Pages

Minggu, 19 September 2010

Chapter 45 part 01:  You've Come Back

“Deok Man…Deok Man…” Bi Dam berlutut di samping tubuh istrinya yang dingin.  Han Hye Jin sudah mengupayakan segalanya namun tak bisa menyelamatkannya.  Air mata Bi Dam tak henti-hentinya mengalir. “aku mencintai mereka sama seperti aku mencintaimu..” kata-kata terakhir Deok Man terngiang kembali dalambenaknya. Lalu Bi Dam menoleh ke arah tempat tidur anak-anaknya. Kedua bayinya sedang tertidur lelap “anak-anak kita juga mencintaimu Deok Man..” gumamnya melihat kedua anaknya tertidur lelap. “lalu apakah kau juga mencintaiku?” tanya istrinya. Bi Dam kaget mendengar jawaban itu. Lalu ia menoleh ke belakang. Deok Man membuka matanya dan  tersenyum kepadanya. “Deok Man?” Bi Dam masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Deok Man kembali. Ia hidup kembali. “aku pulang..Bi Dam..” gumam Deok Man tersenyum. Air mata bahagia mengalir membasahi pipinya. Bi Diam segera memeluk istrinya itu erat-erat. “kau kembali Deok Man…kau kembali..terima kasih Tuhan..” isak Bi Dam bahagia. Lalu Deok Man menarik tangan suaminya memintanya  untuk membantunya bangun melihat kedua anak mereka.  “lihat anak-anak kita..mereka tersenyum dalam tidurnya..” gumam Deok Man tersenyum  melihat bayi-bayinya tidur. Bi Dam berdiri memeluknya dari belakang. “ya..mereka pasti senang mengetahui ibunya kembali..” bisik Bi Dam. Deok Man menoleh menatap suaminya. “aku sangat bahagia melihatmu kembali Deok Man..melihatmu tersenyum dan merasakan detak jantungmu dalam pelukanku..” gumam Bi Dam tersenyum padanya. Deok Man mengusap pipi suaminya “begitu juga denganku Bi Dam…”jawabnya sambil tersenyum. Lalu Bi Dam mencium bibirnya. Mendekap erat tubuh istrinya dalam pelukannya. Deok Man merangkul leher suaminya dengan kedua tangannya.
“aku sangat mencintaimu Deok Man..sangat sangat mencintaimu..” gumam Bi Dam yang memeluk istrinya dalam dekapannya lalu mengecup keningnya “aku juga sangat mencintaimu Bi Dam..dengan segenap hati…dan jiwaku…” gumam Deok Man tersenyum dalam dekapan hangat suaminya.
Pagi hari. Kediaman Perdana Menteri Bi Dam.
“ini keajaiban..benar-benar keajaiban..penyakit Tuan Putri juga meghilang..Tuan Putri sudah sembuh sekarang..” seru  Han Hye Jin terkejut  ketika memeriksa Deok Man. “benarkah?” tanya Bi Dam yang duduk di sisi istrinya. Deokman juga kaget setengah percaya mendengarnya. Han Hye Jin mengangguk mengiyakan “tapi Tuan Putri tetap harus beristirahat total dan tidak melakukan pekerjaan berat apapun mengingat kondisi Tuan Putri yang baru saja melahirkan..” Deok Man mengangguk mengerti.   ”hiduplah berbahagia putriku…biarlah penyakitmu tak akan kembali mengganggumu lagi..” kata-kata Raja Jinpyeong  tiba-tiba melintas kembali dalam benaknya.  “terima kasih Tuhan..” ujar Bi Dam penuh rasa syukur. ”terima kasih Tuhan..ayah..ibu..dan juga kakak..”gumam Deok Man sambil memejamkan matanya sebentar. “Tuan Putri..hamba sangat senang dapat melihat Tuan Putri sehat kembali..” isak Soo Hye terharu. Deok Man mengangguk tersenyum “aku juga senang bisa melihatmu kembali Soo Hye..”   “lalu apakah Tuan Putri sudah memutuskan nama?”tanya Han Hye Jin. “nama?belum..aku belum memutuskannya..aku ingin memutuskannya bersama suamiku..” jawab Deok Man sambil tersenyum menatap suaminya. “aku sudah mempunyai beberapa calon nama untuk keduanya...satu untuk anak perempuan..satu anak laki-laki..tapi semuanya tentu saja tergantung persetujuanmu Deok Man..” ujar Bi Dam sambil tersenyum pada putri kecilnya yang sedang digendongnya. Lalu ia terdiam sebentar memilih nama dari nama-nama yang sudah dipilihnya. “Yun Ho untuk putra kita dan Yoo Na untuk putri kita… bagaimana menurutmu?”  tanyanya pada istrinya yang duduk di sisinya sambil menggendong putranya. “Yun Ho dan Yoo Na..”gumam Deok Man berpikir. Ia diam sejenak mengernyitkan dahinya dan berpikir. “apa kau ingin nama lain?aku masih punya nama..” Bi Dam menerawang lagi nama-nama yang sudah ia kumpulkan. “Yun Ho dan Yoo Na..aku suka nama itu..nama yang bagus..pas untuk anak-anak kita..jumlah huruf kedua nama itu sama..kembar seperti anak-anak kita..” sergah Deok Man. “ya..jumlahnya sama dan diawali huruf yang sama..oleh karena itu aku mengajukannya paling awal..aku ingin memberikan nama yang bagus namun unik..” jawab Bi Dam tersenyum.  “jadi Yun Ho untuk putra kita..” gumam  Deok Man tersenyum menatap putranya.”dan Yoo Na untuk putri kita..” sahut Bi Dam sambil mengusap pipi putrinya dengan jarinya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar