Pages

Minggu, 19 September 2010

Chapter 45 part. 02: Family


Pagi hari. Ruang Makan Raja.
“Kepala Pengawal Istana memasuki ruangan..” seru penjaga pintu. “masuklah..” jawab Raja yang baru saja selesai menyantap hidangan. Alcheon melangkah masuk lalu memberi hormat kepada Yang Mulia Raja dan Permasuri. Kegembiraan nampak di wajahnya. “ada apa Alcheon?apakah ada berita baik yang kau bawa sehingga wajahmu terlihat gembira?” tanya Raja. Alcheon mengangguk “Tuan Putri Deok Man telah melahirkan..anak kembar..seorang putra dan seorang putri..” jawabnya sambil tersenyum. “terima kasih Tuhan..lalu bagaimana keadaan Putri Deok Man?semuanya baik-baik saja kan?” tanya Permaisuri. “semuanya dalam keadaan sehat  dan baik-baik saja Yang Mulia…” jawab Alcheon. “ini adalah sebuah kabar baik..kabar yang sangat baik..kita patut merayakan untuk mensyukurinya..” jawab Raja ikut gembira. “ya..Yang Mulia..saya akan mengirimkan hadiah untuk kedua bayi yang baru lahir ini..” jawab Permaisuri. Kabar mengenai kelahiran putra dan putri Deok Man pun terdengar sampai ke Istana. Semua ikut gembira merayakannya. Dan tentu saja berita tentang kematian dan ia hidup kembali itu hanya diketahui oleh penghuni rumah saja. Deok Man meminta mereka menyimpannya sebagai rahasia kecil.

1 bulan kemudian. Sore hari. Kediaman Perdana Menteri Bi Dam.
“ssst…sayang..anak manis..ayah mohon kau cepat tidur..” gumam Bi Dam pada putranya yang digendongnya. Deok Man yang duduk di sisinya sambil menggendong putrinyayang sudah terlelap hanya bisa tersenyum geli memperhatikan tingkah suaminya. “Deok Man..sepertinya Yun Ho tidak mau tidur jika aku yang menggendongnya..bagaimana ini?” tanya Bi Dam mulai panik. Deok Man semakin tersenyum geli melihat kepanikan suaminya itu, lalu ia bangun dari duduknya dan meletakkan putrinya di tempat tidur bayi dan berdiri di samping suaminya. ”ia harus digendong lebih lama..baru nanti ia akan tertidur..dibandingkan Yoo Na, Yun Ho memang lebih aktif.. ” Setelah beberapa lama kemudian, akhirnya Yun Ho pun terlelap dan Bi Dam bisa meletakannya di tempat tidur bayi di samping adiknya, Yoo Na. “fiuuh..akhirnya..selamat tidur anak-anakku..” gumam Bi Dam. Deok Man mengecup kening kedua anaknya “tidurlah yang nyeyak anak-anakku..” gumamnya tersenyum. ”Yun Ho benar-benar mirip denganmu Bi Dam…bahkan nafsu makannya pun sama besarnya..” ujar Deok Man bercanda sambil menatap putranya yang tertidur lelap. “terima kasih..tapi ia juga mirip denganmu Deok Man..lihat matanya sama sepertimu..” jawab Bi Dam senang. “putri kita manis sekali…sangat tenang..kurasa sebelum aku menyadari aku mengandung anak kembar, Yun Ho lah yang aktif menendang perutku..” gumam Deok Man tersenyum menatap putri kecilnya. “tapi.. kuharap Yoo Na tidak mirip denganmu Deok Man..”sahut Bi Dam dengan tampang serius memperhatikan putrinya. “kenapa?aku kan ibunya..” jawab Deok Man.  Bi Dam tersenyum berusaha menahan tawa “karena jika ia mirip denganmu..aku  tidak akan rela putriku menikah dengan orang lain..tidak akan..”  Deok Man tertawa kecil mendengarnya “Yoo Na menikah?pikiranmu terlalu jauh Bi Dam..umur mereka bahkan baru  1 tahun..” jawabnya.  “tetap saja..” Bi Dam ikut tertawa. “lihat mereka bergandengan tangan..manis sekali..” ujar Deok Man kagum melihat kedua anaknya tidur bergandengan tangan.  Bi Dam tersenyum melihatnya, merangkul mesra istrinya lalu mengecup pipinya “kau telah memberikan hadiah yang terindah dalam hidupku Deok Man..terima kasih..” bisiknya. “sama-sama..” jawab Deok Man tersenyum bersandar pada suaminya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar