Pages

Selasa, 07 September 2010

Chapter 10 side story: Thank You

Kediaman Bangsawan Kim Yong Chun
Zhi Youn menggulung kertas jawabannya lalu menyerahkannya kepada Tuan Han. Tuan Han segera membuka gulungan itu dan memeriksanya dengan wajah serius. “apa yang membuatmu ingin belajar?” tanyanya tiba-tiba. “eh?” tanya Zhi Youn. “apa yang membuatmu sangat ingin belajar?” tanya Tuan Han lagi sambil menatap Zhi Youn dalam-dalam. “hmm..saya ingin agar diri saya bisa lebih berguna bagi orang lain…saya tidak ingin saya hanya menjadi wanita yang hanya bisa mengurus rumah tangga saja….jika pengetahuan saya lebih ada banyak yang bisa saya lakukan..pengetahuan tidak memandang wanita atau pria..tetapi niat dan kehendak..” jawabnya Tuan Han menggulung lagi kertasnya lalu berjalan menuju pintu tanpa bilang apa-apa.Sesampainya di ambang di pintu, ia berhenti “jika kau memang berniat belajar, ..besok pagi..kau datanglah ke sini..aku yang akan menjadi gurumu” katanya sambil memunggungi Zhi Youn. Zhi Youn segera membungkukan badannya dengan penuh kegembiraan “terima kasih guru..”

Zhi Youn melangkah keluar ruangan dengan senangnya “aku tak sabar memberitahukannya kepada yang lain..”gumamnya senang. Tiba-tiba terlintas dalam benaknya wajah Alcheon yang tersenyum kepadanya ”nona pasti bisa..aku yakin itu..” “terima kasih Tuan Alcheon..” gumam Zhi Youn sambil tersenyum.

Kota Seoraboel

“aah..sayang sekali..tadi penjaga itu memergoki kita..” gerutu Yoo Hee sambil menendang kerikil di hadapannya. “sudahlah kak..yang penting sekrang kita sudah mengantarkan barang titipan ayah..setelahnya kita bebas mau mengintip lagi..” sahut Young In. “tapi kapan…kita kan tidak tahu kapan momen ini akan terjadi lagi..”sahut Yuri. “iya sih..” jawab Young In.”ya sudahlah sekarang kita pulang..berharap Zhi Youn pulang membawa kabar baik..” ujar Yoo Hee. Young In mengangguk setuju mengikut kedua kakaknya. Karena ini pertama kalinya ia ke kota Seoraboel, ia tak bisa mengalihkan pandangannya dari rumah, toko-toko dan pedagang yang dilewatinya. Dan ketika sedang melewati sebuah rumah besar, ia melihat seseorang yang tak terduga. Ia segera memanggil kedua kakaknya yang sudah jalan di depan. “kakak..lihat..itu kan..” serunya..

Sore harinya..
Kediaman Bangsawan Il Myung Min
Zhi Youn berjalan dengan riangnya memasuki kediaman pamannya. “bibi pasti senang..” gumamnya tersenyum. “tap..tap..tap..” terdengar suara langkah kaki berlari. “Zhi Youn..!” terdengar suara memanggilnya dari belakang. Zhi Youn pun menoleh ke arah suara itu. Rupanya Yoo Heed an kedua adiknya juga baru tiba di rumah.”kalian?kenapa kalian berlari terengah-engah seperti itu?” tanya Zhi Youn heran. “ada hal penting yang harus kami sampaikan kepadamu..hal yang sangat penting..” jawab Yuri sambil mengelap keringat di keningnya. “iya kak..” timpal Young In yang masih terengah-engah.
“memangnya ada apa?” tanya Zhi Youn semakin penasaran. “ini baru praduga kami..kuharap salah tapi yang kami lihat memang demikian..” kata Yoo Hee. “ceritakanlah..” jawab Zhi Youn “ jadi tadi kami melihat..”

Malam harinya
Semuanya sudah terlelap dalam tidurnya, hanya Zhi Youn yang masih terjaga. Ia berusaha memejamkan mata namun selalu gagal. Kata-kata Yoo Hee tadi terus melintas di benaknya.
“kami melihat Tuan Alcheon..” sahut Young In. “terus apa masalahnya?” tanya Zhi Youn. “masalahnya kami melihatnya tidak sendirian..ia sedang pergi bersama seorang wanita ke sebuah toko kain..” “mungkin wanita itu adalah adiknya?” jawab Zhi Youn berusaha berpikir positif. Meskipun begitu hatinya sendiri malah berkata sebaliknya. Jangan-jangan benar Tuan Alcheon sudah memiliki kekasih atau bahkan sudah berkeluarga. “kurasa jika itu adiknya tidak mungkin, wanita itu akan menggandeng lengannya sedemikian eratnya…dan kulihat mereka sangat bahagia..” lanjut Yoo Hee. Zhi Youn hanya terdiam memikirkan itu semua. “kak Zhi Youn?” panggil Young In. “ah iya..kurasa kita harus segera masuk ke dalam bibi menunggu kita untuk makan malam..” Zhi Youn langsung berjalan masuk ke rumah sendirian.

“apa benar Tuan Alcheon sudah memiliki kekasih?jangan-jangan ia sudah berkeluarga?” pikir Zhi Youn. Tiba-tiba air matanya menetes. “ya ampun kenapa aku menagis begini?” kata Zhi Youn sambil menghapus air matanya, lalu menepuk kedua pipinya “ingat Zhi Youn itu semua baru praduga..kau harus bertahan sampai kebenarannya terungkap..” gumamnya penuh tekad.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar