Pages

Selasa, 07 September 2010

Chapter 43 part 02: One Last Breath


Deok Man terbaring sangat lemah di tempat tidurnya sedang menemani bayi-bayinya. Wajahnya sangat pucat sekali seakanakan energi hidupnya sudah sangat menipis. Han Hye Jin berdiri di sampingnya. Wajahnya nampak sangat sedih dan muram. “Deok Man?” panggil Bi Dam. “Bi Dam..kita mempunyai 1 anak laki-laki dan 1 anak perempuan..” Deok Man tersenyum lirih. Bi Dam mengangguk. Kesedihan yang amat sangat tertahan di matanya melihat kondisi istrinya. “aku ingin kita melihat mereka bersama..” gumamnya. Dibantu suaminya, Deok Man bangun dari tidurnya dan duduk bersandar pada Bi Dam. Han Hye Jin membantu memberikan si kembar dalam gendongan ayah dan ibu mereka. “lihat Bi Dam..wajahnya sangat mirip sepertimu..”kata Deok Man sambil menunjuk putranya yang ada dalam gendongan. Suaranya terdengar semakin lemah hampir seperti bisikan. Bi Dam menatap bayi yang ada dalam gendongannya. “..dan putri kita mirip denganmu Deok Man..”kata Bi Dam. Air mata Bi Dam pun jatuh. Lalu Deok Man mengecup kening kedua anaknya lalu meminta Han Hye Jin dan Soo Hye meletakkan mereka di tempat tidur bayi yang ada di sampingnya . Kemudian Deok Man menyandarkan kepalanya di bahu suaminya dan menggenggam tangannya “Bi Dam…aku percaya kau bisa menjadi ayah yang baik untuk mereka sama seperti kau menjadi suami yang terbaik untukku…” gumamnya sambil menatap kedua bayinya. “kau harus istirahat Deok Man…kondisimu masih sangat lemah..” kata Bi Dam. Deok Man menggelengkan kepalanya “kelak..jika nanti anak-anak menanyakanku…” suara Deok Man semakin lemah dan mulai terputus-putus. Ia menatap suaminya dan mengusap pipi suaminya dengan lembut. “katakan pada mereka..” pandangan Deok Man semakin kabur. Wajah Bi Dam menjadi tampak samar di matanya. “bahwa aku selalu mencintai mereka..sama seperti…aku..” tangan Deok Man tak sanggup lagi menggenggam tangan suaminya. Kedua matanya terasa semakin dan semakin berat untuk membuka, pemandangan sekelilingnya semakin mulai gelap. “mencintaimu..” lalu kepala Deok Man terkulai lemas bersandar pada bahu Bi Dam. Ia menghembuskan nafas terakhirnya. ”Deok Man!!!Deok Man!!” seru Bi Dam sambil menahan tubuh Deok Man yang ambruk. “Deok Man!!bangun Deok Man!!kau sudah janji kita akan membesarkan mereka bersama-sama!!Deok Man Deok Man!!" panggil Bi Dam putus asa. Kedua matanya bersimbah air mata. “ooaa..oooaa..” Anak-anak mereka ikut menangis. “Tuan Putri…Tuan Putri…” isak tangis Soo Hye. Han Hye Jin mengerahkan segenap kemampuannya memasang jarum-jarum akupuntur secepat mungkin berharap Deok Man bisa sadar kembali. Tapi tak ada perubahan. Tubuh Deok Man tetap diam tak bergeming. “Deok Man!! Deok Man!!” seru Bi Dam memeluk erat istrinya yang sudah meregang nyawa.

1 komentar:

  1. ni sudah mndekati ending apha? masa sama aja sad ending.. nangis lg dunk bideok lovers... aq gax mau kehilngan deokman.. Hikz.. Hikz.. Kasian bidam tuh ka'.. :-/

    BalasHapus