Pages

Kamis, 02 Desember 2010

FAN FIC BIDAM – DEOKMAN, Our Love Story BAGIAN 13

FAN FIC BIDAM – DEOKMAN, Our Love Story

BAGIAN 13

SCENE : FEMINIME GUY

Jungsae-rang berhasil menahan mereka, air muka Han SangJi kelihatan ketakutan ketika Jungsae-rang mengacungkan pedang ke arah mereka. Jungsae-rang merasa menang sesaat dan menjadi lengah karena mengira lawannya tak berkutik tapi dia salah, dengan gerakan cepat Han SangJi membentangkan kipasnya dan menyingkirkan pedang Jungsae-rang tiba-tiba, sehingga pedang Jungsae-rang terpental, lalu dengan gerakan cepat Han SangJi menyapu kakinya pada kaki Jungsae-rang sehingga Jungsae-rang terjatuh mendaratkan bokongnya di tanah.

Jungsae-rang yang masih terkejut dengan gerakan Han SangJi, mundur beringsut mencoba menghindari serangan kaki Han SangJi, ternyata pria kemayu ini cukup mempunyai ilmu silat dan memakai kipas sebagai senjatanya. Jungsae-rang akhirnya bisa berdiri dan memasang kuda-kuda tapi Han SangJi melemparkan kipasnya alih-alih boomerang ke arah dada Jungsae-rang dan mengenainya, lalu dengan salto di udara, Han SangJi menendang dengan kakinya sehingga Jungsae-rang mundur beberapa langkah sambil menahan dadanya kesakitan. Han SangJi berjalan pelan kemudian mengambil kipasnya dari atas tanah juga mengambil pedang Jungsae-rang lalu mendekati Jungsae-rang sambil mengacungkan pedangnya dengan gerakan mau menghabisi nyawa Jungsae-rang. Lalu dengan suara kemayu khasnya

“ah.. sayang sekali aku harus membunuhmu, aku menyukaimu. Tapi kita berada di posisi yang berlawanan” ujar Han SangJi dengan senyum genitnya, Jungsae-rang mengerutkan mulutnya menahan sakit sekaligus geli mendengar perkataan Han SangJi. Hampir saja pedang akan menyabet kepala Jungsae-rang ketika

“trang” pedang Bidam menahan laju pedang Han SangJi untuk membunuh Jungsae-rang.

Dua pria tampan dengan dua karakter yang jauh berbeda saling berhadapan dan menatap tajam, Bidam dengan tatapan dinginnya yang khas serta Han SangJi dengan tatapan genitnya sambil terus menyungingkan senyum seperti wanita penggoda. Bidam memulai menyerang duluan tapi Han SangJi berhasil menghindar, tangan kiri Han SangJi memegang kipas dan tangan kanannya memegang pedang, setelah beberapa gerakan saling serang, Bidam berhasil melayangkan kakinya di punggung Han SangJi kala salto di udara, tapi Han SangJi kembali berbalik dan melakukan salto balasan sambil menyabetkan kipasnya pada bahu Bidam yang tak terlindungi karena Bidam memakai baju penyusup, luka lama Bidam terbuka kembali saat terluka karena serangan Bojong. Bidam secara refleks mengaduh karena darah mengucur dari bahunya..

Jungsae-rang terkejut, Han SangJi tersenyum puas.

Sementara Bidam dan Han SangJi berkelahi, pasukan bantuan yang dikirim Deokman datang. Lalu dengan mudah mereka menyergap dan menangkap para penyelundup.

“Sangdaedung!” seru Jungsae-rang ketika melihat Bidam terluka, Jungsae-rang segera menyongsong Bidam, dan menatap geram pada Han SangJi lalu Jungsae-rang mulai menyerang dengan sekuat tenaga. Bidam melemparkan pedang ke Jungsae-rang dan Jungsae-rang menangkapnya lalu Bidam memegang lukanya. Sebenarnya Bidam bisa saja mengalahkan Han SangJi tapi ia ingin memberikan kesempatan pada Jungsae-rang untuk melawan Han SangJi dan menambah pengalaman ilmunya. Hanwook-rang berlari mendatangi Bidam dengan sikap siaga karena Jungsae-rang sedang melawan Han SangJi, Hanwook-rang ingin maju membantu Jungsae-rang tapi dihalangi Bidam.

“biarkan dia, Jungsae-rang pasti bisa mengatasinya” tapi perkiraan Bidam salah.

Han SangJi bukan lawan sebanding bagi Jungsae-rang dengan dua senjata ditangan Han SangJi yaitu kipas dan pedang, Han SangJi berhasil melukai Jungsae-rang dengan menyabetkan pedang di paha kiri Jungsae-rang. Melihat itu Hanwook-rang maju dan menyerang Han SangJi yang belum terluka sekalipun, Bidam mendekati Jungsae-rang dan berusaha melihat lukanya

“kau tidak apa-apa?” tanya Bidam pada Jungsae-rang yang meringgis kesakitan kemudian mengelengkan kepalanya. Bidam merasa tidak sabar lalu mengambil pedang dari tangan Jungsae-rang dan mulai menyerang Han SangJi, Han SangJi berhasil menendang dada Hanwook-rang dan membuatnya mundur. Bidam maju dan mengayunkan pedangnya

“trang – trang” Bidam terus menekan Han SangJi dengan gerakan memutar angin maju ala Bidam dengan pedangnya. Han SangJi terpojok lalu membalikkan diri menyerang Bidam lewat bawah dengan kipasnya tapi Bidam sigap, kipasnya terkena pedang Bidam, lalu robek dan terlempar jauh. Rupanya kipas Han SangJi adalah senjata utamanya terbukti setelah kipasnya terlempar Han SangJi semakin mudah diserang Bidam. Akhirnya setelah beberapa serangan Han SangJi menyerah setelah pedang Bidam menyabet bahu dan lengan dan sedikit dibawah ketiaknya. Bidam menghela nafas panjang dan memandang Han SangJi yang berlutut di bawah menahan sakit lukanya.

“hhmm…aku pikir pria sepertimu tidak mempunyai keahlian pedang yang lumayan hebat, tapi ternyata aku salah, aku mengakuinya dan aku kagum padamu” kata Bidam, Han SangJi menengadah dan memandang Bidam dengan kesal tapi tersanjung karena ucapan Bidam.

Kediaman Gubernur Cholyuk : Bangsawan Han Sangmyul

“Apakah semuanya sudah diamankan?” tanya Bidam pada seorang kolonel yang melaporkan bahwa tahanan sudah dikumpulkan. Bidam tengah duduk dan diobati lukanya oleh seorang tabib walaupun agak meringgis tapi Bidam tetap menahan sakit lukanya.

“aku minta untuk Han SangJi harap dipisahkan dengan yang lainnya karena dia agak istimewa” pinta Bidam

“baik Sangdaedung”

“laporkan kerugian di pihak kita, dan juga semua data mengenai penyulundupan ini, besok pagi”

“baik Sangdaedung, hamba permisi” hormat si kolonel dan Bidam mengangguk. Kemudian datang nando yang mengantar surat dari Deokman. Bidam membacanya dan tersenyum, kemudian Bidam berbaring di tempat tidurnya sambil memeluk surat dari Deokman.

“Deokmanku, sangat lelah hari ini..aku ingin segera bertemu denganmu” gumam Bidam sambil menatap langit-langit kamarnya dan tertidur.

Besoknya, Bidam mengadakan pertemuan dengan beberapa pejabat di Cholyuk untuk membahas penyelundupan ini.

Bangsawan Han SangMyul dipindahtugaskan ke daerah yang lebih terpencil dan Han SangJi dan beberapa rekannya dibawa ke Soerabeol untuk diadili.

Bidam mempersiapkan dirinya untuk kembali ke Soerabeol, untuk bertemu dengan wanita yang sangat dia rindukan selama ini.



2 komentar:

  1. I'm ilfeel with Han Sang Ji a.k.a Iljimae.... 'n'.
    Ternyata disini dia bences booo'... Pasti yang pilem 'badutnya' JunKi yahh?? Bukan dari Iljimae... *sebel gw kira junki ver. Iljimae*
    Ya udah deeh... author memang yang b'kuasa, reader cm baca yang ditulis... *kcewaberat*
    But, I like your ff... ^^
    _GongjuHime_

    BalasHapus
  2. Yaaa...maav bgt ngecewain Gongju..... tp bkn brarti aq sbage anti fans Jun Ki....aq jg sukaaa daa m dya plagy waktu d Ilmijae,,,,ni cuman mnambah warna dlm karakter (t'inspirasi dr serial Jumong,,c Bae Soo Bin sbg Sayong jg bperan feminime guy)

    Namanx jg FF pan cm bdsk khayalan,,,,dpakenx Jun Ki sbge Han Sang Ji krn q kpikiran mrk bduwa (KNG n LJK) lg wamil brg pan....

    BalasHapus