Pages

Sabtu, 12 Juni 2010

Fanfic raining . . . . . . . (SCANE 12 BAG 5)

SCANE 12 BAG 5


LEE YO WON- 05 DES 07- SEOUL


"berhentilah melihat ku seperti itu?, please?" pinta ku kesal, tapi tetap mencoba bersikap sopan. Setidak nya hanya di depan semua orang, dia menyebal kan.


"anything for you, pasangan takdir ku?" jawab sang wook dengan mulut besarnya, disusul gelak tawa dan siulan anak sekelas sesaat setelah mendengarnya. Pak guru hanya tersenyum menggoda menyaksikan itu, mimpi apa aku semalam?. Sang wook, dia adalah anak baru itu tepat seperti firasat buruk ku sejak awal. Yang lebih menjijikkan adalah, sewaktu ditanya mengapa dia pindah kesini. Ia menjawab 'agar lebih dekat dengan pasangan takdir ku, lee yo won yang manis'. Dia mengatakan itu dengan tampang tanpa bersalah, dan yang lebih parah adalah SEKARANG AKU DUDUK SEBANGKU DENGAN NYA . . . . ,


dosa apa aku di kehidupan sebelum nya?. Oh iya, aku jadi ingat ramalan itu. Ramalan tentang takdir ku yang sampai sekarang masih ku ingat 'kalau kau merasakan kilasan atau mimpi yang aneh, datanglah kemari. Aku akan menjelaskan nya pada mu' . Kupandangi sebuah kartu alamat peramal itu, seoul. Alamt ini dekat dari sekolah, katanya 'kau sudah ditakdirkan bertemu dengan ku'. Percaya tidak percaya, tidak ada salah nya.


"nam gil?, kenapa kau?" sang wook memecah lamunan ku, ketika nam gil datang dengan wajah kusut nya. Ada apa dengan nya?.


Kim nam gil-05 des 07- seoul.


Sial, aku ingin sekali menjenguk kakak. Beberapa waktu yang lalu, keadaan kakak membaik. Dan sekarang, terjadi sesuatu dengan nya. Kakak, apa yang telah terjadi dengan mu.


"nam gil?, kau baik-baik saja?" tanya ye jin dan sang wook khawatir, sang wook? Kenapa dia ada di sini?


"hei?, kenapa kau ada di sini?" tanya ku bingung, sambil menaikkan salah satu alis.


Sang wook tersenyum riang lalu menunjuk-nunjuk yo won yang tampak sangat jengkel dengan nya, "aku pindah kesini, itu pasangan takdir ku. Yang waktu itu kuceritakan pada mu?" jelas nya riang, sambil menyikut tubuh ku sampai-sampai aku hampir terjatuh.


Aku berfikir sejenak, "oh, gadis yang kau ceritakan itu?. Yang pasangan takdir mu, dan ciuman pertama mu?" ingat ku segera dan tanpa sadar mengucapkan nya dengan volume suara cukup besar, untuk didengar teman sekelas. Ye jin mengayun kotak pensil nya, lalu mendaratkan nya ke kepala ku. Sakit sekali, ada kaca, kalkulator, dan benda keras lain nya. Lalu mendekat ke arah yo won yang bersiap-siap melemparkan meja ke arah kami. Disusul sorak teman-teman yang menyaksikan ini, 2 pasang kekasih sedang bertengkar? Sial. Gosip, selalu saja di gosipin.


Lee han- 26 des 07- pusan.


"ya, tanggal 3
bagi rapot. Sama dong, liburan ke mana yo won?" tanya ku.


"gak tau kak, kangen ya sama yo won?, kak sudah dulu ada guru. Nanti kita sambung lagi" goda nya.


"ih, dasar. Ya, semoga nilai nya bagus" harap ku, lalu tersenyum setelah menuTup tlp. Kami jadi semakin dekat, aku pasrah saja di panggil nya kakak. Yo won sangat manis, apa aku menyukainya y?.


"hei!" sapa seseorang, seraya menepuk bahu ku dari belakang.


"im ah?, mau kemana?" tanya ku bingung melihat ia berpenampilan seperti itu, dan membawa sebuah koper yang cukup besar.


"sudah selesai ulangan, mau kemana lagi kalau bukan liburan." jelas nya santai.


"ehm, yang waktu itu. Aku__"


"sudah lupakan saja" sela nya, "aku hanya mau pamit, semangat ya?. Semoga berhasil ikut ujian kelas 12" lanjutnya riang, lalu dengan cepat melangkah pergi setelah melambaikan tangan nya pada ku. Aku tahu, im ah menyukai ku. Tapi, bukankah akan lebih sakit kalau aku berpura-pura menyukai nya?. Bagaimana pun, im ah adalah gadis yang manis dan baik.


"wah, bibik sedang apa?" tanya ku tiba-tiba dan membuat bibik hyeon jeong melompat kaget.


"ah.."desah nya sambil mengelus dada dalam tarikan nafas dalam. "lee han, kau selalu membuat bibik kaget!" lanjutnya, lalu melemparkan sebuah bantal kearah ku.


Aku tertawa puas, menyaksikan apa yang aku lakukan sukses. "ehm, mau kemana bik?" tanya bingung.


"siapa yang mau ke mana?, dasar aneh." jawab bibik sedikit menaikkan salah satu alis dan tersenyum dengan senyuman khas nya. "ini, bibik membantu im ah mengemasi pakaian nya." jelasnya geli, setelah melihat aku memasang tampang melas.


"memangnya dia mau ke mana bik?, liburan kok bawa barang banyak sekali?" tanya ku kembali setelah melihat beberapa koper besar yang tertata rapi.


Sesaat bibik menatap ku aneh, lalu tersenyum. "im ah tidak cerita ya?" bibik balik bertanya, membuatku semakin bingung.


"cerita ap__"


"bik, sudah be, lee han?" sela im ah tanpa sengaja saat memasuki kamar.


"ini, bereskan sendiri. Kan ada lee han, minta tolong saja dengan nya" penyakit usil nya kumat, bibik memang seperti itu. Seolah-olah tahu isi hati seseorang, wanita yang sangat mengerikan jika dilihat dari sisi ini.


"kau mau kemana im ah?" tanya ku tegas, lalu menutup koper nya saat im ah berpura-pura tidak mendengar ku.


BERSAMBUNG

Tidak ada komentar:

Posting Komentar