulang kali untuk memastikan.


"papa, kami tadi. . . "kalimat kak ye jin terpotong karena papa memeluk kami berdua.


"maafkan papa, papa terlambat dan tidak bisa melindungi kalian"ucap nya sesal, "Apa kalian baik-baik saja?"tanya nya khawatir.


"kami baik-baik saja, kami ditolong oleh pangeran yo won"




"maafkan papa, papa terlambat dan tidak bisa melindungi kalian"ucap nya sesal, "Apa kalian baik-baik saja?"tanya nya khawatir.


"kami baik-baik saja, kami ditolong oleh pangeran yo won"goda kak ye jin.


"pangeran yo won" papa tersenyum lalu mengikuti pandangan mata kak ye jin yang melirik sang wook.


"wah . . . Papa ingin sekali bertemu dengan calon menantu papa, ye jin apa dia tampan?"candanya.


Kak ye jin menahan tawa, "tampan pa, aktor loh. Itu . . .tu . . .ryu sang wook, ayo pa kita kesana. Yo won, kau mau ikut?"ajaknya sambil tertawa melihat eksPresi jengkel di wajah ku.


Aku keluar dari kantor polisi, dan masuk kedalam mobil. "yang benar saja?"umpat ku. "pangeran? Cuih . . "aku meniru gerak wajah kak ye jin, lalu rasa nya ingin muntah. Ku raba saku rok sekolah, dan aku menemukan sapu tangan nam gil. Kenapa ada disini ya?, ada bekas ingus nya lagi?, uwek . . . .. Oh iya, apa sebaiknya aku kembalikan saja ya?. Lamunan ku terhenti saat papa dan kak ye jin masuk mobil, tentunya dengan topik yang sama 'pangeran yo won', menyebalkan.


Kim nam gil- 01 des 2007 - seoul.


"tuan muda sudah pulang?, ini ada telpon dari tuan sang wook." bibik maya menungguku didepan pintu utama, tentunya dengan wajah yang menahan tawa.


Aku masih jengkel, "trimakasih bik" jawab ku cuek setelah mengambil telpon nya.


"sang wook?, tumben?, ada apa?." tanya ku bingung.

"hehehe . . . , aku telah menemukan calon istriku."jelasnya girang.


Aku sangat terkejut, hingga susu yang ku minum menyembur keluar. "uhk . . .uhk . . . . , kau ini aneh"komentarku, masih tersedak susu yang kuminum.


"ya sudah nam gil, ada papa mertuaku dan kakak ipar ku. Nanti kita bicara lagi, dah?"jelasnya singkat sebelum menutup telpon.


Aku yang mendengar semua itu, rasanya ingin muntah. "kok aku bisa berteman dengan alien seperti dia ya?"gumanku sambil berjalan menuju kamar.


Saat masuk kekamar, aku membuka album foto keluarga kami 2tahun yang lalu. Sangat bahagia.


"ini saat aku belajar berenang, yang ini waktu kak nam gim terjatuh dikolam berenang. Yang ini waktu kami berlibur di pegunungan,"ingat ku pada kenangan didalam foto itu.


"ini saat mama memberikan kami sepasang sapu tangan, Oh iya! sapu tangan ku!. Bagaimana aku bisa lupa?, aduh nam gil . . . . .kau bodoh sekali? ?."keluh ku, saat tiba-tiba teringat sapu tangan yang ingin ku pinta pada yo won.


Oh iya, apa benar yo won bertemu dengan bibik maya?. Kenapa aku bisa berpikiran seperti ini?, tapi itu mungkin saja kan?. Nama nya juga takdir, ah sudah lah. Lagi pula aku sangat sayang dengan bibik maya, kalau bisa aku ingin ia menjadi ibu ku.


Lee yo won- 02 desember 2007-seoul.

"kakak jangan khawatir, sebentar lagi aku pulang. Jangan kasih tahu papa!"jelas ku,


"tapi yo won?___"aku menutup telpon nya sebelum kak ye jin menceramahi ku.


"nona, anda bersembunyi saja dimobil."salah seorang polisi mengejutkan ku, lalu ia membawa ku masuk kedalam mobil polisi.


Aku sedang berada ditempat 'YY' mengajak papa bertemu, tanpa sengaja aku menemukan surat itu di antara surat-surat dimeja kerja papa saat aku ingin mengambil album foto. Dan sekarang,aku ingin melihat nya. Aku ingin menjebak nya, aku meminta bantuan polisi. Yang aneh nya, saat ku tunjukkan surat ancaman dari seseorang berinisial 'YY' polisi langsung menurunkan pasukan nya.
Padahal ia hanya penculik kakak waktu kecil, apakah dia lebih menakutkan dari yang aku bayangkan?.


Seorang polisi masuk ke mobil, dan duduk di jok belakang. "sedang apa nona lee malam-malam begini?"tanya nya, dengam nada suara yang sedikit menyeramkan. Saat aku melihat belakang dari kaca, aku sadar ia bukan polisi meskipun ditangan nya sedang memutar-mutarkan pistol.


Aku mengatur tempat duduk agar bisa terlipat, dan berSiap menekan sPeaker polisi tanpa ia ketahui. "siapa kau?"tanya ku dengan tegas.


Dari kaca terlihat ia tersenyum sinis, "masa' nona tidak tahu?, bukankah nona dan polisi sedang menungguku?"jawabnya santai, tetap memain-mainkan pistol ditangan nya.


Tangan ku gemetar, perasaan ku saat ini bercampur aduk. "apa kau 'YY'?, lelaki bejat yang telah memisahkan aku dari saudaraku?"jawab ku tegas, berusaha menutupi ketakutanku. Tetap dalam posisi siaga.


Aku tetap menatap nya lewat kaca, Kali ini ia memasang tampang sinis. "anda tahu nama ku?, ck . . .ck . . .ck . ."ia diam sejenak. "lebih tepat nya membunuh saudara laki-laki mu, dan juga mama mu. Apa kau tahu?, yang selanjutnya adalah kau."jelasnya, lalu menembakkan pistol nya kearah ku.




"yo won?" papa terlihat hampir menangis saat menghampiri ku, terlihat chunchu, mama dan kak ye jin menyusul dibelakang papa.


Papa memelukku, "apa yang akan papa lakukan, jika terjadi sesuatu kepada mu?"papa mulai mengomel.


Mama mendekat, "apa yang kau pikirkan yo won?, mama tidak mau tahu!, kalau ini terjadi lagi kau akan menyesal!" mama menjewer telingaku lalu memelukku.


Chunchu juga mendekat ingin memelukku, aku merentangkan tangan. "ku kira kau luka parah kak deokmen?, ternyata tidak terjadi apa-apa?. Tidak seru!"komentarnya ketus, papa dan mama langsung menyinari chunchu dengan mata sinis. Chunchu langsung diam dan menjauh, ia duduk di samping kak ye jin tapi yang lucu nya adalah cara chunchu mencapai kursi itu. Ia berjalan miring persis kepiting, dan wajah nya pucat kebiru-biruan. Kak ye jin juga terlihat pucat pasih,


"kalau tahu begini, seharusnya tidak ku izinkan yo won pergi."gerutunya, tanpa tahu telinga chunchu telah menguping dengan indah.


"jadi kak ye jin dan kak yo won sekongkol?, kak ye jin sebisa mungkin menyembunyikan kepergian kak yo won dari papa dan ma___"simpulnya, tapi dengan segera kak ye jin menutup mulut chunchu. Hingga ia sulit bernafas dan bergerak meronta seperti cumi-cumi.


Tapi terlambat, telinga papa dan mama terlalu tajam untuk mendengar dengan jelas kesimpulan chunchu. Akhirnya papa dan mama harus berduet mengomeli kami, dan tak pernah ku sangka duet mereka sungguh teramat dasyat. Kesimpulan akhir dari sidang hari itu, aku dan kak ye jin di hukum.


Seorang polisi, sepertinya atasan mendekat kearah kami. "tuan lee, senang sekali bisa bertemu orang tua gadis pemberani ini."ujarnya bangga, tapi kami bersyukur karena papa dan mama akhirnya berhenti ngomel.


"anda terlalu berlebihan."jawab papa malu."saya serius tuan lee, anak buah saya pun belum tentu seberani putri anda. Ia mengunci dirinya bersama mafia itu didalam mobil, padahal mafia itu memegang pistol. Yang lebih hebat nya lagi, putri anda bisa tetap berpikiran jernih dan menyusun siasat. Saya benar-benar kagum."tuturnya penuh kekaguman, papa dan mama melirik sinis kepada ku, seakan-akan ingin melahapku.


"lalu siasat apa yang digunakan putri ku?"selidik papa.


"ia sempat mengatur tempat duduk agar bisa dilipat, dan mengaktifkan speker mobil dan yang tidak bisa ku percaya. Putri anda selamat saat penjahat itu menembak nya, ia melipat tempat duduk dan bersembunyi di bawah setir. Saat penjahat itu ingin kabur tidak bisa, karena putri anda telah mengunci nya didalam mobil. Ia panik, sampai akhirnya kami berhasil menangkap nya. Putri anda sangat berbakat, kalau ia berminat masuk di kepolisian. Hubungi saja saya, permisi pak." jelasnya secara rinci, lalu pergi setelah memberikan kartu nama pada papa.


Papa dan mama melihat ku dengan tatapan seorang pembunuh, "yo won, apa itu semua benar" tanya papa, aku mengangguk pelan.


Chunchu mendekat ke arah ku, "wah ? ? , kak deokmen keren!. Ini baru kakak ku, eh . . Mama . . .papa . . . " pujinya dengan semangat, lalu pergi dengan langkah kepiting andalan nya saat papa dan mama menatap chunchu sinis.


Kami bertiga dihukum, aku, chunchu dan kak ye jin. Mata kami ditutup selama perjalanan, di hukum kemana?. Kerumah nenek?, kerumah tante yang super duper cerewet?, atau di masukkan dalam asrama?. Entah lah?, , , ,


LEE HAN- 02 des 2007- pusan.


"lee han?, ayo istirahat dulu?. Anak jenius juga perlu istirahat kan?" papa menutup buku pelajaran kelas 12 yang kupelajari.


Papa mendorong ku masuk ke mobil, "tapi ayah?, kita mau kemana?"tanya ku bingung,


"bibik?" aku terkejut saat ayah mengajak bibik hyeon jeong bersama kami.


"kenapa lee han?, kau tidak suka bibik ikut ya?. Ya sudah kalau begitu." ia berpura-pura akan turun, ini sangat menggelikan.


Aku tertawa, "baiklah, tapi hanya hari ini saja."jawab ku cuek.


Aku mencari alasan untuk meninggalkan ayah dan bibik berdua, aku berjalan-jalan dipantai dan aku menabrak seseorang. Siapa dia?, saat aku melihatnya ternyata dia. Dia orang yang kurindukan,



Aku sangat terkejut, "rin young?"sapa ku.


Ia tersenyum, "lee han?, wah apa benar ini kau?"tanyanya meyakinkan.


Kami mengobrol berdua, rasanya sudah lama kami tidak bertemu sejak 2 tahun yang lalu. Rin young, gadis yang sempat aku sukai. Dulu kami berlomba-lomba menjadi yang terbaik, kami lompat kelas sama banyak nya. tapi sejak ayah rin young meninggal, dia berhenti sekolah. Maksudku tidak lagi fokus pada sekolah, sekarang dia kelas 9 di sebuah smp elit amerika. Dia sekarang seorang foto model cilik, gosipnya rin young dipaksa oleh ibu tiri nya. Entah lah, rin young terlalu tertutup. Terlalu banyak misteri yang ada dalam hidup nya, sama dengan hidup ku.


"kapan kau kembali ke pusan?"tanya ku.


"baru beberapa hari yang lalu."jawab nya cuek tapi tetap menyungingkan senyum khasnya yang manis.


"mengapa kau tidak mengunjungi ku?, rasa nya rumah ku tidak pindah dari dulu sampai sekarang."protesku, lalu berpura-pura marah.


Rin young tersenyum, "iya . . Iya . . .maaf, aku tidak mau mengganggu waktu belajar mu, aku sudah dengar dari min ra, kau hebat sekali? ?."decaknya kagum.


Aku tersipu malu, "kau ini, em . . . Ada angin apa kau kesini?"tanya ku penasaran.


"yang pastinya bukan ingin bertemu dengan mu!"candanya sedikit cemberut. "aku ingin menemui sepupu ku, dia ada dihotel sekitar sini."jelasnya lalu menatap wajah ku yang sekilas membuka kaca mata untuk membersihkan debu.


"kenapa kau melihatku seperti itu?"tanya ku bingung.


Ia tersadar dari lamunannya, "kau mirip sekali dengan kim nam gil"ungkap nya kagum, "tapi setelah kaca mata dan gaya rambutmu di ubah" protesnya sambil berusaha mengambil kacamata dan mengacak-acak rambut ku.


"ayolah hentikan"pinta ku.


"rin young? ? ?"teriak seseorang dari belakang.


Tak lama kemudian ia menghampiri kami, "rin young?, kau pulang? Kapan?"tanya gadis itu tidak sabar.


Rin young dan gadis itu berpelukan, mereka sangat dekat. Apa dia sepupu rin young?, sesaat keberadaan ku dilupakan. Aku seperti sebongkah batu yang berserakan dijalan, sial.


Akhirnya rin young menyadari betapa aku merasa tidak dianggap, "yo won, kenalkan ini lee han. Dia ini jenius loh!, dia masih seumuran kita tapi sebentar lagi kuliah!" rin young mengenal kan kami.


"oh, tapi rin young juga cerdas!. Kalau saja kau tidak terjun dalam dunia keselebsasian, kau pasti bisa menyusul prestasi nya!" yo won tidak mau kalah, aku tertawa melihat nya. Ia lucu, memakai tata bahasa aneh dan entah lah . . . , aku merasa tidak asing akan keberadaanya.


"nama mu yo won, sekarang kelas berapa?"tanya ku ramah.


"kelas 8, nama kakak tadi . . .lee han kan?"tanyanya berusaha mengingat.


"iya nama ku lee han, jangan panggil kakak!. Kau ini lucu sekali, menyenangkan walau sedikit rewel."simpul ku.


Rin young tertawa, "iya lee han, kau benar!. Rewel sekali!."tambahnya.


Kami bercanda dan bermain-main dipantai hingga sore, kemudian kami bertukar no telpon dan kemudian pulang membawa kenangan indah masing-masing.


Lee yo won - 02 desember 2007 - pusan.


Ternyata papa hukuman yang disebut-sebut papa, adalah sebuah liburan 2 hari di pusan. Dan yang lebih mengejutkan, rin young sepupu ku datang. Dia ada pemotretan disana, sekalian reuni keluarga. Sejak 2 tahun yang lalu, tepat setelah ayah nya meninggal. Dulu rin young sangat pintar, sampai-sampai sering loncat kelas. Alhasil, walau kami seumuran rin young menjadi kakak kelas ku. Aku dikenalkan dengan temannya, kak lee han. Walau sebenarnya kami seumuran, aku memanggilnya kakak. Ia cerdas, sama seperti rin young sepupu ku saat aku kenaikan kelas 9 ia akan masuk universitas. Ia baik dan ramah, satu-satunya teman lelakiku yang baik. Aku merasa nyaman berada dekatnya, berbeda dengan nam gil, apa lagi sang wook. Aku bahagia sekali, menghabiskan beberapa hari di pusan. Kami saling bertukar no tlp, aku hampir melupakan keberadaan kak ye jin dan chunchu. Aku bahagia, sangat bahagia. Tapi, entah hanya perasaanku saja kak lee han sedikit mirip dengan nam gil. Bodo' ah, yang penting aku sekarang sangat senang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar