Pages


Selasa, 18 Mei 2010

Chapter 02 : Our New Life Begins

Sehari setelah pernikahan
Di pagi hari yang cerah, Bi Dam terbangun. Di sisinya Deok Man masih terlelap sambil memeluk erat lengan Bi Dam. Dengan hati-hati, Bi Dam membelai rambut Deok Man dan mengecup keningnya "aku akan selalu menjagamu Deok Man" bisik Bi Dam. "aku juga akan selalu bersamamu" balas Deok Man yang membuka matanya menatap Bi Dam. Bi Dam terkejut. Deok Man hanya tersenyum. "apa rencanamu hari ini Bi Dam?" tanya Deok Man
"hmm..siang nanti aku harus memeriksa laporan keuangan Kerajaan dan membuat salinan laporan dari masing departemen, apa kau ingin aku melakukan sesuatu sebelumnya?"tanya Bi Dam
"ah tidak, aku berencana siang nanti akan membawakanmu makan siang, dan pagi ini aku akan membuat sarapan untukmu. Aku akan berusaha menjadi istri yang baik" jawab Deok Man
"kau selalu menjadi istri yang terbaik bagiku Deok Man" bisik Bi Dam sambil mengecup kening istrinya. Deok Man menutup mata tersenyum bahagia.
"apakah kau mau keluar melihat-lihat rumah ini sebelum sarapan?" tanya Bi Dam
"tentu, dengan senang hati" jawab Deok Man.
Mereka berdua segera beranjak dari tempat tidur dan berpakaian. Lalu melangkah keluar dari kamar menuju ruangan di sebelahnya.

Perpustakaan
"ini adalah perpustakaan kecil, mungkin koleksi bukunya tidak sebanyak di istana, tapi aku sempat membawa salinan buku-buku favoritmu di rak ini dan beberapa buku yang baru kudapat" kata Bi Dam sambil menunjukkan koleksi bukunya.
"ini sangat luar biasa Bi Dam. buku-buku ini belum pernah ku lihat sebelumnya. Aku sangat menyukai ruangan ini" balas Deok Man dengan senang.
"aku senang kau menyukainya" jawab Bi Dam" lalu sambil menggandeng Deok Man, Bi Dam membuka pintu lain dari ruangan itu menuju halaman.

Halaman
ditanami dengan banyak bunga di sekeliling kolam ikan yang terletak di tengah taman. Di dekat kolam, ada sebuah gazebo kecil.
"cantik sekali"kagum Deok Man
"Suasana di sini sangat damai" jawab Bi Dam. setelah menikmati keindahan taman. Mereka berjalan menuju ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dan dapur.
"selamat pagi tuan dan nyonya" sambut para pelayan. Bi Dam dan Deokman membalasnya dengan senyum.
"kau mandilah dahulu, lalu kita akan sarapan bersama..aku akan memasak" pinta Deok Man
"baiklah, hamba berdoa semoga masakan Tuan Putri Deok Man enak" canda Bi Dam lalu meninggalkan Deok Man bersama dengan para pelayan.
Memang selama di istana, Deok Man tak pernah memasak, namun kemampuan memasaknya tidak kalah dari juru masak istana. Hari itu Deok Man berniat membuat masakan spesial untuk suaminya. Setelah selesai memasak, Deok Man membawa masakannya ke ruang makan dimana Bi Dam sudah menantinya. Nasi hangat, salmon bakar dan bulgogi tersaji hangat. Dengan semangat, Bi Dam melahap itu semua "hmm..lezaat..luar biasa" komentar Bi Dam. Deok Man sangat senang melihatnya.
Setelah selesai sarapan, mereka berjalan menuju ruang berikutnya yakni kamar tidur tamu. Setelah itu mereka menuju ruang yang terletak di seberang perpustakaan tadi, yakni ruang kerja mereka berdua. Mereka berdua pun memutuskan kembali ke ruang baca mereka untuk bersantai.
Ketika di depan pintu ruang baca, Deok Man menyadari bahwa ruang yang terletak di seberang kamarnya belum ia lihat. Ia pun menggandeng tangan Bi Dam, memintanya untuk melihat ruangan itu. Dibuka pintu ruangan itu, dan Deok Man agak terkejut bahwa ruangan ini yang cukup luas ini kosong. "ini ruangan apa?" tanya Deok Man
"ini..ini..kamar untuk anak-anak.. anak kita"jawab Bi Dam terbata-bata.
Deok Man terdiam memandang ruang kosong ini lalu tersenyum kepada Bi Dam "tentu saja"
Waktu terasa cepat berlalu. Bi Dam dan Deok Man segera bersiap berangkat menuju istana.
Meskipun sudah tidak menjadi ratu, Deok Man diberi kepercayaan oleh raja untuk mengatur masalah pengembangan pertanian di Seorabeol dan sekitarnya. Mereka berdua pun berangkat.
Siang harinya, sesudah menghadap Raja, Deok Man mengantarkan bekal makan siang untuk Bi Dam yang kemudian dilahapnya tanpa sisa. Karena hari itu tugas Deok Man sudah selesai, Deok Man memutuskan pulang mendahului Bi Dam. Dan Bi Dam mengizinkannya.

Kediaman Perdana Menteri Bi Dam
sesampainya di rumah, Deok Man berjalan sendiri mengelilingi rumahnya. Dan akhirnya dia memutuskan untuk membaca buku favoritnya di ruang baca sambil menunggu kepulangan Bi Dam. Karena waktu makan malam sebentar lagi, Deok Man pun mulai memasak makan malam lalu mandi. Dan ia duduk menunggu suaminya pulang di ruang keluarga.
"aku pulang" kata Bi Dam berjalan memasuki rumah
"selamat datang" jawab Deok Man sambil berusaha berdiri. "mandilah, air hangat sudah tersedia untukmu lalu kita makan malam" pinta Deok Man.
"baiklah.." jawab Bi Dam tersenyum. Kemudian mereka makan malam bersama. Sesudah itu, Bi Dam dan Deok Man bersantai di pelataran kamar mereka yang menghadap halaman. Hari itu bulan penuh. "laporan keuangan kerajaan tahun ini bagus, kita mendapat surplus besar" kata Bi Dam. "syukurlah, semoga tahun depan lebih berlimpah" jawab Deok Man yang duduk menyandarkan kepalanya ke bahu Bi Dam. "bagaimana dengan harimu tadi?tanya Bi Dam. "sangat menyenangkan sekali" jawab Deok Man. Setelah puas melihat bulan, Bi Dam berdiri. Dan ketika Deok Man berdiri, Bi Dam mengangkat dan menggendongnya menuju kamar mereka. Deok Man kaget namun ia senang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar