Pages

Senin, 29 November 2010

FF BIDAM - DEOKMAN, Our Love Story Bag 6

BAGIAN 6

Scene : The Wedding ceremony

Aula Utama Istana

Aula tampak riuh, para tamu sudah berdatangan, rakyat sudah menonton di luar istana. Semua tampak senang dan gembira menyambut upacara besar ini yang diselenggarakan sangat mewah dan meriah. Bidam tampak gelisah berdiri di altar pernikahan, ia sangat tampan memakai baju adat pernikahan Shilla berwarna dasar putih dengan lis merah dan bordiran emas.

‘YANG MULIA RATU SEONDEOK, CALON PENGANTIN WANITA TIBA” protocol acara mengumumkan.

Pintu gerbang samping kiri terbuka dan Deokman berjalan bersama rombongan keluarga kerajaan mendekati altar. Deokman sangat cantik mengenakan mahkota ratu dan memakai pakaian adat pernikahan Shilla dengan warna yang sama seperti yang dikenakan Bidam. Melihat Deokman datang Bidam tersenyum bahagia dan takjub melihat kecantikan dan keanggunan Deokman. Mereka berdiri bersebelahan menghadapi altar. Dan upacara pernikahanpun dimulai lalu diakhiri oleh berbagai atraksi dan acara jamuan makan yang mewah, disela-sela atraksi Bidam tak henti-hentinya menatap Deokman disebelahnya yang sekarang sudah resmi jadi istrinya, merasa diperhatikan Bidam, Deokman menoleh tersenyum

“Apa kau bahagia..?”tanya Deokman

“Aku rasa aku akan meledak saking bahagianya”jawab Bidam, Deokman tertawa kecil “Deokman, aku berjanji akan selalu membahagiakanmu, mencintaimu, menyayangimu, dan mendampingimu sampai maut memisahkan kita karena aku sangat mencintaimu bukan karena kau adalah ratu dan penguasa tapi karena kau adalah deokman, deokmanku dan kaulah harta dan anugerah yang terindah dalam hidupku. Aku tidak bisa hidup tanpamu dan aku akan selalu bersamamu selamanya”kata Bidam sambil memegang erat tangan Deokman. Deokman sangat bahagia mendengarnya, ia meremas tangan Bidam tanda bahwa ia juga merasakan hal yang sama.

“Bidam.. aku juga mencintaimu, dan aku akan melakukan hal yang sama untukmu”jawab Deokman tersenyum bahagia.

Setelah atraksi selesai dan semua kerabat kerajaan, para tamu pejabat petinggi negara, para utusan-utusan kerajaan tetangga memberikan selamat pada mempelai, pengantin diarak keluar istana dan berkeliling disekitar istana untuk menyapa rakyat yang ingin melihat dan memberikan selamat pada ratu dan suaminya.

Hari sudah sore saat upacara dan acara pernikahan selesai. Bidam dan Deokman pun kembali menuju istana Ingang untuk beristirahat, kemudian menjelang malam..

Scene : first night

Kamar tidur ratu

“Apa Yang Mulia sudah siap?”tanya Choisun sambil merapihkan tatanan rambut Deokman yang digerai panjang dengan sedikit hiasan jepit diatasnya, Deokman memakai pakaian tidur putih berkain lembut melayang (sifon) dan memakai jubah luar berwarna merah border emas.

”apa aku terlihat cantik?” Deokman memandang wajahnya di cermin, ia merasa sedikit gugup entah kenapa karena ini malam pertamanya.

“Yang Mulia sangat cantik, Sangdaedung Bidam sangat beruntung mendapatkan Yang Mulia”ujar Choisun sambil tersenyum.

“baiklah aku siap, kau keluarlah”sahut Deokman

“baik Yang Mulia”Choisun mundur keluar sambil memberi hormat.

Deokman memilih duduk di tepi ranjang sambil menunggu Bidam datang

“kenapa aku tegang sekali ya, pfffhh”gumam Deokman.

‘srreekk’pintu membuka, dilihatnya Bidam yang datang memakai pakaian dengan warna yang sama dengan dirinya. Deokman berdiri mencoba tersenyum wajar karena ia merasa sangat tegang. Melihat Deokman yang tegang, Bidam dengan santai mendekati Deokman lalu nyengir sambil tertawa kecil mencoba mencairkan suasana. Akhirnya deokman ikut tertawa kecil juga

”apa kau menertawakan aku?”tanya Deokman.

“bukan itu maksudku, hanya saja aku terlalu senang hari ini jadi aku tidak bisa mengendalikan emosiku, maafkan aku”jawab Bidam, Deokman hanya tersenyum.

Bidam mendekati Deokman dan menatap dalam-dalam mata Deokman dengan wajah serius, Deokman jadi salah tingkah ditatap begitu

“ada apa?”tanya Deokman.

“Apakah ini benar kau Deokman? Kau sangat cantik sekali Deokman, aku hampir tidak percaya bahwa akhirnya aku bisa memilikimu…katakan padaku apa aku bermimpi, bila ya, aku tidak mau bangun”ujar Bidam sambil mendekat ke arah Deokman. Deokman memeluk Bidam dan bergumam

“kau tidak bermimpi, sekarang aku resmi jadi milikmu, jadi istrimu” saat berpelukan ketegangan Deokman berubah jadi perasaan hangat yang nyaman menjalar ke seluruh tubuhnya.

“aku sangat mencintaimu, deokman, deokmanku”sahut Bidam. Deokman sangat senang mendengar kata-kata Bidam. Lalu Bidam melonggarkan dengan lembut pelukan Deokman dan mengarahkan bibirnya ke bibir Deokman dan menciumnya, Deokman membalas ciuman Bidam, ia membiarkan dirinya hanyut dalam kehangatan dan kelembutan bibir yang saling bertautan, tangan Bidam merangkul pinggang Deokman dan Deokman membalas dengan mengalungkan lengannya ke leher Bidam.Ciuman Bidam beralih dari bibir menyusuri leher Deokman pelan dan lembut, sementara itu tangan Bidam perlahan membuka satu persatu pakaian Deokman, setelah semua ditanggalkan, Bidam membaringkan Deokman di ranjang dan menatap Deokman dari atas sampai bawah, Deokman tersenyum malu dan menarik Bidam agar berbaring juga disisinya lalu merekapun larut dalam kebahagiaan malam pertama sebagai suami istri.

“aku mencintaimu Deokman”bisik Bidam di telinga Deokman sesaat setelah bercinta.

”aku juga mencintaimu Bidam, sangat mencintaimu”jawab Deokman pelan, kepalanya perlahan dibaringkan ke dada Bidam, Bidam membelai dan mencium rambut Deokman, dan mereka pun tertidur.

Matahari menerobos masuk dan kicauan burung terdengar, Deokman membuka mata dan menoleh ke sampingnya, dilihatnya Bidam menopang kepala dengan tangannya sedang memperhatikan dirinya, poni rambut Bidam menutupi sebagian matanya tapi Deokman bisa melihat jelas kalau Bidam sedang menatapnya lembut

“selamat pagi Deokman”kata Bidam tersenyum

“selamat pagi juga”jawab Deokman tersenyum,

“sudah lama bangun?”tanya Deokman

“cukup lama untuk memperhatikan tidur istriku yang cantik ini”canda Bidam

“aah kau ini”jawab Deokman manja, tangan Deokman mengulur keatas untuk merapikan poni Bidam yang menutupi matanya. Bidam ingat pertama kali Deokman menyentuh rambutnya kala Bidam limbung dan sedih karena kematian mishil lalu Deokman menghiburnya dan memeluknya erat dengan penuh kasih sayang. Saat itu ia merasa sangat bahagia dan melupakan kesedihannya.

“Bidam”kata Deokman lembut membuyarkan lamunannya.

“ya”

“aku boleh bertanya sesuatu?” Deokman menarik tangannya tapi diraih Bidam dan digenggam lembut

“ya tentu saja” sekarang tangan Deokman dikecupnya.

“kapan kau pertama kali jatuh cinta kepadaku?” tanya Deokman, Bidam tersenyum

“kenapa kau ingin tahu?”balas Bidam lembut

“jawablah Bidam, tolong..”rajuk Deokman.

“hhmm, aku mulai memperhatikanmu ketika kau memakai pakaian tuan putri yang diberikan kakakmu waktu kau melarikan diri bersama yushin, terus terang kau sangat cantik sekali dan itu pertama kalinya aku tertarik dan jatuh cinta dengan seorang gadis yaitu kau, lalu aku benar-benar tidak bisa melepaskanmu dari pikiranku ketika kau berniat ke soerabeol untuk merebut tahta setelah kematian kakakmu, pendirianmu yang teguh, percaya diri, cerdas, penuh ambisi, cantik, sekaligus baik hati membuat aku kagum dan makin jatuh cinta padamu” Deokman tersenyum simpul mendengarnya

“tapi… sayangnya cintaku bertepuk sebelah tangan… waktu itu istriku ini mencintai pria lain…”canda Bidam sambil menarik hidung Deokman, Deokman menepis tangan Bidam dan membalas menarik hidung Bidam juga, Bidam kaget

“aduh..”ujar Bidam sambil mengernyitkan hidungnya dengan bentuk yang aneh, mereka berdua tertawa.

“tapi sekarang aku hanya mencintaimu, pria yang sekarang jadi suamiku”sahut Deokman

“ya, perlu penantian dan perjuangan yang panjang untuk mendapatkanmu”ujar Bidam serius.

“kau ingat waktu pertama kali kita bertemu, kau mengerdipkan mata padaku, kenapa?”tanya Deokman riang

“karena kau cantik, padahal aku belum tahu kau ini laki-laki atau bukan, tapi dari sekilas melihat saja..walaupun kau memakai pakaian laki-laki..kau cantik, aku pikir laki-laki yang cantik” Bidam dan Deokman tertawa

“sekarang giliranmu.. kapan kau mulai jatuh cinta padaku?”lanjut Bidam.

“aku tidak mau menjawabnya..”elak Deokman sambil membalikkan badan memunggungi Bidam,

“kau harus menjawabnya..”ujar Bidam sambil berusaha membalikkan punggung Deokman yang polos tanpa sehelai benangpun, Deokman tertawa kecil

“aku tidak mau..”jawab Deokman.

“eehh..deokman kau ini.. akan kuhukum kau”kata Bidam sambil menciumi leher dan punggung Deokman gemas. Deokman tertawa geli

“Bidam..sudah..sudah..ampun..” Deokman menyerah ia membalikkan badannya dan Bidam tertawa gemas memperlihatkan giginya yang putih berderet rapi ‘kau memang tampan bidam’kata Deokman dalam hati. Deokman menarik wajah Bidam dengan kedua telapak tangannya, ia ingin agar Bidam menciumnya kali ini Deokman sedikit agresif, tapi Bidam menyukainya. Dan pagi itu mereka saling bertautan kembali penuh cinta.

Mereka sangat menikmati waktu bersama-sama, mereka memutuskan untuk sarapan di kamar dan mandi bersama, lalu berjalan ke taman istana sambil sesekali menerima beberapa ucapan selamat dari para pejabat dan bangsawan yang ditemui sepanjang jalan ke taman. Mereka tak henti-hentinya saling menatap dan tersenyum bahagia seperti sepasang remaja yang jatuh cinta.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar