Pages

Senin, 24 Januari 2011

FAN FIC BIDAM – DEOKMAN, Our Love Story BAGIAN 26

FAN FIC BIDAM – DEOKMAN, Our Love Story

BAGIAN 26

Scene : YEOM JIN YI

Hari kelima

Istana : ruang kerja raja

“Sampai saat ini belum diketahui dimana Tuan Putri berada? Ini sudah hari kelima, apa yang sebenarnya terjadi!!” tanya Yang Mulia Raja dengan nada tinggi.

“Yang Mulia.. tenanglah, kami semua juga sangat khawatir pada Tuan Putri Deokman” balas Permaisuri menenangkan dengan wajah cemas.

“bagaimana keadaan Sangdaedung Bidam?” tanya Yang Mulia Raja pada Alcheon.

“Sangdaedung Bidam, tampak sangat terpukul dan gusar”

“aku bisa memahami keaadannya, ini pastinya penculikan bukan kebiasaan Tuan Putri membuat orang-orang di sekitarnya khawatir. Tapi siapa yang menculiknya dan apa motifnya” Yang Mulia Raja bertanya pada dirinya sendiri.

“apa mungkin..” Yang Mulia Raja berpikir dan mencoba menarik kesimpulan.

“mungkin apa Yang Mulia?” tanya Alcheon

“penculikan Tuan Putri, apa ada hubungannya dengan perjanjian yang akan kita ajukan ke goguryeo mengenai Saitama?”

“mengapa Yang Mulia, berkesimpulan seperti itu?”

“mungkin saja.. ini baru perkiraanku. Kapten Alcheon, panggil Kim Yongchun, dan beritahukan pada Sangdaedung bahwa sementara dia dibebastugaskan dari kewajiban perdana menteri dan mengfokuskan pada pencarian Tuan Putri Deokman”

“baik Yang Mulia, hamba permisi”

Rumah Sangdaedung

Sementara itu, Bidam sedang mondar-mandir di halaman depan rumahnya dan menatap ke arah pintu gerbang penuh harap kala mendengar pintu gerbang dibuka. Santak datang menemuinya

“Bagaimana?” tanyanya pada Santak

“Hamba sudah menyebarkan surat pemberitahuan pada para gubernur di provinsi tentang hilangnya Tuan Putri Deokman, dan mereka segera akan melakukan tindakan pencarian dan menempel pengumuman di pasar-pasar tentang hal ini berikut sketsa wajah Tuan Putri Deokman” lapor Santak.

“apa kau menyertakan juga sketsa wajah Xiou Lie?”

“ya Tuan, saya sudah menyertakannya juga… tapi Tuan?”

“apa? Ada apa?”

“Tuan.. saat saya melihat sketsa wajah Xiou Lie, saya rasa saya seperti pernah melihatnya di suatu tempat. Saya juga pernah bertemu sekali dengannya saat di istana, wajahnya sangat familiar”

“apa…kau pernah melihatnya juga? Dimana? Aku juga merasa hal yang sama saat melihat wajahnya tapi aku tidak ingat dimana? Santak, coba kau ingat-ingat lagi.. tidak mungkin kau pernah melihatnya di gunung Hanggeok-san bukan, kau belum pernah kesana!”

“Hah.. nama gunungnya juga saya baru dengar, Sangdaedung”

“makanya, coba kau ingat-ingat lagi!.. mungkin bisa menjadi suatu petunjuk” perintah Bidam dengan mata penasaran dan tidak sabar. Santak mengerungkan wajahnya tanda berpikir lalu matanya berbinar tanda dia ingat sesuatu.

“jamuan---jamuan….makan malam.. saya pernah melihatnya disana sedang bermain sitar dan bernyanyi..” Santak mengernyitkan dahinya lagi tanda dia lupa.

“dimana? Jamuan makan malam dimana? Katakan!!” tanya Bidam kesal sekarang Bidam menarik kerah kimono Santak.

“eh..eh.. rumah..rumah.. bangsawan Yeomjong.. ya benar, saya pernah datang ke jamuan makan malam di rumah bangsawan Yeomjong, Sangdaedung juga hadir disana. Bangsawan Yeomjong menyajikan atraksi musik dan saya melihat Xiou Lie disana, ya sekarang saya baru ingat”

“rumah Yeomjong..” Bidam mencoba mengingat-ingat karena bukan sekali dua kali, Bidam datang ke rumah Yeomjong untuk jamuan makan malam dan Yeomjong selalu menyediakan wanita-wanita untuk para tamunya. Bidam sendiri tidak pernah tertarik untuk berhubungan dengan wanita manapun meski hanya seorang gisaeng untuk bersenang-senang. Dalam pikirannya hanya ada satu wanita dalam hidupnya yaitu Deokman.

“apa Xiou Lie adalah seorang gisaeng?” tanyanya pada Santak.

“kurasa bukan Sangdaedung, saya sekilas ingat bahwa Bangsawan Yeomjong pernah mengatakan---”


( FLASH BACK ON )

Rumah Bangsawan Yeomjong

Suasana jamuan makan malam yang dihadiri oleh para pengikut Bidam yang akhirnya jadi pemberontak, saat itu Bidam masih sangat loyal dengan para pengikutnya. Para Bangsawan bersenang-senang, menikmati hidangan dan meminum arak ditemani para gisaeng-gisaeng. Bahkan ada beberapa Bangsawan yang genit memeluk, merangkul, dan mencium para gisaeng. Bidam datang dan diikuti oleh Yeomjong di belakangnya.

“aahh.. senang sekali Bangsawan Bidam datang dan ikut bersenang-senang dengan kami disini” kata Misaeng dengan kata-kata manisnya dan dengan wajah genitnya. Bidam hanya tersenyum tipis, kemudian datang seorang gadis dengan pakaian yang bagus dengan model Tuan Putri menuangkan arak di cangkir Bidam.

“silahkan Bangsawan Bidam minum” kata Yeomjong dengan senyum penjilatnya yang sangat menyebalkan.

“ayo perkenalkan dirimu..” kata Yeomjong pada gadis itu

“selamat datang---Saryeong-Bu Bidam…nama saya Yeom Jin Yi.. semoga Saryeong-Bu Bidam menikmati jamuan yang kami sediakan” kata gadis itu lembut dan menyerahkan cangkir arak kepada Bidam, Bidam mau tidak mau melirik dan melihat wajah gadis itu / wajah Xiou Lie dan menerima cangkir dari Yeom Jin Yi, lalu meminumnya dengan senyum terima kasih.

“Bangsawan Bidam, Yeom Jin Yi sangat pandai bermain musik dan menyanyi, ayo tunjukkan bakatmu pada kami” perintah Yeomjong pada Yeom Jin Yi lalu Yeom Jin Yi memainkan sitar dan bernyanyi.

“bagaimana? Dia cantik bukan? Apa kau tertarik padanya?” tanya Yeomjong pada Bidam masih dengan senyum yang menyebalkan itu. Bidam sekilas melirik Yeom Jin Yi lalu memperlihatkan ekspresi wajah yang dingin pada Yeomjong.

“hey.. Yeomjong, apa maksud-mu? 1000 bidadari kau tawarkan padaku, aku tetap tidak tertarik. Jadi tidak perlu kau repot begini---ah sial, kalau tahu akhirnya selalu seperti ini, aku enggan datang kemari” jawab Bidam, Yeomjong pun diam tak berkutik.

“ayolah keponakanku---sampai kapan kau akan mempertahankan lajangmu itu? Sudah saatnya kau sedikit bersenang-senang dengan seorang wanita, aku tahu siapa wanita yang kau sukai dan aku juga tahu pasti akan sangat sulit bagimu mendapatkannya (aka:Deokman)” goda Misaeng.

Bidam hanya tersenyum menanggapi perkataan Misaeng

“dengarkan Misaeng-gung, pamanku---aku rasa itu bukanlah urusanmu dan ku mohon berhentilah mencampuri urusan pribadiku, jangan sampai membuatku marah” kata Bidam lembut tapi tajam dan mengancam. Air muka Misaeng pun berubah jadi kikuk.

“baiklah.. baiklah.. ayo dimakan.. ayo..” kata Misaeng salah tingkah.

Yeomjong dengan wajah gusar mendekati Santak.

“aigoo.. si Bidam itu, dasar pria yang aneh dan tidak bisa ditebak apa maunya..”

“memangnya kenapa..?” tanya Santak, Yeomjong mendelik dengan wajah kesal dan menjitak kepala Santak, Santak mengernyit sedikit.

“Pimpinanmu itu.. begitu dingin pada wanita, yang ada dipikirannya dan matanya hanya Yang Mulia Ratu Deokman saja, padahal dia tahu persis tidak akan mudah mendapatkannya, aku menawarkan anakku yang kupikir sangat cantik dibandingkan Yang Mulia, tapi tetap saja.. alih-alih melihatnya meliriknya pun tidak. Bagaimanapun caranya aku harus bisa menikahkan anakku dan Bidam” kata Yeomjong gusar.

“Memang anakmu itu cantik..?” tanya Santak polos, lagi-lagi Yeomjong mendelik dengan wajah kesal dan menjitak kepala Santak lagi tapi tidak berhasil karena Santak langsung melindungi kepalanya.

“Kau lihat gadis yang bermain sitar itu..” Yeomjong menunjuk ke arah Yeom Jin Yi. Santak melihatnya dengan seksama dan mengangguk-angguk kepalanya.

“cantik bukan..?”

“ckckck, ya.. dia cantik, berbeda sekali dengan ayahnya..” kata Santak polos dan melirik takut-takut pada Yeomjong, sekarang Yeomjong mendelik marah dan siap-siap mau menonjok Santak tapi meleset karena Santak sudah kabur lari.

( FLASH BACK OFF)

Scene : the secret revealed

Bidam memukul kepalanya dengan telapak tangannya tanda lupa sesuatu.

“Harusnya aku ingat, Xiou Lie alias Yeom Jin Yi adalah putri Yeomjong, aku begitu bodoh tidak ingat sama sekali. Kau apalagi sangat sangat bodoh---padahal Yeomjong jelas-jelas mengatakan padamu, Yeom Jin Yi itu anaknya”

“itu karena Sangdaedung tidak pernah melihat-lihat wanita dan apalagi mengingatnya” jawab Santak.

“sudahlah, yang penting kita sudah mempunyai petunjuk baru, sekarang kau segera temui Jungsae-rang dan Hanwook-rang dan sampaikan perintahku pada mereka agar mereka memeriksa rumah Yeomjong dan tanyakan mengenai Yeom Jin Yi, dimana dia tinggal, siapa koneksinya, dan latar belakangnya. Cepat!! Aku curiga mungkin dia dalang dibalik menghilangnya Deokman, aku akan memeriksa kamarnya. Pergilah!!” perintah Bidam pada Santak.

Pondokan di hutan Gwangmun (perbatasan Shilla – Saitama Goguryo)

Xiou Lie dan Bo Yong datang menemui Deokman

“Tuan Putri Shilla, bila tidak ada halangan, pesan dari kami akan sampai hari ini, berdoalah semoga keinginan kami terkabulkan dan kami tidak perlu repot-repot mengurusmu lagi. Aku ingin tahu apakah harga satu nyawamu sesuai dengan keinginan kami” kata Bo Yong.

“hanya tinggal satu urusan pribadi yang akan kita selesaikan lalu dengan senang hati aku akan membunuhmu” timpal Xiou Lie tersenyum sinis.

“siapa sebenarnya kalian? Dan apa yang kalian inginkan dariku?” tanya Deokman penasaran dengan suara sewajar mungkin untuk menyembunyikan rasa gugupnya.

“Tuan Putri Shilla atau kusebut mantan Yang Mulia Ratu Seondeok, kau orang yang telah menghancurkan impianku dan cintaku, tak sadarkah kau? Aahh---sebaiknya aku harus mengatakan padamu agar aku tidak perlu melihat wajah binggung-mu itu yang menyebalkan, juga agar kau tidak mati penasaran” kata Xiou Lie lalu dia menarik kursi didepan Deokman dan menatap Deokman tajam.

Deokman sama sekali tidak menyangka Xiou Lie begitu mengerikan dengan mata berkilat penuh dendam sehingga Deokman bertanya-tanya kesalahan besar apa yang dia pernah lakukan sehingga Xiou Lie jadi begitu membencinya.

“Namaku bukanlah Xiou Lie, namaku adalah Yeom Jin Yi dan aku adalah anak angkat dari ayahku bernama Yeom Jong. Ayahku salah satu pangeran Goguryeo Seongmin dan ibuku adalah selir raja Goguryeo Geongmin. Saat ibuku diketahui selingkuh dengan ayahku, maka Raja sangat murka dan mengusir lalu mengasingkan mereka, tapi Sang Raja rupanya tidak puas dengan hanya mengusir, dia---Raja Geongmin secara diam-diam memerintahkan pasukan untuk membunuh ayah dan ibuku. Akhirnya ayahku tewas dan untungnya ibuku berhasil lolos, aku tahu dibalik ini semua Raja melakukan konspirasi untuk melenyapkan Pangeran Seongmin yang merupakan pewaris sah kerajaan. Bisa kau bayangkan, keberhasilan Raja menyingkirkan ayahku, ternyata menyimpan dendam dan rencana tersendiri bagi ibuku. Ibuku adalah adik dari ayah angkatku Yeom Jong. Ibu dan ayah angkatku sepakat memberikan nama Yeom sebagai margaku untuk melindungiku dari sentuhan Raja Geongmin. Lalu aku dididik oleh mereka dengan kebencian terhadap Raja Geongmin. Ayah angkat mengatakan ada kesempatan untuk membalaskan dendam ibuku dengan menikahi calon raja Shilla yang berambisi menumpas Gogouryo..”

“Bidam..!, ayahmu tentu saja merencanakan kau menikah dengan Bidam” kata Deokman tiba-tiba.,

“kau pintar juga menarik kesimpulan, ayahku sangat membangga-banggakan Bidam, aku jadi penasaran seperti apa dia, lalu datang kesempatan agar aku bisa bertemu dengannya. Saat pertama kali aku melihatnya aku langsung tertarik padanya, ayahku berusaha mencari jalan agar aku bisa mendekatinya tapi tetap saja---bahkan saat aku bertemu dengannya lagi di rumahmu, dia tidak bisa mengenaliku. Sungguh mengecewakan tapi menguntungkan aku juga. Usaha dan penantianku ternyata sia-sia, ayahku mati ditangan orang yang dipujanya dan semua itu adalah kau penyebabnya. Di hari itu aku bersumpah akan membuatmu menebus semua kesalahanmu yang membuat ayahku mati dan mengambil pria yang kucintai” jelas Xiou Lie menatap tajam Deokman.

“jadi semua adalah tipu muslihatmu, masuk kerumahku menyamar sebagi pelayan dengan pura-pura menolong Pelayan Ma lalu mendekati Bidam dan membuatku mencurigai Bidam dan bertengkar dengannya dan oh---ular itu, aku yakin kau juga yang melakukannya, lalu mengapa kau tidak membunuhku atau meracuni makananku bukankah itu lebih mudah bagimu untuk kau lalukan?” tanya Deokman.

“tentu saja semua itu muslihatku, aku ingin sekali membunuhmu, tapi tampaknya aku harus bersabar lagi untuk melakukan semua itu karena kau tidak berguna bagi perjuangan kami bila kau mati..”

“apa yang kau perjuangkan?” tanya Deokman penasaran. Tapi Jin Yi hanya menatap Deokman dengan pandangan mengejek.

“Kurasa cukup informasi yang kau dapat dariku untuk hari ini” katanya lalu bangkit berdiri hendak pergi meninggalkan Deokman.

“Tunggu!! Kau harus katakan padaku apa sebenarnya mau kalian? Apa yang kalian perjuangkan?” seru Deokman kesal. Jin Yi berdecak sebal dan menatap Deokman tajam.

“Mau kami adalah---“ jawab Jin Yi.

4 komentar:

  1. salam kenak ya mbak miloke...
    kok fic nya gx dilamjutin sich???
    dah lama banget nunggu..,,

    BalasHapus
  2. Aduhh sist. masa nanggung banget fanficnya blum selesai?? Ga pa pa deh chapternya dikit aja, asal sampe tamat buatnya, dan ga ngegantung gini..

    Udah berbulan2 nunggu, eehh masih blum ada juga
    Duhh.. kecewa berat nie,,
    FF 'raining' juga udah lama ga di posting, masa FF OLS yg ini, nasibnya sama juga sihh..
    *pembaca kecewa

    Padahal ceritanya bagus bangettt.. :(

    by: Korban_ff

    BalasHapus
  3. bener bgt tu q setuju, kpan ne lanjutanx?

    BalasHapus
  4. whooooaaa~ authornim~ mana nih kelajutannya~ kami bideok lover nungguin nih~ please lanjutin donk... Authornim fighting..!!(ง•̀_•́)ง

    BalasHapus