Pages

Senin, 04 Oktober 2010

Chapter 46: Your Majesty's Plan

7 bulan kemudian.
Kamp Militer Baekje. Malam hari.
seorang prajurit Baekje berjalan masuk ke dalam sebuah kemah lalu memberi hormat. "Jenderal, Yang Mulia Raja mengirim titah langsung.." katanya sambil menyerahkan sebuah gulungan kepada pria yang dipanggilnya jenderal itu. Ini adalah pertama kalinya, prajurit itu bertatap muka langsung dengan jenderalnya. "separuh wajahnya benar-benar ditutupi topeng..benar apa yang dikatakan teman-teman.." pikirnya. "apa yang kau lihat?wajahkukah?" tegur pria bertopeng itu. "ti..tidak Jenderal.." jawab prajurit itu takut. Pria bertopeng itu mengembalikan gulungannya dan meminta prajurit itu keluar dari kemahnya. "saatnya sudah tiba.." gumamnya sambil tersenyum sinis menatap peta 3 kerajaan di hadapannya.

5 hari kemudian. Shilla
“aku pulang…” seru Bi Dam begitu keluar dari tandunya. “kami disini Bi  Dam…” sahut suara yang sangat ingin didengarnya. Bi Dam pun berjalan menuju gazebo di halaman samping. “lihat ayah sudah pulang..” kata Deok Man sambil melambaikan tangan kedua anaknya yang sedang duduk  di pangkuannya. Bi Dam berjalan menghampiri mereka lalu mengambil putri kecilnya dari pangkuan istrinya. “aku pulang..” katanya sambil mengecup kening istrinya. “selamat datang..” jawab Deok Man tersenyum. “Yun Ho…Yoo Na..kalian tidak nakal kan hari ini?” kata Bi Dam sambil mengelitiki kedua anaknya. Yun Ho dan Yoo Na hanya berceloteh dan tertawa geli. “kita masuk?” tanya Bi Dam. Deok Man mengangguk dan segera bangun dari duduknya sambil menggendong Yun Ho lalu berjalan masuk ke dalam rumah.

Sembari menunggu makan malam, Bi Dam mandi berendam air panas. Tentu saja ia tidak mandi sendirian. Ia mandi bersama kedua anaknya. “Bi Dam..mereka jangan terlalu berendamnya..” ujar Deok Man dari balik pintu kamar mandi.  “yaa..sebentar lagi.. mereka baru saja berendam” sahut Bi Dam yang sedang berendam sambil menggendong kedua anaknya yang asyik bermain air. Tak lama kemudian “sraak” pintu kamar mandi terbuka, Deok Man masuk ke dalam kamar mandi, sambil membawa sebuah handuk besar. “ini..” kata Bi Dam sambil menyerahkan kedua anaknya satu per satu kepada istrinya. Deok Man segera membungkus kedua anaknya yang basah dalam handuk. “senang ya mandi sama ayah?” kata Deok Man sambil mengeringkan badan kedua anaknya itu. Ia pun berjalan keluar dari kamar mandi sambil menggendong mereka. Bi Dam tersenyum menatap mereka. “fiuuh..” gumamnya sambil merendam dirinya lebih dalam. “sraak” pintu kamar mandi terbuka lagi. Deok Man melangkah masuk. Bi Dam menoleh “apakah ada yang tertinggal?” tanyanya.
Deok Man menggeleng . “aku ingin berendam bersamamu.. bolehkah?” tanyanya. Bi Dam hanya tersenyum lebar lalu kembali berendam. Deok Man mengerti makna senyum itu lalu membuka pakaiannya dan membilas dirinya dahulu sebelum berendam.

“ah nyamannya..” kata Deok Man sambil melangkah masuk ke dalam bak mandinya yang besar. Ia duduk berendam  di samping suaminya. “apa kau sudah menerima laporan yang kau minta?aku sudah mengirimnya tadi siang..” tanya Bi Dam. Deok Man tersenyum mengangguk “aku harap kebijakan ini tak hanya bisa dirasakan oleh wilayah Shilla saja..tapi begitu juga dengan wilayah Baekje dan Goguryeo yang sudah ditundukkan..” “kau ingin memenangkan hati mereka ya?” tanya Bi Dam sambil menatap istrinya dengan penuh kasih sayang. “aku tak ingin ada masalah seperti pemberontakan Gaya timbul lagi..semua wilayah yang ditaklukan Shilla adalah Shilla..jadi baik penduduk wilayah asal maupun yang ditaklukan..mereka punya hak dan kewajiban yang sama..” Bi Dam membelai rambut istrinya yang tergerai panjang “kau pasti bisa memenangkan hati mereka Deok Man..sama seperti kau memenangkan hati rakyat Shilla..” Deok Man tersenyum mengangguk sambil menggenggam tangan suaminya. “oh ya ada kabar yang harus kusampaikan padamu..” ujar Bi Dam.  “kabar apa?” tanya  Deok Man penasaran. “dalam waktu dekat, Yang Mulia berniat mengangkat Alcheon sebagai Perdana Menteri..dan aku dipindahtugaskan..” “kau dipindah tugaskan?” tanya Deok Man. “ya.. Yang Mulia akan membentuk badan khusus… khusus intelijen..tugasnya seperti kementerian audit..tetapi hanya khusus menyelidiki kegiatan di kerajaan-kerajaan sekitar Shilla..dan rencanannya aku yang bertugas memimpin kementerian itu..sehingga tugas intelijen tidak dipegang lagi kementerian pertahanan…bagaimana menurutmu?” “hmm..kurasa memang perlu dibentuk badan khusus intelijen seperti itu.. ditambah lagi di masa-masa seperti sekarang ini aku yakin Baekje dan Goguryeo sudah memilikinya..kita harus selangkah lebih dari mereka kan?..” tukas Deok Man penuh semangat. “tak akan kubiarkan Shilla dimata-matai dan disusupi terus..aku berjanji..” jawab Bi Dam sambil tersenyum.  Deok Man tersenyum lalu menyandarkan dirinya di bahu suaminya. “aku yakin kau akan melakukan yang terbaik..dan aku akan selalu berada di sisimu, mendukungmu Bi Dam..” jawabnya. “ya..terima kasih Deok Man..”jawab Bi Dam tersenyum sambil bersandar pada kepala istrinya

2 komentar:

  1. Ah...khirnya brlanjut jg, kayanya mulay ada pcikan konflik baru, hrs seru dunkz.
    Mo nanya.... Page trueeyes b'masalah y! Command box nya ga ngilang2, jd sulit u apdet, scr aq bukanya pk hp lg! Pls help.

    BalasHapus
  2. hallo miloke..maap ya baru dibales sekarang..iya error bgitulah...udh kirim pesen ke fb Kamijyo salah satu adminnya trueeyes tapi blum dibales ampe sekarang..kalo mau tahu berita terupdate dari KNG bisa maen ke www.lautanindonesia.com pilih kolam korea trus hallyu stars trus Kim Nam Gil deh.. trus kalo soal ff ini kamu juga bisa liat di FB http://www.facebook.com/pages/eLfanfic/155843127767847

    BalasHapus