Pages

Jumat, 30 Juli 2010

Chapter 41 part. 01: Yushin's Visiting

Dua hari kemudian.
Kediaman Perdana Menteri Bi Dam. Sore hari.
Bi Dam yang baru pulang dari Istana keluar dari tandunya “aku pulang..” serunya. “selamat datang..” sambut Deok Man. yang berdiri di samping pintu. Bi Dam segera berjalan menghampirinya. “kau tak perlu menyambutku di sini..kau bisa menunggu di dalam saja..” katanya khawatir. “aku baik-baik saja Bi Dam.. kebetulan aku sedang berjalan di dekat sini..” jawab Deok Man tersenyum. Tak lama kemudian, sebuah tandu datang dan berhenti di samping tandu Bi Dam. Kim Yushin berjalan keluar dari tandunya. “Panglima Yushin..” sapa Deok Man. Bi Dam berjalan menyambut Yushin “selamat dating kawan...” Lalu tiba-tiba dari dalam tandu keluar bocah laki-laki kecil kira-kira berusia 5 tahun langsung menggandeng tangan Yushin sambil memeluk bola yang dibawanya. “ayah..” panggilnya. Bi Dam tersenyum kepada bocah laki-laki kecil itu “siapa namamu nak?” tanyanya ramah sambil mengusap kepala bocah itu. Sama seperti ayahnya, ia tidak pemalu namun sopan. “Paman Perdana Menteri.. perkenalkan nama saya Kim Hyun Wo..” katanya sambil memberi hormat kepada Bi Dam. “ Bi Dam tertawa lalu mengusap kepala Hyun Wo “anak pintar..kau bisa memanggilku Paman Bi Dam nak.." "ia sangat mirip denganmu Yushin..” katanya pada Yushin. Hyun Wo tersenyum nyengir seperti layaknya anak kecil. Hyun Wo berjalan digandeng ayahnya bersama Bi Dam. “Tuan Putri..” Yushin memberi hormat kepada Deok Man. Deok Man tersenyum menyambut kedatangan Yushin dan putranya. “selamat atas kemenanganmu Panglima Yushin..” katanya. “terima kasih Tuan Putri..” jawab Yushin sambil membungkukan badan. Di samping ayahnya, Hyun Wo memberi hormat kepada Deok Man. “Hyun Wo..ayo sini sama bibi..” kemudian menggandeng Hyun Wo masuk. Di belakang mereka berdua Bi Dam dan Yushin berjalan bersama. “ada yang ingin kubicarakan denganmu Bi Dam..” Dari sorot mata Yushin, Bi Dam mengerti ada hal penting yang harus mereka bicarakan. “Deok Man?” panggil Bi Dam. “ya?” Deok Man menoleh. “kau dan Hyun Wo duluan saja.. kami akan menyusul..”katanya. Deok Man mengangguk lalu berjalan kembali bersama Hyun Wo dan ditemani Soo Hye.
Lalu Bi Dam mempersilahkan Yushin masuk dan duduk di ruang kerjanya.
“maaf bila aku sudah menggangumu..aku tahu seharusnya aku membahas ini di ruang kementerian saja… tapi setelah tadi aku membahasnya di Kementerian Pertahanan selama dua hari ini..kurasa aku harus sesegera mungkin membahas ini..” kata Yushin.
“apakah ini menyangkut masalah rumor kerja sama Goguryeo-Baekje?” tanya Bi Dam. Yushin terkejut “kau sudah mengetahuinya?” “mata-mata Shilla yang ada di Goguryeo tadi baru saja melaporkan bahwa ada isu bahwa Goguryeo akan mengadakan kerjasama dengan Baekje untuk menghadapi Shilla..tapi mungkin tidak dalam waktu dekat ini..” kata Bi Dam. “kau yakin?” tanya Yushin. “aku yakin..karena belum ada tanda-tandanya kesepakatan siapa di antara mereka berdua tentang pembagian wilayah yang mereka peroleh dan siapa yang akan memimpin pasukan gabungan mereka..sampai sekarang belum terpecahkan dan mungkin akan tetap begini dalam waktu yang cukup lama..”
“tapi jika itu terjadi apa kau punya rencana cadangan?” Bi Dam diam berpikir. “aku memiliki dua bayangan namun aku tak yakin dengan keduanya..yang pertama pasti kita harus menguasai wilayah yang merupakan perbatasan kedua kerajaan itu..agar mereka tak bisa berafiliasi…tapi ini cukup sulit..dan yang kedua…” “apa yang kedua?” tanya Yushin. “Yang kedua adalah….”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar