Pages

Jumat, 21 Mei 2010

fanfic bideok- raining........(scane 7)

scane 7



Kim nam gil-senin- 3 november 2007- seoul
Yo won sudah satu minggu tidak masuk sekolah apakah dia benar-banar sakit?, kenapa aku mengkhawatirkan dia? Tidak!!! Tidak!!! tidak!!!! Aku hanya menunggu nya sekolah agar aku bias meminta sapu tangan ku kembali.

Saat ye jin datang ia hanya sendirian, berarti yo won tidak masuk lagi. Selama satu minggu aku berusaha dengan keras agar tidak menanyakan apa-apa tentang yo won, tapi aku harus memastikan kapan sapu tangan ku akan kembali?. Setelah satu minggu duduk satu bangku, kami berdua menjadi sangat akrab. Kami sama-sama menyukai pelajaran biologi dan lagi pula ia teman perempuan yang menyenangkan.

“nam gil, aku lelah sekali” ye jin duduk dengan wajah yang lusuh.

“memangnya kau kerja paruh waktu ya?” aku menanggapi nya dengan setengah mengejek.

“enak saja!!!, aku tidak bisa tidur dengan nyenyak satu minggu ini sampai sekarang yo won belum sadar dari koma nya” yo won koma?, berarti kemarin dia benar-benar sakit.

“memangnya yo won sakit apa? Apa dia sekarat dan sebentar lagi akan meninggal?.” Aku setengah tertawa saat ye jin mengepal tanggan nya seakan-akan ingin memukul ku.

“jantung yo won itu lemah, itu penyakit yang di turun kan oleh mendiang mama nya. Tapi yang jadi pertanyaan apa yang membuat dia begitu terkejut hingga koma?, sekarang yo won dalam perjalanan ke amerika. Semoga saja dia cepat sadar” amerika?, sepertinya yo won sakit parah, semoga dia cepat sadar jadi dia bisa mengembalikan sapu tangan ku.

Obrolan kami terhenti saat pah guru datang dan mengawali pelajaran, dan saat istirahat aku dan ye jin pergi ke kantin bersama-sama banyak sekali yang mengatakankami berpacaran tapi tentu saja tidak karena kami adalah teman akrab, setelah pelajaran matematika dilanjutkan dengan pelajaran biologi. Pelajaran kesukaan aku & ye jin.


Pak guru memberikan kami tugas perkelompok dan etntu saja selalu di bagi berdasarkan huruf abjad sehingga aku, ye jin dan yo won mendapatkan kelompok yang sama.

“aduh, jenis burung apalagi itu? Di mana kita bisa menemukannya? Itu kan burung yang sudah sangat langka!!” ye jin mengeluh saat saat pak guru memberikan tugas meneliti beberapa jenis burung yang langka.

“sudah tenang saja, serahkan saja pada ku” aku mencoba menenangkannya.

“tenang… tenang…. , apa nya yang tenang? Pak guru hanya memberikan kita waktu satu bulan” ye jin bergerak spontan menghadap ku lalu menggerutu tak jelas, aku sangat terkejut hingga aku terdiam.

“kau membuat aku terkejut” aku mengatur nafas sebelum malanjutkan kalimatku, “aku punya sepasang jenis burung itu di rumah ku” aku menjelaskan kepada ye jin dan akhirnya ia diam dan sangat senang.

“kenapa kau tidak bilang dari yadi?, berarti kita tinggal membuat laporan saja”

“bagaimana aku bisa bicara kalau kau menggerutu tanpa titik koma?”


Ye jin memukul aku, tapi tidak kena. Kami berkejar-kejaran di sekitar lorong kelas dan akhirnya kami memutuskanpergi ke kantin untuk membeli makanan siang bersama.
Go hyeon jeong- senin-24 november 2007-pusan
Aku banar-banr merindukan jae jung, sekarang sudah hampir 14 tahun sejak kejadian itu putra kami pasti sudah besar sekarang. Aku masih ingat dengan jelas tanggal kelahiran putra kami yang terlahir kembar 3 ’13 maret 1994’, mereka sangat lucu saat pertama kali aku melihatnya walau sedikit samar aku bias melihat dengan jelas, mata mereka mirip sekali dengan jae jung.


Aku sangat menyesal saat itu, ‘9 april 1994’ hari di mana aku kehilangan ketiga putra ku. Aku koma sesaat seelah oprasi sesar yang ku jalani, dan saat aku sadar mereka telah menghilang tanpa ku ketahui siapa yang membawa mereka. Saat itu Jae jung sedang berada di luar negeri dalam rangka mengurus masalah bisnis nya,akhirnya kami berdua bertengkar dan saling menyalahkan.

Aku pulang ke rumah ayah ku di pusan dan betapa menyesalnya aku karena tidak menuruti nasehat ayah saat itu. Aku bertemu jae jung saat dia berlibur di pusa, dulu ayah tidak setuju aku berhubungan dengan jae jung tapi aku pergi dari rumah dan tinggal bersama jae jung walau tanpa ikatan pernikahan. Tak lama kemudian aku hamil tapi aku tidak berani memberitahukan ke hamilan ku kepada ayah, tidak ada yang datang ke rumah sakit terkecuali pembantu di rumah kami, rumah ku dan jae jung. Dan sial nya. Bayi-bayi ku hilang saat pembantu ku pulang sebentar kerumah.

“bibik sedang mendengarkan kicauan burung lagi ya?” lee han mengagetkan ku dengan kehadirannya yang hangat dan senyumannya yang lebar sehingga sederetan gigi putih nya terlihat sangat jelas.


“kau mengagetkan bibik saja!” aku membalas senyum nya dan mempersilahkan ia duduk di samping ku.

“wah pagi ini indah sekali ya bik, kicauan burung sangat merdu tidak seperti omelan papa” lee han tertawa ringan lalu menggigit sepotong kue yang ada di atas meja.


“bibik tahu, kau pasti bertengkar lagi dengan papa mu. Coba bibik tebak?” aku berpura-pura berpikir dan membuat lee han tertawa, “ pasti karena kau ingin kuliah di seoul, lagi pula papa mu itu benar!. Di sana sangat berbahaya dan sangat sulit hidup di antara orang-orang yang sama sekali tidak kau kenal, walaupun kau mendapatkan beasiswa bukankah kau bisa menolaknya dan menemani papa mu di sini?”
Aku mengomeli lee han dengan menahan tawa, karena dia menirukan gerak bibir ku saat berbica ra dan ia tampak sangat lucu.


“aku mau pergi dulu bik, sepertinya aku telah menemukan papa dalam versi seorang wanita yang cantik. Dan kata nya kalau wanita & lelaki memiliki sifat atau wajah yang sama berarti jodoh, oke lah kalau begitu. Lee han pamit dulu mama” lee han menggoda ku dan kabur sebelum aku sempat mengejarnya.


Lee han adalah seorang anak laki-laki di di desa, aku dan lee han sangat akrab bahkan hampir seperti ibu dan anak entah mengapa aku merasa sangat nyaman bila berada di dekat nya.


Dia adalah anak yang baik, sopan dan sangat menyayangi ayah nya tapi beberapa hari ini mereka bertengkar karena lee haningin mengambil beasiswa kuliah di seoul yang ia dapatkan. Lee han adalah anak yang sangat cerdas, seharusnya anak seumuran nya masih menduduki kelas 8 tapi lee han berhasil loncat kelas beberapa kali dan sekarang ia menduduki kelas 11.

Lee han sangat mengagumkan meskipun dia mempunyai sejarah hidup yang menyedihkan, lee bukan lah anak kandung ho bin melainkan adalah anak angkat. Lee han di temukan di antara rerumputan, satu-satu nya yang di titipkan orang tua lee han adalah selembar kertas bertuliskan sebuah nama ‘lee han’.


Namun, lee han tumbuh menjadi seorang anak yang ceria. Lee han mengetahui semuanya saat ia berumur 7 tahun, sejak saat itu tidak seorang pun yang pernah melihat lee han menangis atau pun mempertanyakan masa lalu nya. Yang lebih menyedihkan adalah ho bin tidak tahu tanggal kelahiran lee secara pasti, sehingga tanggal ‘9 arpil 1994’ yaitu saat lee han di temukan dianggap sebagai tanggal kelahiran nya.

Tapi ada satu sl ysng aneh dari kebiasaan lee han, dia sangat membenci hujan. Kata nya dia merasa sangat buruk saat melihat hujan turun, mungkin ini ada hubungannya dengan masa lalu lee han.

Lee ye jin- 24 november 2007- seoul

Aku sangat khawatir dengan keadaan yo won, entah mengapa aku peduli dengannya. Sekarang sudah satu bulan sejak yo won koma, namun ia belum sadar. Perawatan medis di amerika pasti sangt baik, dan aku yakin yo won akan segera sadar.

Sekarang aku dan nam gil sangat dekat, walau awalnya ia sangat ketus, cuek, sombong, dan sangat menyebalkan. Berhubung aku adalah fans berat nam gil, itu bukan lah sesuatu masalah besar. Jujur saja aku merasa sangat terganggu dengan gosip yang menyebar di sekolah, mereka mengira aku dan nam gil pacaran padahal kami adalah teman dekat.

Karena papa berada di amerika untuk menemani yo won, aku bisa bertemu dengan kak jung chul. Sudah lama aku tidak bertemu dengan nya, selain karena kak jung chul sibuk mempersiapkan ujin nya aku tidak bisa pergi & bertemu teman seenaknya. Papa memberikan aku pengawal pribadi dan itu membuat aku tidak nyaman.

Kak jung chul sudah seperti kakak kandung bagi ku, dia sangat baik dan kami sering berbagi cerita dari cerita ringan bahkan sampai masalah keluarga sekalipun. Kami saling mempercayai satu sama lain, walau kak jung chul termasuk anak konglomerat ia tidak perbah sombong.

Saat pernikahan mama, aku melarikan diri dan tidak menghadiri pernikahannya di gereja. Aku menemui kak jung chul dan bercerita dengannya, entah mengapa aku merasa beban ku menjadi ringan setelah bercerita dengan nya. Aku sangat ketakutan di hukum oleh mama, tapi ternyata yo won dan seung hoo juga kabur tapi aku masih menghadiri acara resepsi nya bersama seung hoo sedangkan yo won entah berada di mana.


Pernikahan itu sangat tertutup, bahkan yang menikahkan mama & papa adalah seorang pastur yang berasal dari keluarga yo won sendiri. Semua adalah keluarga, tertutup untuk umum dan resepsi nya sangat mewah dan banyak sekali orang-orang penting & terkenal yang datang.

“maaf kakak terlambat” tiba-tiba saja kak jung chul mengagetkan ku dengan kedatangannya, aku datang lebih cepat di warung ramen langganan kami.

“kak jung chul ayo duduk, banyak sekali yang ingin aku ceritakan dengan kakak” aku menarik kak jung chul agar segera duduk.

“sabar nono lee, menjadi seorang anak dari keluarga yang kaya raya ternyata tidak membuat mu berubah ya?” kak jung chul tertawa saat aku cemberut dengan lelucon yang di buat nya.

“aduh ye jin marah ya?, ya deh maaf. Kata nya mau cerita? Ayo cepat!! Kakak ingin mendengarkan nya” kak jung chul mengacak-acakan rambut ku lalu memesan 2 mangkok ramen .

“kak, aku duduk satu bangku dengan kim nam gil yang aktor terkenal itu, kalau teman-teman tahu mereka pasti iri. Dan kakak tahu ada hal yang lebih hebat lagi?”

“wah kau sangat beruntung ye jin, apa?”

“aku dan nam gil sangat dekat sehingga kami berdua di gosip kan pacaran sama teman-teman, kami selalu mendapat kelompok yang sama di setiap tugas. Karena nama kami berdekatan dalam abjad inggris, aku, nam gil & yo won. Oh ya kak, aku kasihan dengan yo won”

“bukan kah dia itu saudara tiri mu?, kakak sudah yahu kok dari tv. Yo won koma kan?”

“tv? Kok bisa?”

“tentu saja ye jin, keluarga mu itu sangat terkenal”

“tunggu sebentar kak, aku mengangkat tlp dulu” aku sedikit menjauh saat tlp ku berbunyi, dan ternyata mama yang me nelpon q ada apa ya???. “yo won????, yang benar ma!!, baik lah aku akan segera pulang”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar