Pages

Selasa, 27 Juli 2010

Chapter 40: I Wish I Could Eliminate The Bitter Taste Left

Malam hari. Kediaman Perdana Menteri Bi Dam.
"hmm..lezatnya.." seru Bi Dam setelah melahap suap terakhir makanannya. Deok Man tersenyum bahagia melihatnya. "ayo makanannya harus dihabiskan...lalu setelah ini kau harus minum obat.." kata Bi Dam sambil mengambilkan lauk untuk istrinya. Deok Man tersenyum lalu menyantap kembali makanannya.
Setelah selesai makan malam, mereka berdua berjalan menuju ruang baca, tempat mereka biasa bersantai dan menghabiskan waktu. Bi Dam kembali menyelesaikan membaca buku seni perang Bangsa Romawi dan di sampingnya Deok Man menikmati buku kumpulan sastra Latin. “oh ya..tadi Yushin sudah kembali dan aku bertemu dengannya..ia bilang akan berkunjung ke sini mungkin besok atau lusa..” kata Bi Dam menoleh menatap istrinya. “hmm benarkah?baiklah aku akan meminta Soo Hye untuk menyiapkan semuanya..”jawab Deok Man. "sraak.." Soo Hye berjalan masuk sambil membawa nampan. Di atas nampan itu terdapat mangkuk berukuran sedang yang terisi cairan hangat berwarna coklat kehitaman dengan beberapa helai daun kecil yang sudah direbus dan secangkir air. "maaf Tuan Putri..waktunya untuk minum obat.." kata Soo Hye sambil memberi hormat di hadapan Deok Man dan Bi Dam. Deok Man meletakkan bukunya lalu mengambil mangkuk itu. Ia menarik napas dan menahannya kemudian menegaknya dalam sekali tegukan. Wajahnya mengernyit menahan rasa pahit dari obat itu. "ini airnya.." kata Bi Dam sambil memberikan secangkir air kepada Deok Man. Deok Man segera meminum air itu dan menghela napas lega setelahnya kemudian meminta Soo Hye membawa air lagi. "masih terasa sangat pahit ya?" tanya Bi Dam. Deok Man mengangguk "sedikit.." "ada sedikit sisa obat di bibirmu.. akan kubersihkan.." tunjuk Bi Dam sambil mengambil sapu tangannya dan bergerak mendekat. Namun alih-alih mengusap bibirnya, Bi Dam menggunakan cara lain. Bi Dam mengecup bibirnya. Melingkari istrinya dengan kedua lengannya, menciumnya perlahan penuh kehangatan. Alih-alih terkejut, Deok Man memejamkan matanya, melingkari Bi Dam dengan kedua lengannya, membalas ciumannya. "Bi Dam.." selanya. Di akhir, Bi Dam mengecup keningnya "kuharap aku bisa menghilangkan rasa pahit yang tersisa.." gumamnya . Deok Man melepas pelukannya membiarkan suaminya berlutut di hadapannya. "rasa pahitnya sudah hilang.." katanya sambil menempelkan tangannya pada pipi Bi Dam. Mendengarnya, Bi Dam tersenyum mengenggam erat tangan di pipinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar