fanfic bideok rainng....... (scane 13 bag 1)
RYU IM AH - 05 JAN 2008- SEOUL
"kerja ya kerja, jangan sampai seperti ini.!!!" gerutuku menahan tangis saat melihat keadaan ayah di rumah sakit, ayah ku adalah seorang polisi dan ia melakukan itu sebagai pekerjaan yang mulia. demi keselamatan ku, ayah menitipkan ku di rumah bibik di pusan. tapi sebelumnya aku sempat tinggal di seoul sebelum kejadian itu, perceraian kedua orang tua ku. aku tidak mau menemui ibu, aku sangat marah pada nya. sampai sekarang aku tidak mengerti kenapa orang dewasa bercerai padahal mereka masih saling mencintai??, entah lah.
"iya, maafkan ayah. im ah, bagaimana dengan sekolahmu?" tanya nya mengalihkan pembicaraan, ayah memang suka seperti ini. tidak pernah mau mendengar ocehan, dasar menyebalkan.
"wah im ah sudah datang, bagaimana dengan luka mu misaeng?" tanya seseorang yang tiba-tiba masuk.
"paman" setelah membalikkan badan, tanpa waktu yang lama aku dapat mengenali sosok lelaki itu. ku sapa ia dan tentunya membungkukkan badan kearahnya sebagai tanda hormat, tradisi asia.
"yeomjong, tidak perlu repot-repot datang menjenguk ku. ini hanya luka kecil," sapa ayah sembari mempersilahkan paman yeomjong duduk di salah satu sisi nya.
"kau ini, tidak pernah berubah???. oh iya im ah, selama kau berada di seoul tinggal lah di rumah paman" pinta nya tulus.
"tapi paman, aku___"
"menginaplah di rumah paman yeomjong, disana aman. ayah tidak apa-apa disini." sela ayah cepat saat ia menangkap penolakan dari ku. terpaksa ku anggukkaan kepala tanda aku menyetujuinya, percuma berdebat dengan ayah hanya sia-sia.
hyun ri- 05 jan 08- seoul
"ayolah hyo ra, kau ini kenapa?. apa aku membuat mu tidak nyaman??" tanya ku sekian kali nya saat melihat hyo ra terdiam beberapa jam ini, sebenarnya sejak semalam.
"bukan itu"jawabnya tanpa menggerakkan tubuhnya seinci pun
"baiklah kalau begitu, aku pulang saja." ancamku, dan itu ternyata berlaku untuk hyo ra.
"kau ini!!!" sentaknya tiba-tiba membuatku terkejut. "kalau aku tidak suka kau menginap di rumah ku, pasti sejak seminggu yang lalu akusudah mengusir mu!!" jelasnya setengah merengek karena kesal. "kau mandi saja duluan, aku mau sendirian dulu" pintanya mengakhiri kalimat nya dan menjatuhkan tubuhnya ke meja belajar.
hyo ra benar juga, aku sudah menginap 2 minggu. sejak kejadian di pesta itu, papa sangat marah pada ku. papatidak menyayangiku, bahkan ia tidak mengakuiku sebagai anaknya. aku jadi ragu, jangan-jangan ia tidak pernah mencintai ibu ku. seharusnya ia bersyukur , mempunyaiistri yang baik dan sabar seperti ibu ku. ku bosan mendengar pertengkaran mereka, jadi aku lari saja ke rumah hyo ra. aku mencari alamat rumahnya berbekal dari kartu nama yang sebelumnya telah ia berikan untuk ku. hyo ra sangat ramah dan baik, sekejab kami menjadi sangat akrab rumah nya hyo ra kosong. orang tua nya sering berpergian ke luar negri untuk waktu yang cukup lama, semalam orang tua hyo pulang tapi yang aneh nya ia bukannya senang malah terlihat sedih dan murung. entahlah, ada apa dengan nya.
hyo ra- 05 jan 08-seoul
papa dan mama baru saja pulang semalam dari china, tapi kami bertengkar lagi. pertengkaran yang berawal dari masalah yang sama, kak yo sin. saat pemakaman kakak tanpa sengaja aku mendengar pembicaraan papa dan seorang leleki berpakaian hitam, mereka menbuat kesepakatan kalau kakak akan dianggap mati sementara waktu hingga mereka menyelesaikan apa yang telah mereka sepakati yaitu menemukan seorang panjaht yang telah menyebebkan ini semua terjadi kepada kakak. kakak masih hidup walau keadaanya keritis, aku mengungkapkan semuanya di depan semua orang saat pemakaman dan sialnya tubuh kakak benar-benar terbujur kaku di dalam peti zenazah. semua orang menganggap aku gila, bahkan saat aku mengaku kenal dengan lelaki teman kakak yang menyebabkan semua ini tidak ada yang percaya.
di pesta itu, aku bersumpah bertemu dengan lelaki itu, tapi seperti biasanya tidak ada yang percaya. aku yakin kak yo sin masih hidup dan aku akan membuktikannya. pasti!!!
young hee -05 jan 08-seoul
"lihatlah diri mu sekarang?, sampai kapan aku harus melihat mu seperti ini?" keluh ku sambil menahan tangis ketika menatap tubuh lelaki yang sangat ku cintai terbujur penuh luka.
"young hee, kau datang." selanya setelah balas menggenggam tangan ku kemudian menuntunnya untuk membelai wajahnya, wajah yang sangat ku rindukan.
"im ah ada di seoul, apa kau mau bertemu dengannya?" tanya nya sedikit tersenyum mengetahui rasa cinta ku padanya tidak berkurang sedikitpun
"aku bersumpah, tidak akan pernah memaafkan mu kalau sesuatu terjadi pada im ah" ancam ku khawatir, membayangkan apa yang akan tertjadi di hadapan ku.
"tentu saja, aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi. kapan semuanya selesai?, apa kau telah menemukan keduanya?" tanya nya
"segera, dan ingat apa yang telah kau janjikan saat ini semua berakhir" inggatku dengan tatapan menerawang, menerawang jauh... jauh...... saat kami memutuskan untuk bercerai, hak asuh jatuh ke tangan nya dan terpaksa aku kehilangan buah hati ku im ah. tapi beberapa tahun kemudian, kami membuat kesepakatan, setelah aku menemukan keduanya ia akan berhenti dari pekerjaan kotornya dan akan hidup bersama lagi. memulai hidup baru yang indah.
bersambung..........
Blog ini dibuat untuk menampung FF n Fan's Creation dari seluruh fans QSD terutama Bideok lovers..(tidak menerima shindeok lovers ^^)
Tampilkan postingan dengan label Fanfic bideok Raining. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fanfic bideok Raining. Tampilkan semua postingan
Jumat, 09 Juli 2010
Sabtu, 12 Juni 2010
Fanfic raining . . . . . . . (SCANE 12 BAG 5)
SCANE 12 BAG 5
LEE YO WON- 05 DES 07- SEOUL
"berhentilah melihat ku seperti itu?, please?" pinta ku kesal, tapi tetap mencoba bersikap sopan. Setidak nya hanya di depan semua orang, dia menyebal kan.
"anything for you, pasangan takdir ku?" jawab sang wook dengan mulut besarnya, disusul gelak tawa dan siulan anak sekelas sesaat setelah mendengarnya. Pak guru hanya tersenyum menggoda menyaksikan itu, mimpi apa aku semalam?. Sang wook, dia adalah anak baru itu tepat seperti firasat buruk ku sejak awal. Yang lebih menjijikkan adalah, sewaktu ditanya mengapa dia pindah kesini. Ia menjawab 'agar lebih dekat dengan pasangan takdir ku, lee yo won yang manis'. Dia mengatakan itu dengan tampang tanpa bersalah, dan yang lebih parah adalah SEKARANG AKU DUDUK SEBANGKU DENGAN NYA . . . . ,
dosa apa aku di kehidupan sebelum nya?. Oh iya, aku jadi ingat ramalan itu. Ramalan tentang takdir ku yang sampai sekarang masih ku ingat 'kalau kau merasakan kilasan atau mimpi yang aneh, datanglah kemari. Aku akan menjelaskan nya pada mu' . Kupandangi sebuah kartu alamat peramal itu, seoul. Alamt ini dekat dari sekolah, katanya 'kau sudah ditakdirkan bertemu dengan ku'. Percaya tidak percaya, tidak ada salah nya.
"nam gil?, kenapa kau?" sang wook memecah lamunan ku, ketika nam gil datang dengan wajah kusut nya. Ada apa dengan nya?.
Kim nam gil-05 des 07- seoul.
Sial, aku ingin sekali menjenguk kakak. Beberapa waktu yang lalu, keadaan kakak membaik. Dan sekarang, terjadi sesuatu dengan nya. Kakak, apa yang telah terjadi dengan mu.
"nam gil?, kau baik-baik saja?" tanya ye jin dan sang wook khawatir, sang wook? Kenapa dia ada di sini?
"hei?, kenapa kau ada di sini?" tanya ku bingung, sambil menaikkan salah satu alis.
Sang wook tersenyum riang lalu menunjuk-nunjuk yo won yang tampak sangat jengkel dengan nya, "aku pindah kesini, itu pasangan takdir ku. Yang waktu itu kuceritakan pada mu?" jelas nya riang, sambil menyikut tubuh ku sampai-sampai aku hampir terjatuh.
Aku berfikir sejenak, "oh, gadis yang kau ceritakan itu?. Yang pasangan takdir mu, dan ciuman pertama mu?" ingat ku segera dan tanpa sadar mengucapkan nya dengan volume suara cukup besar, untuk didengar teman sekelas. Ye jin mengayun kotak pensil nya, lalu mendaratkan nya ke kepala ku. Sakit sekali, ada kaca, kalkulator, dan benda keras lain nya. Lalu mendekat ke arah yo won yang bersiap-siap melemparkan meja ke arah kami. Disusul sorak teman-teman yang menyaksikan ini, 2 pasang kekasih sedang bertengkar? Sial. Gosip, selalu saja di gosipin.
Lee han- 26 des 07- pusan.
"ya, tanggal 3
bagi rapot. Sama dong, liburan ke mana yo won?" tanya ku.
"gak tau kak, kangen ya sama yo won?, kak sudah dulu ada guru. Nanti kita sambung lagi" goda nya.
"ih, dasar. Ya, semoga nilai nya bagus" harap ku, lalu tersenyum setelah menuTup tlp. Kami jadi semakin dekat, aku pasrah saja di panggil nya kakak. Yo won sangat manis, apa aku menyukainya y?.
"hei!" sapa seseorang, seraya menepuk bahu ku dari belakang.
"im ah?, mau kemana?" tanya ku bingung melihat ia berpenampilan seperti itu, dan membawa sebuah koper yang cukup besar.
"sudah selesai ulangan, mau kemana lagi kalau bukan liburan." jelas nya santai.
"ehm, yang waktu itu. Aku__"
"sudah lupakan saja" sela nya, "aku hanya mau pamit, semangat ya?. Semoga berhasil ikut ujian kelas 12" lanjutnya riang, lalu dengan cepat melangkah pergi setelah melambaikan tangan nya pada ku. Aku tahu, im ah menyukai ku. Tapi, bukankah akan lebih sakit kalau aku berpura-pura menyukai nya?. Bagaimana pun, im ah adalah gadis yang manis dan baik.
"wah, bibik sedang apa?" tanya ku tiba-tiba dan membuat bibik hyeon jeong melompat kaget.
"ah.."desah nya sambil mengelus dada dalam tarikan nafas dalam. "lee han, kau selalu membuat bibik kaget!" lanjutnya, lalu melemparkan sebuah bantal kearah ku.
Aku tertawa puas, menyaksikan apa yang aku lakukan sukses. "ehm, mau kemana bik?" tanya bingung.
"siapa yang mau ke mana?, dasar aneh." jawab bibik sedikit menaikkan salah satu alis dan tersenyum dengan senyuman khas nya. "ini, bibik membantu im ah mengemasi pakaian nya." jelasnya geli, setelah melihat aku memasang tampang melas.
"memangnya dia mau ke mana bik?, liburan kok bawa barang banyak sekali?" tanya ku kembali setelah melihat beberapa koper besar yang tertata rapi.
Sesaat bibik menatap ku aneh, lalu tersenyum. "im ah tidak cerita ya?" bibik balik bertanya, membuatku semakin bingung.
"cerita ap__"
"bik, sudah be, lee han?" sela im ah tanpa sengaja saat memasuki kamar.
"ini, bereskan sendiri. Kan ada lee han, minta tolong saja dengan nya" penyakit usil nya kumat, bibik memang seperti itu. Seolah-olah tahu isi hati seseorang, wanita yang sangat mengerikan jika dilihat dari sisi ini.
"kau mau kemana im ah?" tanya ku tegas, lalu menutup koper nya saat im ah berpura-pura tidak mendengar ku.
BERSAMBUNG
LEE YO WON- 05 DES 07- SEOUL
"berhentilah melihat ku seperti itu?, please?" pinta ku kesal, tapi tetap mencoba bersikap sopan. Setidak nya hanya di depan semua orang, dia menyebal kan.
"anything for you, pasangan takdir ku?" jawab sang wook dengan mulut besarnya, disusul gelak tawa dan siulan anak sekelas sesaat setelah mendengarnya. Pak guru hanya tersenyum menggoda menyaksikan itu, mimpi apa aku semalam?. Sang wook, dia adalah anak baru itu tepat seperti firasat buruk ku sejak awal. Yang lebih menjijikkan adalah, sewaktu ditanya mengapa dia pindah kesini. Ia menjawab 'agar lebih dekat dengan pasangan takdir ku, lee yo won yang manis'. Dia mengatakan itu dengan tampang tanpa bersalah, dan yang lebih parah adalah SEKARANG AKU DUDUK SEBANGKU DENGAN NYA . . . . ,
dosa apa aku di kehidupan sebelum nya?. Oh iya, aku jadi ingat ramalan itu. Ramalan tentang takdir ku yang sampai sekarang masih ku ingat 'kalau kau merasakan kilasan atau mimpi yang aneh, datanglah kemari. Aku akan menjelaskan nya pada mu' . Kupandangi sebuah kartu alamat peramal itu, seoul. Alamt ini dekat dari sekolah, katanya 'kau sudah ditakdirkan bertemu dengan ku'. Percaya tidak percaya, tidak ada salah nya.
"nam gil?, kenapa kau?" sang wook memecah lamunan ku, ketika nam gil datang dengan wajah kusut nya. Ada apa dengan nya?.
Kim nam gil-05 des 07- seoul.
Sial, aku ingin sekali menjenguk kakak. Beberapa waktu yang lalu, keadaan kakak membaik. Dan sekarang, terjadi sesuatu dengan nya. Kakak, apa yang telah terjadi dengan mu.
"nam gil?, kau baik-baik saja?" tanya ye jin dan sang wook khawatir, sang wook? Kenapa dia ada di sini?
"hei?, kenapa kau ada di sini?" tanya ku bingung, sambil menaikkan salah satu alis.
Sang wook tersenyum riang lalu menunjuk-nunjuk yo won yang tampak sangat jengkel dengan nya, "aku pindah kesini, itu pasangan takdir ku. Yang waktu itu kuceritakan pada mu?" jelas nya riang, sambil menyikut tubuh ku sampai-sampai aku hampir terjatuh.
Aku berfikir sejenak, "oh, gadis yang kau ceritakan itu?. Yang pasangan takdir mu, dan ciuman pertama mu?" ingat ku segera dan tanpa sadar mengucapkan nya dengan volume suara cukup besar, untuk didengar teman sekelas. Ye jin mengayun kotak pensil nya, lalu mendaratkan nya ke kepala ku. Sakit sekali, ada kaca, kalkulator, dan benda keras lain nya. Lalu mendekat ke arah yo won yang bersiap-siap melemparkan meja ke arah kami. Disusul sorak teman-teman yang menyaksikan ini, 2 pasang kekasih sedang bertengkar? Sial. Gosip, selalu saja di gosipin.
Lee han- 26 des 07- pusan.
"ya, tanggal 3
bagi rapot. Sama dong, liburan ke mana yo won?" tanya ku.
"gak tau kak, kangen ya sama yo won?, kak sudah dulu ada guru. Nanti kita sambung lagi" goda nya.
"ih, dasar. Ya, semoga nilai nya bagus" harap ku, lalu tersenyum setelah menuTup tlp. Kami jadi semakin dekat, aku pasrah saja di panggil nya kakak. Yo won sangat manis, apa aku menyukainya y?.
"hei!" sapa seseorang, seraya menepuk bahu ku dari belakang.
"im ah?, mau kemana?" tanya ku bingung melihat ia berpenampilan seperti itu, dan membawa sebuah koper yang cukup besar.
"sudah selesai ulangan, mau kemana lagi kalau bukan liburan." jelas nya santai.
"ehm, yang waktu itu. Aku__"
"sudah lupakan saja" sela nya, "aku hanya mau pamit, semangat ya?. Semoga berhasil ikut ujian kelas 12" lanjutnya riang, lalu dengan cepat melangkah pergi setelah melambaikan tangan nya pada ku. Aku tahu, im ah menyukai ku. Tapi, bukankah akan lebih sakit kalau aku berpura-pura menyukai nya?. Bagaimana pun, im ah adalah gadis yang manis dan baik.
"wah, bibik sedang apa?" tanya ku tiba-tiba dan membuat bibik hyeon jeong melompat kaget.
"ah.."desah nya sambil mengelus dada dalam tarikan nafas dalam. "lee han, kau selalu membuat bibik kaget!" lanjutnya, lalu melemparkan sebuah bantal kearah ku.
Aku tertawa puas, menyaksikan apa yang aku lakukan sukses. "ehm, mau kemana bik?" tanya bingung.
"siapa yang mau ke mana?, dasar aneh." jawab bibik sedikit menaikkan salah satu alis dan tersenyum dengan senyuman khas nya. "ini, bibik membantu im ah mengemasi pakaian nya." jelasnya geli, setelah melihat aku memasang tampang melas.
"memangnya dia mau ke mana bik?, liburan kok bawa barang banyak sekali?" tanya ku kembali setelah melihat beberapa koper besar yang tertata rapi.
Sesaat bibik menatap ku aneh, lalu tersenyum. "im ah tidak cerita ya?" bibik balik bertanya, membuatku semakin bingung.
"cerita ap__"
"bik, sudah be, lee han?" sela im ah tanpa sengaja saat memasuki kamar.
"ini, bereskan sendiri. Kan ada lee han, minta tolong saja dengan nya" penyakit usil nya kumat, bibik memang seperti itu. Seolah-olah tahu isi hati seseorang, wanita yang sangat mengerikan jika dilihat dari sisi ini.
"kau mau kemana im ah?" tanya ku tegas, lalu menutup koper nya saat im ah berpura-pura tidak mendengar ku.
BERSAMBUNG
Rabu, 09 Juni 2010
Fanfic bideok raining . . . . . . . . . . (scane 12 BAG 4)
SCANE 12 BAG 4
kim nam gil -04 des 07- pusan
"ah, dia sadar" samar ku dengar suara seseorang yang terlihat sedikit berbayang, lalu perlahan semua kembali seperti semula.
"aduh kepalaku" terasa sakit di kedua sisi kepala ku. Dan saat ku sentuh, cairan merah kental mengalir dari kedua pelipis mata ku.
"darah?, ini..." tanya ku bingung.
"di pukul kedua pria tadi" sela salah seorang gadis seumuran ku yang entah bagaimana bisa berada disini.
"bagaimana tuan muda?, enak?. Ah... Ada apa ini?" tiba-tiba bibik maya datang, lalu berteriak histeris melihat keadaan ku. Kedua gadis itu menjelaskan semua nya, kedua pria itu memukul kepala ku sampai pingsan. Tanpa sengaja mereka berdua memergoki insiden itu, saat tersesat mencari toilet. Meraka mau di bunuh, tapi, untung saja aku segera sadar dan menghajar kedua pria itu. Lebih kurang seperti itu. Di luar ramai sekali, aku berdiri dan melihat ke luar jendela dengan hati-hati karena banyak pecahan kaca. Oh tidak, paparazi. Sebuah helikopter menyinari ku dengan lampu sorot nya yang menyilaukan, polisi berdatangan. Sial, kenapa ini harus menimpa ku?.
kim hyun ri- 03 des 07-seoul.
"sudahlah, aku sangat kenyang mendengar nya!" tawa ku renyah, ketika hyo ra berulang kali entah seberapa seringnya mengucapkan trimakasih dan maaf telah merepotkan mu.
"aku berhutang budi pada mu, ini no tlp ku. Aku harap, suatu saat bisa membalas kebaikan mu." hyo ra membungkuk seraya tersenyum manis setelah memberikan no tlp nya pada ku. Dan tak lama kemudian keluarganya datang, hehehe. Tentu nya dengan berbagai ekspresi aneh, bagaimana tidak? Putri mereka berada dikantor polisi dan mengalami kejadian yang tergolong aneh.
Kim hyun ri, itu nama ku. Nama salah seorang putri pengusaha yang sukses, dan gagal di kehidupan rumah tangga nya. Mama dan papa memang tidak bercerai, tapi aku bukan lah seorang anak kecil yang bisa dibohongi terus menerus. Kedua orang tua ku tidak saling mencintai lagi, mereka mempertahankan pernikahan ini karena aku. Tapi itu kata mereka, nyatanya itu semua demi nama baik keluarga. Aku tahu mereka berdua sama-sama selingkuh, sering ku ikuti papa atau mama masuk hotel dengan orang yang jauh lebih muda kira-kira seperti ku. Menjijikkan, kehidupan ku dikekang dan aku tidak punya teman. Punya sieh, tapi hanya sekumpulan anak-anak sombong yang tidak kusukai. Hyo ra, aku senang sekali berteman dengan nya. Ku harap kami bisa menjadi teman akrab, aku dan dia bertemu pada suatu keadaan yang menggelikan. Memukul kepala orang dengan sapu dan vas bunga, lumayan menyenangkan. Apalagi bertemu kim nam gil, dan menjadi sorotan publik. Aku tahu, papa dan mama pasti serasa kebakaran jenggot kalau tahu apa yang telah aku lakukan.
"hyun ri?" terdengar dengan jelas aroma kemarahan papa yang datang dengan tampang menyeramkan, seperti ingin membunuh ku.
"pa__" ingin ku sambut kedatangan papa dengan hangat, dan yang ku peroleh adalah kehangatan tangan papa saat menamparku dengan sepenuh hati.
"berani sekali kau menampar anak ku?" teriak mama seraya melindungiku dari pukulan papa, sakit sekali. Bukan tubuh ku, tapi hati ku.
"iya, kau benar. Dia anak mu. Anak haram mu dengan selingkuhan mu itu!"teriak papa menggema di setiap sudut ruangan, melukai hati ku.
"yoemjong?, tarik kata-kata mu tadi. Kau jangan membuat aku habis kesabaran, sudah cukup!" balas mama, tidak bisa mengendalikan amarahnya. Terlihat beberapa polisi mengintip di jendela, menontoni pertikaian sebuah keluarga.
LEE YO WON - 05 DES 07- SEOUL.
"kim nam gil, aktor, penyanyi, dan seorang remaja yang multi talenta dengan sejuta karisma. Siapa sangka kalau kim nam gil memiliki keahlian bela diri yang mengejutkan?, dan jiwa seorang pahlawan?. Berikut liputannya" pembawa acara itu tampak kagum saat membawakan sebuah acara gosip.
"ayo kak sudah sampai" ajak ku.
"sebentar ah, kakak mau lihat berita dulu." tolak kak ye jin, tanpa berpaling dari tv.
"eh, ada apa itu ramai sekali?" sela moon shik membuat perhatian kami teralih.
"nama nya juga di tv, pasti ramai." celetuk ku ketus.
"kim nam gil bertengkar dengan seorang guru" jelas go do dengan nafas tersengal-sengal.
"apa?" kami semua terkejut, anak itu selalu membuat masalah. Tapi tak apa lah, setidak nya kak ye jin mau keluar dari mobil dan berhenti menonton acara gosip itu.
"masuk!!, semua masuk!!" teriak kepala sekolah sambil mengayun-ayun kan mistar kayu panjang andalan nya dalam menakuti para siswa.
"baru saja datang sudah di usir?" keluh kak ye jin kecewa, lalu bersama siswa yang lain menuju kelas masing-masing.
"pagi. anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru." umum pak guru sesaat setelah masuk kelas, kami yang awalnya gaduh membicarakan perkelahian nam gil dengan seorang guru akhirnya memperhatikan pak guru.
"masuk nak" semua melihat ke arah pintu, menunggu anak baru itu. Kecuali aku, aku tidak tertarik sama sekali.
"yo won, itu teman sebangku mu. Coba lihat!" panggil kak ye jin sedikit berbisik dan menahan tawa.
TBC
kim nam gil -04 des 07- pusan
"ah, dia sadar" samar ku dengar suara seseorang yang terlihat sedikit berbayang, lalu perlahan semua kembali seperti semula.
"aduh kepalaku" terasa sakit di kedua sisi kepala ku. Dan saat ku sentuh, cairan merah kental mengalir dari kedua pelipis mata ku.
"darah?, ini..." tanya ku bingung.
"di pukul kedua pria tadi" sela salah seorang gadis seumuran ku yang entah bagaimana bisa berada disini.
"bagaimana tuan muda?, enak?. Ah... Ada apa ini?" tiba-tiba bibik maya datang, lalu berteriak histeris melihat keadaan ku. Kedua gadis itu menjelaskan semua nya, kedua pria itu memukul kepala ku sampai pingsan. Tanpa sengaja mereka berdua memergoki insiden itu, saat tersesat mencari toilet. Meraka mau di bunuh, tapi, untung saja aku segera sadar dan menghajar kedua pria itu. Lebih kurang seperti itu. Di luar ramai sekali, aku berdiri dan melihat ke luar jendela dengan hati-hati karena banyak pecahan kaca. Oh tidak, paparazi. Sebuah helikopter menyinari ku dengan lampu sorot nya yang menyilaukan, polisi berdatangan. Sial, kenapa ini harus menimpa ku?.
kim hyun ri- 03 des 07-seoul.
"sudahlah, aku sangat kenyang mendengar nya!" tawa ku renyah, ketika hyo ra berulang kali entah seberapa seringnya mengucapkan trimakasih dan maaf telah merepotkan mu.
"aku berhutang budi pada mu, ini no tlp ku. Aku harap, suatu saat bisa membalas kebaikan mu." hyo ra membungkuk seraya tersenyum manis setelah memberikan no tlp nya pada ku. Dan tak lama kemudian keluarganya datang, hehehe. Tentu nya dengan berbagai ekspresi aneh, bagaimana tidak? Putri mereka berada dikantor polisi dan mengalami kejadian yang tergolong aneh.
Kim hyun ri, itu nama ku. Nama salah seorang putri pengusaha yang sukses, dan gagal di kehidupan rumah tangga nya. Mama dan papa memang tidak bercerai, tapi aku bukan lah seorang anak kecil yang bisa dibohongi terus menerus. Kedua orang tua ku tidak saling mencintai lagi, mereka mempertahankan pernikahan ini karena aku. Tapi itu kata mereka, nyatanya itu semua demi nama baik keluarga. Aku tahu mereka berdua sama-sama selingkuh, sering ku ikuti papa atau mama masuk hotel dengan orang yang jauh lebih muda kira-kira seperti ku. Menjijikkan, kehidupan ku dikekang dan aku tidak punya teman. Punya sieh, tapi hanya sekumpulan anak-anak sombong yang tidak kusukai. Hyo ra, aku senang sekali berteman dengan nya. Ku harap kami bisa menjadi teman akrab, aku dan dia bertemu pada suatu keadaan yang menggelikan. Memukul kepala orang dengan sapu dan vas bunga, lumayan menyenangkan. Apalagi bertemu kim nam gil, dan menjadi sorotan publik. Aku tahu, papa dan mama pasti serasa kebakaran jenggot kalau tahu apa yang telah aku lakukan.
"hyun ri?" terdengar dengan jelas aroma kemarahan papa yang datang dengan tampang menyeramkan, seperti ingin membunuh ku.
"pa__" ingin ku sambut kedatangan papa dengan hangat, dan yang ku peroleh adalah kehangatan tangan papa saat menamparku dengan sepenuh hati.
"berani sekali kau menampar anak ku?" teriak mama seraya melindungiku dari pukulan papa, sakit sekali. Bukan tubuh ku, tapi hati ku.
"iya, kau benar. Dia anak mu. Anak haram mu dengan selingkuhan mu itu!"teriak papa menggema di setiap sudut ruangan, melukai hati ku.
"yoemjong?, tarik kata-kata mu tadi. Kau jangan membuat aku habis kesabaran, sudah cukup!" balas mama, tidak bisa mengendalikan amarahnya. Terlihat beberapa polisi mengintip di jendela, menontoni pertikaian sebuah keluarga.
LEE YO WON - 05 DES 07- SEOUL.
"kim nam gil, aktor, penyanyi, dan seorang remaja yang multi talenta dengan sejuta karisma. Siapa sangka kalau kim nam gil memiliki keahlian bela diri yang mengejutkan?, dan jiwa seorang pahlawan?. Berikut liputannya" pembawa acara itu tampak kagum saat membawakan sebuah acara gosip.
"ayo kak sudah sampai" ajak ku.
"sebentar ah, kakak mau lihat berita dulu." tolak kak ye jin, tanpa berpaling dari tv.
"eh, ada apa itu ramai sekali?" sela moon shik membuat perhatian kami teralih.
"nama nya juga di tv, pasti ramai." celetuk ku ketus.
"kim nam gil bertengkar dengan seorang guru" jelas go do dengan nafas tersengal-sengal.
"apa?" kami semua terkejut, anak itu selalu membuat masalah. Tapi tak apa lah, setidak nya kak ye jin mau keluar dari mobil dan berhenti menonton acara gosip itu.
"masuk!!, semua masuk!!" teriak kepala sekolah sambil mengayun-ayun kan mistar kayu panjang andalan nya dalam menakuti para siswa.
"baru saja datang sudah di usir?" keluh kak ye jin kecewa, lalu bersama siswa yang lain menuju kelas masing-masing.
"pagi. anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru." umum pak guru sesaat setelah masuk kelas, kami yang awalnya gaduh membicarakan perkelahian nam gil dengan seorang guru akhirnya memperhatikan pak guru.
"masuk nak" semua melihat ke arah pintu, menunggu anak baru itu. Kecuali aku, aku tidak tertarik sama sekali.
"yo won, itu teman sebangku mu. Coba lihat!" panggil kak ye jin sedikit berbisik dan menahan tawa.
TBC
Jumat, 04 Juni 2010
fabfic bideok raining.............. ( scane 12 bag 3)
lee hyo ra -03 des 07 - seoul.
"lepaskan!!!, aku akan mengadukan mu kepada polisi..." teriak ku, sambil menggigit tangan nya.
"argh..., kalau bukan karena kau adalah adik yo sin. Aku pasti sudah lama membunuh mu!" pria menjijikkan itu berguman kesal setelah berhasil mengikat ku didalam gudang.
"em..,em...," semua caci maki ku malah berubah menjadi suara-suara aneh, saat sebuah kain pel menyumpal mulut ku.
"nah, duduk manis disini ya?. Hyo ra sayang, kakak mau pergi dulu." ejek nya, lalu mencubit kecil kedua pipi ku.
"hiat....." seseorang memukul kepala lelaki menjijikkan itu dengan bengis nya memakai sapu sampai pingsan.
"kau tidak apa-apa?" tanya gadis seumuran ku itu setelah melepaskan ikatan+ sumpalan mulut ku.
"aku, tidak apa-apa. Trimakasih," ucapku penuh kekaguman.
"ayo cepat pergi, sebelum dia bangun" ajaknya, lalu menarik ku lari. Kami lari cukup jauh, rumah ini sangat luas. Rumah seorang pengusaha, yang sedang mengadakan pesta. Pesta kaum elit seperti biasa nya, tapi entah mengapa pria menjijikkan itu ada disini.
13 thn yang lalu, ketika kakak ku lee yo sin meninggal secara tragis. Sejak itu, aku membencinya. Teman kakakku, pria menjijikkan. Bahkan tanpa malu, ia mengaku kakak ku dan dia saling mencintai. Nyatanya kakak ku hanya menganggap nya kakak, dan prihatin akan jalan kehidupan nya. Kak yo sin bertekat mengubah jalan hidupnya, dan berusaha dengan keras. Tapi sekarang?, kasihan kak jung chul. Ia adalah pacar kakak ku, belum sieh tapi mereka saling menyukai. Terlihat dengan jelas disetiap pertemuaan mereka dulu, cinta yang gugur sebelum berkembang. Bukankah hal biasa, perjodohan antar keluarga elit?. Kak jung chul dijodohkan dengan kak yo sin, dan sekarang perjodohan itu terlimpah kepada ku. Sial, ini semua karena pria menjijikkan itu.
"hei kalian!!" teriak seseorang dari belakang, kami menoleh dan langsung lari dengan cepat. Saat menyadari Mereka salah satu dari pria menjijikkan itu. karena alunan musik mengalun sangat kencang, teriakan kami bagaikan bunyi dedaunan yang saling beradu. Musik Seolah-olah mengiringi langkah kami, menerobos ruang demi ruang, naik turun tangga. Lalu akhirnya terhenti disebuah ruangan,
"jalan buntu, mati lah kita."ujar gadis itu panik.
"nama ku lee hyo ra, maaf membuat mu terlibat." ucap ku dengan nafas tersengal-sengal.
"nama ku" kalimat nya terpotong oleh tarikan nafas yang panjang, "nama ku kim hyun ri, maaf?. Aku malah bertrimakasih pada mu, ini seru sekali." jawab nya memasang tampang jail, lalu kembali panik mendengar langkah kaki mendekat.
"ayo sembunyi dibalik pintu, ini untuk mu!" ajak ku pada hyun ri, lalu mengambil sebuah vas bunga untuk hyun ri dan sebuah asbak besar untuk ku.
Langkah kaki itu semakin mendekat, terdengar ia membuka beberapa ruangan sebelum nya. Dan sekarang ia semakin mendekat, kami mengambil posisi masing-masing. Jantung ku berdetak sangat kencang, keringat mengalir setetes demi setetes membuat ku semakin gugup. Tangan ku gemetar dan lemas, ku pasang kuda-kuda terbaik yang ku punya. Ia sangat dekat, sesaat ia terhenti di depan pintu beberapa detik kemudian ia membuka pintu.
"argh..." pukulan kami tepat sasaran, vas bunga dipukul ke kepala bagian kanan dan asbak di bagian kiri. Kami menyeringai puas atas kesuksesan ini, sampai akhirnya kami sadar kalau ia bukan lah salah satu pria yang mengejar kami.
"aduh, siapa dia?" ungkap ku bingung, lalu membalik tubuh nya dengan kaki.
"astaga, dia kim nam gil." jelas hyun ri dengan panik.
"argh..." teriak kami berdua hampir bersamaan, saat tiba-tiba pria yang mengejar kami datang.
"mau lari kemana kalian?" olok mereka berdua dengan tampang yang menjijikkan.
Kami terjebak, kali ini kaki ku benar-benar gemetar. Berdiri pun rasanya tidak kuat, apalagi mau lari? Lagi pula mau kemana?. Mereka semakim mendekat, dan langkah kami sudah terpojok di dinding.
"siapa yang memukul kepala ku?" tiba-tiba kim nam gil sadar, ia mengejutkan kami semua.
"mereka!!" tunjuk hyun ri kepada kedua pria menjijikkan itu dengan cepat,
"oh?, jadi kalian?" nam gil mendekati kedua pria itu dengan tampang serius, lalu tiba-tiba menendang selangkangan kedua nya dengan cepat. Ia mengadu kepala kedua nya dengan gesit saat mereka sedikit menunduk, dan mendorong kedua nya keluar jendela tanpa memperdulikan keberadaan kami berdua. Untung saja, kami berhasil menghindar. Terlihat dengan jelas kekaguman kami akan kehebatan kim nam gil barusan, seorang seleb yang multi talenta.
Ia mendekat kearah ku, jantung ku berdetak tak beraturan. Apalagi tatapan mata nya, ia mengulurkan tangan nya pada ku. Saat ini, nafas , jantung, semua tidak beraturan dan membuat ku mematung dihadapannya.
"ayam ku, ternyata selamat." ujar nya penuh kegembiraan saat meraih sekantong ayam lalu terpeleset air di lantai, kemudian pingsan. dasar menyebalkan, Ayam? jadi demi ayam?, apa hanya itu?.
-BERSAMBUNG-
"lepaskan!!!, aku akan mengadukan mu kepada polisi..." teriak ku, sambil menggigit tangan nya.
"argh..., kalau bukan karena kau adalah adik yo sin. Aku pasti sudah lama membunuh mu!" pria menjijikkan itu berguman kesal setelah berhasil mengikat ku didalam gudang.
"em..,em...," semua caci maki ku malah berubah menjadi suara-suara aneh, saat sebuah kain pel menyumpal mulut ku.
"nah, duduk manis disini ya?. Hyo ra sayang, kakak mau pergi dulu." ejek nya, lalu mencubit kecil kedua pipi ku.
"hiat....." seseorang memukul kepala lelaki menjijikkan itu dengan bengis nya memakai sapu sampai pingsan.
"kau tidak apa-apa?" tanya gadis seumuran ku itu setelah melepaskan ikatan+ sumpalan mulut ku.
"aku, tidak apa-apa. Trimakasih," ucapku penuh kekaguman.
"ayo cepat pergi, sebelum dia bangun" ajaknya, lalu menarik ku lari. Kami lari cukup jauh, rumah ini sangat luas. Rumah seorang pengusaha, yang sedang mengadakan pesta. Pesta kaum elit seperti biasa nya, tapi entah mengapa pria menjijikkan itu ada disini.
13 thn yang lalu, ketika kakak ku lee yo sin meninggal secara tragis. Sejak itu, aku membencinya. Teman kakakku, pria menjijikkan. Bahkan tanpa malu, ia mengaku kakak ku dan dia saling mencintai. Nyatanya kakak ku hanya menganggap nya kakak, dan prihatin akan jalan kehidupan nya. Kak yo sin bertekat mengubah jalan hidupnya, dan berusaha dengan keras. Tapi sekarang?, kasihan kak jung chul. Ia adalah pacar kakak ku, belum sieh tapi mereka saling menyukai. Terlihat dengan jelas disetiap pertemuaan mereka dulu, cinta yang gugur sebelum berkembang. Bukankah hal biasa, perjodohan antar keluarga elit?. Kak jung chul dijodohkan dengan kak yo sin, dan sekarang perjodohan itu terlimpah kepada ku. Sial, ini semua karena pria menjijikkan itu.
"hei kalian!!" teriak seseorang dari belakang, kami menoleh dan langsung lari dengan cepat. Saat menyadari Mereka salah satu dari pria menjijikkan itu. karena alunan musik mengalun sangat kencang, teriakan kami bagaikan bunyi dedaunan yang saling beradu. Musik Seolah-olah mengiringi langkah kami, menerobos ruang demi ruang, naik turun tangga. Lalu akhirnya terhenti disebuah ruangan,
"jalan buntu, mati lah kita."ujar gadis itu panik.
"nama ku lee hyo ra, maaf membuat mu terlibat." ucap ku dengan nafas tersengal-sengal.
"nama ku" kalimat nya terpotong oleh tarikan nafas yang panjang, "nama ku kim hyun ri, maaf?. Aku malah bertrimakasih pada mu, ini seru sekali." jawab nya memasang tampang jail, lalu kembali panik mendengar langkah kaki mendekat.
"ayo sembunyi dibalik pintu, ini untuk mu!" ajak ku pada hyun ri, lalu mengambil sebuah vas bunga untuk hyun ri dan sebuah asbak besar untuk ku.
Langkah kaki itu semakin mendekat, terdengar ia membuka beberapa ruangan sebelum nya. Dan sekarang ia semakin mendekat, kami mengambil posisi masing-masing. Jantung ku berdetak sangat kencang, keringat mengalir setetes demi setetes membuat ku semakin gugup. Tangan ku gemetar dan lemas, ku pasang kuda-kuda terbaik yang ku punya. Ia sangat dekat, sesaat ia terhenti di depan pintu beberapa detik kemudian ia membuka pintu.
"argh..." pukulan kami tepat sasaran, vas bunga dipukul ke kepala bagian kanan dan asbak di bagian kiri. Kami menyeringai puas atas kesuksesan ini, sampai akhirnya kami sadar kalau ia bukan lah salah satu pria yang mengejar kami.
"aduh, siapa dia?" ungkap ku bingung, lalu membalik tubuh nya dengan kaki.
"astaga, dia kim nam gil." jelas hyun ri dengan panik.
"argh..." teriak kami berdua hampir bersamaan, saat tiba-tiba pria yang mengejar kami datang.
"mau lari kemana kalian?" olok mereka berdua dengan tampang yang menjijikkan.
Kami terjebak, kali ini kaki ku benar-benar gemetar. Berdiri pun rasanya tidak kuat, apalagi mau lari? Lagi pula mau kemana?. Mereka semakim mendekat, dan langkah kami sudah terpojok di dinding.
"siapa yang memukul kepala ku?" tiba-tiba kim nam gil sadar, ia mengejutkan kami semua.
"mereka!!" tunjuk hyun ri kepada kedua pria menjijikkan itu dengan cepat,
"oh?, jadi kalian?" nam gil mendekati kedua pria itu dengan tampang serius, lalu tiba-tiba menendang selangkangan kedua nya dengan cepat. Ia mengadu kepala kedua nya dengan gesit saat mereka sedikit menunduk, dan mendorong kedua nya keluar jendela tanpa memperdulikan keberadaan kami berdua. Untung saja, kami berhasil menghindar. Terlihat dengan jelas kekaguman kami akan kehebatan kim nam gil barusan, seorang seleb yang multi talenta.
Ia mendekat kearah ku, jantung ku berdetak tak beraturan. Apalagi tatapan mata nya, ia mengulurkan tangan nya pada ku. Saat ini, nafas , jantung, semua tidak beraturan dan membuat ku mematung dihadapannya.
"ayam ku, ternyata selamat." ujar nya penuh kegembiraan saat meraih sekantong ayam lalu terpeleset air di lantai, kemudian pingsan. dasar menyebalkan, Ayam? jadi demi ayam?, apa hanya itu?.
-BERSAMBUNG-
Senin, 31 Mei 2010
fanfic bideok raining............. (SCANE 12 BAG 2)
Lee han - 3 des 07 - pusan.
"ayo lah, sebentar saja..." aku menarik paksa tangan yo won menuju tenda peramal.
"tidak mau...." yo won balas menarik tangan ku ke arah sebaliknya. Kami tampak konyol, saling menarik dan berteriak tidak jelas. Orang-orang yang lewat hanya menatap kami dengan tatapan aneh, bahkan sebagian mengira kami sedang bertengkar.
"lee han, ikut aku!" tiba-tiba ada yang melepaskan tangan kami dengan kasar lalu menarik ku.
Ternyata park dong si, kenapa dia besikap seperti itu?. "hei, mau kemana?" tanya ku bingung.
"SUDAH IKUT SAJA!!" bentak dong si, saat ini aku merasa sebagai seorang gadis manis yang dimaki oleh pacarnya, sial .
"kak! Mau kemana?" teriak yo won bingung,
"kau duluan saja, aku ada urusan sebentar. Tunggu aku disana, jangan kemana-mana!"pinta ku sebelum menghilang diantara keramaian.
Lee yo won - 03 desember 2007-pusan.
"permisi.." aku memasuki tenda peramal dengan jengkel, tega sekali meninggal kan aku sendirian?. Awas saja kalau tidak kembali lagi, akan ku buat perhitungan dengan nya.
"silahkan duduk" sapa peramal itu ramah,
"mau diramal apa?" tanya nya lalu menggerak-gerakkan jari nya diatas sebuah bola kristal.
"jodoh?" jawab ku sambil menahan tawa, aku merasa konyol. Ramalan?, zaman sekarang percaya ramalan?.
"maksud anda pasangan takdir?" tanya nya lagi, membuat ku semakin geli.
"iya, maksud ku pasangan takdir." jelasku, berusaha berSikap sopan sebaik mungkin.
Ia mulai, awalnya ekspresi nya biasa saja. Namun lama kelamaan keringatnya bercucuran, wajah nya pucat pasih, seperti melihat hantu. "nona, tolong perlihatkan telapak tangan mu." pinta nya tiba-tiba dengan ekspresi serius, seakan-akan ini detik kematian ku.
"takdir mu, apa kau ingin tahu masa lalu mu?" tawaran nya sesaat setelah melihat telapak tangan ku,
"oh boleh" tanggapku datar.
"dulu, jauh dikehidupan mu sebelumnya. kau adalah seorang wanita yang berkuasa. Seorang ratu di kerajaan silla, ratu seondoek." jelasnya saat memperhatikan garis-garis ditelapak tangan ku lebih jelas, sumpah aku sangat geli mendengarnya. Ratu seondoek?, aku?, namun sebisa mungkin kutahan. Apakah mungkin, seorang ratu yang melegenda adalah aku?. Jadi selama ini aku mempelajari diriku sendiri dalam pelajaran sejarah?, sangat lucu.
"pada beberapa kehidupan mu sebelumnya, kau tidak bisa bersatu dengan pasangan takdir mu. Namun, pada akhirnya kau dan dia bersatu."jelasnya lagi, kali ini aku memperhatikan lebih seksama.
"tapi__"ia terdiam.
"tapi apa?," tanya ku penasaran.
"tapi untuk kehidupan mu sekarang, sepertinya takdir membuat kesalahan."jelasnya ragu.
"apa kau pernah secara tiba-tiba merasakan kilasan aneh?, berapa kali?" ia menanyakan sesuatu yang sama sekali tidak ku mengerti.
"tidak__" jawab ku bingung.
"kilasan apa?, kapan aku akan merasa kan nya? Dan Apa maksud nya takdir membuat kesalahan?" tanyaku berantai, aku mulai tertarik dengan semua ini. Entah lah. memang konyol, tapi perasaan ku mengatakan ini benar.
"seharusnya kan sudah terjadi?" peramal itu bicara sendiri dengan seriusnya, lalu terdiam. ia malah balik tanya? membuat ku yang bingung jadi semakin dan semakin bingung. "APAKAH MUNGKIN?"peramal itu mengejutkan ku, ia yang tadi nya diam dalam keheningan. tiba-tiba bicara sekencang itu, rasa nya semua gigi ku mau rontok.
"maaf-maaf" ujar nya saat sadar kalau aku sangat terkejut.
"maaf, aku tidak mengerti apa yang sejak tadi anda katakan. Bisa diperjelas?" pinta ku ragu.
Lee han-03 des 07-pusan
"ryu im ah?, eh ad min ra juga?." aku terkejut saat sampai di belakang salah satu tenda, ada im ah dan min ra.
"Dong si, kenapa kau menyeret aku kesini?" tanya ku sangat bingung.
"dasar bodoh!!" dong si & min ra menjitak kepalaku lalu memaki ku habis-habisan.
"sudah-sudah!!, hei hentikan!" relai im ah, menyelamatkan ku dari amukan hewan ternak.
"iya, apa sieh salah ku?. Kenapa kalian bersikap seperti ini?" sekali lagi, aku mencoba mencari penjelasan.
"kau!!" dong si memasang tampang terseram yang pernah tercipta.
"dong si cu..kup.." isak nya, im ah menangis dan lari dengan cepat menghilang diantara keramaian.
"ini semua gara-gara kau lee han, puas??" maki dong si, lalu dengan cepat mengejar im ah.
"ia melihat saat kau dan pacar mu itu bermesraan, kau itu bodoh ya?. Masa' kau tidak tahu kalau im ah menyukai mu?" jelas min ra menyadarkan ku, dan berlalu menyusuri jejak im ah.
Suka pada ku?, bermesraan dengan pacar ku?.
Yoemjong - 03 des 07-seoul
"dasar keparat!, kakak ku mati gara-gara kau. Ku bunuh kau!!!" erang nya lalu melemparkan sepatu hak tingginya kepada ku tapi meleset, aku sedang malas melayani anak ingusan sepertinya. Selalu seperti ini setiap kali bertemu, menyusahkan saja.
"au__" sesuatu dilempar tepat mengenai kepala ku, saat berbalik semua perabotan berterbangan kearah ku, aku sangat terkejut. Tapi dengan cepat ku hindari satu-persatu,BERSAMBUNG
Senin, 24 Mei 2010
fanfic bideok raining (scane 12 bagian 1)
SCANE 12 (BAG 1)lee yo won- 03 desember 2007 - pusan."iya, jam 8 kan?. Baik, sampai bertemu disana dah.."ku tutup tlp dengan wajah berseri-seri.Kak ye jin dan chunchu menatap ku dengan pandangan aneh, "tlp dari siapa kak?" selidik chunchu."dari pangeran nya, it tuh.. Sang wook tersayang" goda kak ye jin, lalu mereka berdua tertawa sampai puas.Bulu roma ku langsung berdiri mendengar nama sang wook, "enak saja, ini dari rin young. Nanti malam aku mau pergi melihat pameran dengan nya, pameran atau apa ya? semacam itu lah." jelasku."ayo semua bersiap" tiba-tiba mama masuk."mau kemana ma?, yo won tidak ikut ah. Ada janji dengan rin young." tolak ku.Mama terlihat kecewa, "ya sudah kalau begitu, ayo ye jin seung ho cepat."ajak nya, lalu menutup pintu kamar."hati-hati dan tidak boleh pulang larut malam" tiba-tiba mama masuk kamar kembali. Membuatku kaget saja, mama selalu memperhatikan ku seolah aku adalah anak kandung nya. Sikap nya itu membuat aku sedih, aku merindukan mama.setelah berjalan sendirian akhirnya aku sampai ke tempat kami bertiga janjian , tempat menginap rin young berbeda dengan ku. Lagi pula yang hafal tempat ini hanya kak lee han, Jadi kami janjian tidak jauh dari penginapan."loh kak lee han sendirian?, Mana rin young?" tanya ku kaget.Ia tersenyum, "jangan panggil kakak, kita kan seumuran?. Kau membuatku terlihat tua" protesnya. "ayo cepat, kita tidak mau ketinggalan pesta kembang api kan?" ajaknya penuh semangat.Aku masih penasaran, pertanyaanku belum dijawab. "ayo cepat." sentaknya, membuat ku terkejut apalagi tiba-tiba ia menarik tangan ku."ei . . . Pelan-pelan kak" tangan ku menjadi merah, wajar saja ditarik sepanjang jalan. Kak lee han malah tertawa mendengar keluhanku, untung saja sudah sampai."nah ambil" kak lee han membelikan aku sebungkus es."trimakasih, rin young mana?"tanya ku kembali, sambil membuka bungkus es.Ia melirik kearah ku lalu tersenyum, "oh iya lupa, rin young tidak bisa ikut. Katanya sieh mau bertemu teman nya." jelasnya, lalu mulai menjilati es nya."ya , sayang sekali" ujar ku kecewa, masih menjilati es."memangnya kenapa.?" tanyanya, lalu membuang bungkus es nya.Aku kaget, "wah sudah habis?, hebat" decak ku kagum.Kak lee han tesenyum lebar, membuat sederetan gigi putihnya tampak jelas. "itu biasa saja, aku bisa menghabiskan 30 bungkus dalam 5 menit"pamernya.Aku tertawa, tidak ku sangka seorang anak jenius mempunyai selera humor yang bagus. "kalau begitu ayo buktikan?"tantang ku.Wajah nya berubah serius, "boleh, ayo" ucapnya dengan penuh keyakinan, lalu menarikku sekali lagi ke tempat penjual es.-6 menit kemudian-"aduh . . , perutku" keluh kak lee han.Perut ku sakit, sejak tadi menahan tawa,"habis sieh habis, tapi__" aku tertawa lantang, dan tidak bisa menahan tawa ku. Bicara pun tidak bisa, aku tidak bisa berhenti tertawa."lee han?" sapa sesorang."eh min ra, aduh . . " balas kak lee han, tapi terdiam lagi saat ia merasa mules. Kak lee han sudah 5 kali keluar masuk WC."lee han kenapa?" tanya teman perempuan kak lee han, dengan wajah yang khawatir."oh itu, kak lee han bilang bisa menghabiskan 30es dalam 5 menit. Jadi aku tantang dia, dan . . Dan . . " aku tidak tahan meneruskan nya, lucu sekali."ah , lega. Aku tidak apa-apa, ayo yo won kita keliling lagi." tanya nya, setelah keluar dari WC."tapi perut kakak kan sakit?, kita pulang saja ya?"jawab ku, aku kasihan dengan nya. Ia begitu baik padaku,"Aku kan sudah janji, min ra mau ikut kami?"ajak nya, tapi gadis itu menolak. Katanya mau berkeliling dengan temannya, tapi kelihatannya ia tidak menyukaiku. Apa ada yang salah dengan ku?, atau dia itu,"hei, melamun terus. Mikirin apa yo won?, mau pulang y?"kak lee han mengejutkan ku."tidak ah, ehm . . Yo won boleh tanya?" izin ku,kak lee han terlihat bingung, "boleh, kau ini aneh" ujarnya."apa kakak punya pacar?"tanya ku ragu.Kak lee han menaikkan salah satu alisnya, oh tuhan aku salah menyampaikan. Cara aku bertanya tadi seolah-olah aku menyukai nya, aduh gawat. Padahal aku hanya ingin tahu mengapa gadis itu melihat ku dengan sinis, aku pikir ia pacar kak lee han dan ia cemburu pada ku."maksud ku bukan begitu, bukan nya aku bertanya karena suka dengan kakak."jelasku, upz . . . Aku salah ngomong lagi, itu sama saja dengan ah . . . . . Kenapa aku bodoh sekali?Kak lee han tersenyum melihat aku gelisah, "belum, memangnya kenapa?" ia balik tanya.Aku menyerah, lebih baik bertanya secara langsung. "apa teman yang tadi itu pacar kakak?, sepertinya dia cemburu" ungkap ku, perasaan ku jadi lega."bukan, tapi bagus lah kalau dia berfikir kau pacar ku. Ayo kita kesana" kak lee han menanggapinya dengan santai."ya sudah lah, aku tidak akan membahasnya lagi. Itu kan masalah pribadi kakak. Kesana?" tunjukku."iya, ke peramal. Siapa tahu kita adalah pasangan takdir, seperti di film-film."goda nya."ehm . . . kakak pasangan takdirku?" aku tertawa, tangan ku ditarik kak lee han masuk ke tenda peramal.
bersambung
bersambung
Jumat, 21 Mei 2010
fanfic bideok- raining........(scane 11)
SCANE
Lee min ki- 01 DESEMBER 2007- SEOUL.
"kenapa tuan lee?, apa anda berpikir bisa melacak keberadaan ku dengan mudah?. Apakah putri mu yang cantik itu sudah pulang?, atau ia tidak akan pernah kembali lagi?. apa anda tidak takut tuan lee?" tanya nya menantang.
"kau . . " ujar ku kesal, "jangan pernah menyentuh putriku, atau kau akan menyesal!" ancam ku dengan penuh emosi.
"oh y?, aku takut sekali pada mu TUAN LEE!" ejek nya lalu tertawa sangat lantang.
Ketika aku mengetahui saat FBI mencoba menangkap nya, mereka terkena jebakan. Jebakan itu terarah ke beberapa alamat palsu, mereka memiliki fasilitas yang sangat canggih dan sistem keamanan berlapis-lapis sehingga sangat sulit bagi kami untuk menemukan keberadaan mereka yang sebenarnya.
"apa yang kau mau?, cepat katakan!"aku putus asa.
"seperti yang pernah aku katakan pada mu sebelumnya, apa perlu aku ulangi?" jawab nya datar, seolah-olah tidak terpengaruh akan tawaran ku.
"baiklah, kau boleh minta apapun. Nyawa ku, semua harta ku, apapun yang kau mau asal kan kau bersumpah tidak akan menyakiti putri ku?" desak ku sekali lagi.
"nyawa mu?, kau fikir apa yang kau tawar kan itu punya nilai di mata ku?" ejek nya. "baiklah, akan ku pikirkan lagi." dia mempermainkan ku, lagi dan lagi.
'tut . . . . . . . . ' dia matikan tlp saat aku sedang berbica, seolah-olah itu tidak penting bagi nya!.
"tuan lee, kami berjanji 'YY' akan segera tertangkap, anda jangan khawatir." ujar salah seorang agen FBI yang berusaha menenangkan ku.
"segera?, boleh aku tahu kapan kah itu?" aku meninggikan suaraku, dan tak bisa menahan emosi.
"tuan, sabar tuan." moon shik berusaha menenangkan ku.
"tuan jangan emosi, AGEN FBI sedang melakukan yang terbaik. Kita percayakan saja pada ahli nya."bujuk ryu dam.
"maafkan kami tuan lee, 'YY' adalah buronan di seluruh dunia jadi sulit untuk ditemukan. Jaringan nya sangat luas, tapi Kami sedang bekerjasama dengan negara-negara lain untuk menangkapnya." salah seorang dari agen FBI itu menjelaskan kepada ku, penjelasan yang selalu kudengar 13 thn belakangan ini. Tapi ada sesuatu kemajuan, kerjasama antar negara. Aku menaruh banyak harapan akan hal itu, semoga saja berhasil.
"telpon rumah anda telah kami hubungkan langsung ke kantor FBI, jika ada sesuatu tolong kabari kami. 20 agen ini akan menjaga rumah dan keluarga anda, kami permisi dulu." jelas agen FBI itu sebelum pergi dan menjelaskan pembagian tugas beserta idenfitas 20 agen yang akan ditugaskan menjaga kami.
Yang aku fikirkan saat ini adalah yo won & ye jin, kedua putri kandungku.
"ye jin?, kalian ada dimana?. Cepat pulang sekarang!" bentak ku dengan sangat khawatir. saat aku mencoba menghubungi hp yo won, chunchu yang mengangkat nya. Ternyata hp yo won tertinggal dikamarnya, setelah tahu yo won kemana dan dengan siapa dari chunchu, aku segera menghubungi ye jin.
"ye jin!, cepat pulang sekarang!" ulang ku.
"iya pa." jawab ye jin dengan cepat.
"ya sudah, papa tunggu dirumah. papa sampai dirumah, kalian harus ada." aku nenuTup tlp nya.
"tuan, jangan khawatir. Tuhan akan melindungi nona yo won"moon shik menyadari kegelisahan ku.
"tuan, , angin sangat kencang. Kita tidak bisa melanjutkan perjalanan sekarang, karena itu kita akan mendarat di bandara terdekat."jelas ryu dam dengan hati-hati, ia tahu suasana hati ku sedang buruk.
"baik lah, kalian benar. Kita mendarat sekarang" aku menyetujui nya.
Moon shik dan ryu dam termasuk orang-orang kepercayaan ku, mereka telah bekerja lama dengan keluarga ini. Mereka bagian dari keluarga lee, keluarga ku.
Yo won, papa akan segera pulang. Kau akan baik-baik saja, tuhan melindungi mu. Papa tidak akan kehilangan lagi, tidak akan.
Lee yo won- 01 des 2007.
"pak, tolong dipercepat."kak ye jin terlihat panik.
"ada apa kak?, kenapa terburu-buru?" tanya ku penasaran.
"tadi papa menelpon kakak, kita di suruh pulang sekarang. K?ta harus ada di rumah sebelum papa pulang, entahlah tapi papa sangat aneh" jelas nya masih dengan tampang cemas.
"bukan nya papa masih di amerika?" ingat ku. "kenapa ya kak? Tidak biasanya papa seperti ini" lanjut ku.
"pak? Kenapa lewat jalan yang ini?" protes kak ye jin.
"ada apa kak?"tanya ku polos.
"yo won, ini bukan jalan pulang. siapa kau?." tanya kak ye jin sambil melihat supir.
kami sadar apa yang sedang terjadi, "TOLONng . . . " jerit kami bersamaan, sambil mencoba menghentikan mobil. Tiba-tiba mobil berhenti, ada sebuah mobil berhenti tepat di samping kami. Kami berdua berteriak minta tolong, dari dalam mobil keluar 5 orang lelaki sekitar 30 tahunan.
Supir palsu itu membuka pintu mobil sambil menodongkan pistol, "jangan teriak, atau ku bunuh kalian?"ancam nya.
"kalian mau uang? Ambillah, tapi jangan apa-apakan kami" kak ye jin mengeluarkan semua uang tunai, ATM dan barang berharga lain nya.
"kalau kau masih bicara, aku akan memotong lidah mu. Cepat keluar!" ia menarik ku keluar dengan kasar sambil menodongkan senjata.
Aku takut
papa..
mama..
tolong kami. .
KIM NAM GIL- 01 DES 2007- SEOUL.
"mereka sangat aneh!" ujar ku bingung
"tuan muda?" panggil bibik maya seraya menghampiri ku.
"makanan burung nya ada di meja dekat kolam berenang." jelasnya rinci, lalu membungkuk kan tubuh untuk memberi hormat dan permisi pergi.
"bibik" panggil ku tak lama setelah bibik berjalan perlahan menuju ke dapur.
Dengan segera ia menemuiku, "ada apa tuan muda?, ada yang bisa bibik bantu?" tanya nya tulus.
"tadi, apa ada salah seorang teman perempuanku pergi ke gudang?" tanya ku memastikan.
Bibik berpikir dalam keheningan, "oh . . " tiba-tiba bibik maya mengeluarkan suara yang sangat keras, aku terkejut sekali. "ada tuan" lanjut nya.
"dia ngomong apa aja bik?" tanya ku lagi.
Bibik tersenyum, "nona itu hanya bertanya siapa yang disuruh tuan muda mengambil makanan burung. Lalu ia pergi." bibik menjelaskan nya dengan mimik wajah menahan tawa.
Aku jadi curiga, "ada sieh bik?, kok nahan tawa gitu?."sidik ku.
Bibik mengedipkan salah satu kelopak mata nya, "tuan muda menyukai nona itu ya?, tenang saja tuan muda. Bibik bisa jaga rahasia." goda nya.
Aku bereaksi dengan cepat, "bibik jangan buat gosip ah!, mana mungkin aku menyukai gadis menyebalkan seperti dia?"alibi ku.
"benci itu . . .benar-benar cinta!, aha' . . . . Ada yang jatuh cinta . . . Cinta monyet . . . " bibik semakin menggoda ku, bahkan semakin menjadi. Ia pergi sambil berteriak pada seisi rumah 'tuan muda nam gil sedang jatuh cinta', aku kesal dan pergi keluar rumah dengan berjalan kaki.
"Menyukai yo won?, Yang benar saja?." guman ku sambil menyebrang jalan, tapi Saat aku menyeberang jalan, tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju sangat kencang dan ugal-ugalan. Kaki ku tidak bisa digerakkan, jantungku berdetak sangat kencang, semua terlihat dalam gerak lambat. Aku mendengar terikan dari orang-orang dijalan, kupejam kan mata saat mobil itu semakin mendekati ku.
"ternyata kim nam gil juga punya rasa takut ya?"tiba-tiba aku mendengar suara ryu sang wook, 'sang wook?' saat ku buka mata sang wook tertawa dengan penuh kepuasan, aku mengerutkan dahi karena kesal.
Ryu sang wook adalah sahabat baik ku, kami bertemu saat mengikuti sebuah ajang cari bakat. Saat itu, kami duduk di kelas 6 SD. Para dewan juri dan penonton terpukau akan skill yang kami miliki, walau aku dan sang wook sempat berada dalam persaingan yang sangat ketat, aku berhasil meraih juara pertama dan tentunya kedua untuk sang wook. Sejak saat itu, kami bersahabat. Tapi kami jarang bertemu, karena kami berdua sangat sibuk.
Aku menatapnya jengkel saat ia menepikan mobil nya, "menyetir mobil pada usia 13thn?, apa kau tidak takut ditangkap polisi?"tanya ku.
Sang wook tertawa, "kau ini, pernah dengar the power of money?" jelasnya, kami tertawa.
"Kau gila, dan aneh. Aku jadi ingat saat kau tampil di ajang bakat, saat itu kau lupa memakai tali pinggang. Otomatis saat kau melakukan dance celana mu lepas, apalagi waktu itu live. Kau tetap seperti dulu, tetap gila." aku tertawa saat wajah sang wook memerah malu, seperti nya karena gadis kecil itu.
Sang wook menginjak kaki ku, "keahlian mu dalam membuka aib sahabat sendiri, ternyata mengalami kemajuan y?"tatap sang wook sinis.
"oh . . . , aku mengerti. Ini pacar mu ya?"aku menunjuk gadis kecil di sampingnya yang sejak tadi tersenyum malu.
Sekarang giliran sang wook yang menertawakan ku, "pacar? ? ?, dia ini ryu nhi ta. Kau ingat? Dia adik ku!" sekarang giliran wajahku memerah karena malu.
"ini nhi ta adik mu?"tanya ku tak percaya,
"iya kak ini nhi ta, kakak tidak ingat y?."nhi ta melihat ku sinis seakan-akan ingin marah, lalu ia tertawa melihat wajah ku yang bingung.
"wah . . . Nhi ta, kau berubah ya?. Apa benar dia kakak mu? Aku curiga kalau dia itu kakak pungut mu!" goda ku, sambil melirik sang wook dengan sengaja.
"iya kak nam gil, itu lah yang jadi pertanyaan nhi ta sampai saat ini. Sebenarnya dia itu siapa?"nhi ta berada di posisi ku, kami sangat puas mengerjai sang wook.
"asal kalian bahagia" ujar nya cuek. "kau masih mau belajar menyetir tidak?, adik durhaka?" tanya nya pada nhi ta lalu menarik telinga nya.
Nhi ta tersenyum manja, "jadi . . Jadi . . !, kak nam gil, sepertinya persekutuan kita melawan kak sang wook harus ditunda. Tapi tenang saja kak, nhi ta selalu dipihak kakak." ujar nya dengan penuh semangat.
"kalian mau kemana?"tanya ku bingung.
"kau mau ikut tidak?aku mengajari nhi ta menyetir mobil!" bulu kuduk ku berdiri saat membayangkan harus berada satu mobil dengan nhi ta. Bisa-bisa pulang nya tinggal nama, ih Menakutkan? "ah tidak usah, nanti saja kalau nhi ta sudah lancar menyetir. Hati-hati ya?,kapan-kapan kita ngumpul lagi ya?"tolak ku ramah.
"baiklah kalau begitu, kami pergi dulu y?"sang wook masuk ke dalam mobil.
"hati-hati"pesan ku lalu melambaikan tangan.
Untung saja bisa menghindar,Dari jauh kulihat mobil yang dibawa nhi ta menari hawai diiringi teriakan histeris.
LEE YO WON- 01 DESEMBER 2007-seoul
Aduh bagaimana ini?, aku takut. Teriak pun percuma, disini daerah elit yang penghuninya super sibuk. Tidak akan ada orang yang mendengar teriakan ku, aku harus menyelamatkan diri sendiri. Aku pasti bisa, aku pasti bisa.
"a . . . . .a . . . , kurang ajar kau" teriak supir palsu itu saat aku menendang burung nya dan kak ye jin menggigit tangan nya, lalu ia mendorong kami hingga terjatuh.
"mengurus 2 anak perempuan saja tidak becus?"ejek salah satu rekan nya, kemudian 3 orang mendekat dan menangkap kami yang hampir saja berhasil kabur.
"a . .a . . . Lepaskan kami!" teriak kami hampir bersahut-sahutan.
"berisik!, kalian jangan diam saja? Cepat ambil obat bius!. Telinga ku sakit sekali."perintahnya.
Tiba-tiba terdengar suara mobil polisi, lalu tak lama kemudian terlihat beberapa mobil polisi mengejar sebuah mobil, mobil yang dikejar polisi itu dikendarai secara ugal-ugalan.
"AWAS . . . "teriak seseorang dari dalam mobil,
"AaAaAaA . . . . . . . . ." teriak ku dan kak ye jin panik.
-KANTOR POLISI-
"hehehe . . . , sial!. Kenapa tertangkap polisi lagi ya?"tawa anak laki-laki itu tanpa dosa.
"maafkan kami pak, sebentar lagi pengacara kami datang. kakak!. Jangan tertawa terus?, kita ditangkap polisi kakak masih bisa tertawa?"keluh seorang gadis kecil yang berada satu mobil dengan anak laki-laki seumuran ku itu.
Anak laki-laki itu melirik ku yang masih cemberut, "kau masih marah ya?, lagi pula aku kan tidak sengaja?."belanya.
Mendengar itu kemarahanku telah mencapai ubun-ubun, "tidak sengaja?, ah . . !"desah ku.
"pokoknya kau harus ganti rugi!"teriak ku sambil melempar salah satu sepatu, sial nya meleset malah mengenai seseorang.
"nona, Kau galak sekali?. Ganti rugi yang mana?, mobil itu atau ciuman tadi?"godanya.
Aku hampir saja membunuh nya kalau saja kak ye jin tidak menghalangi ku, "yo won!, itu kan ryu sang wook?" bisik nya kagum.
Ryu sang wook?, jadi dia ryu sang wook?. Kenapa aku selalu bertemu aktor cilik dengam cara seperti ini, aku jadi teringat nam gil. Kenapa jadi ingat dia ya?, ah . . . Sial.
Aku melihat nya dengan sinis saat dia tersenyum, "aku akan tanggung jawab, nanti akan kunikahi kau!"ujarnya ringan.
Aku, dan semua yang mendengar itu terkejut dan sebagian tertawa. Menikahi ku? Yang benar saja?, dia gila, sangat gila. Mengapa semua anak laki-laki yang aku temui gila?.
"kakak? ? ?"bentak anak perempuan itu. "jangan ngomong yang aneh-aneh!"keluhnya.
"hei?. Aku serius loh?, dia adalah cinta pertama ku. Wah aku jatuh cinta pada mu . . ." sang wook mengatakan nya sambil berjalan kearah ku seperti tanpa tulang, dia membuatku ketakutan.
'plak . . . ' sang wook terjatuh karena di palang oleh kaki gadis kecil itu.
"pak, tolong ikat dia"pinta nya pada polisi, sambil menunjuk sang wook yang sedang pingsan. Gadis kecil itu duduk di samping ku yang masih shock dengan kejadian ini, bagaimana tidak? Aku bertemu orang-orang aneh.
"nama ku ryu nhi ta, nama kakak siapa?" ujar nya sambil mengulurkan tangan seraya tersenyum manis.
"nama kakak lee yo won dan itu lee ye jin, apa kau adik nya sang wook?"tanyaku.
"begitulah, mungkin ini takdir ku mendapatkan kakak seperti dia!"jawabnya sambil tertawa kecil.
"trimakasih ya?, secara tidak langsung kalian berdua telah menyelamatkan kami."ucapku tulus.
"menyelamatkan dari apa?"tanya nya bingung, "eh . . . Tunggu sebentar. Kak, nhi ta kesana dulu ya?. Pengacara kami sudah datang"nhi ta langsung menemui pengacaranya setelah permisi kepada kami,
"ia anak yang sopan, tapi mengapa ia punya kakak laki-laki yang aneh seperti itu", ucap kak ye jin prihatin.
Tadi, saat penculik hampir saja membawa kami pergi. Mobil sang wook dan beberapa mobil polisi yang mengejarnya datang, lalu dengan sekejap
Mobil sang wook yang melaju sangat cepat menabrak mobil penculik dan mobil ku seolah-olah, sedang bermain boling. Aku dan kak ye jin berhasil menghindar, tapi Aku kembali lagi ke mobil karena ingin mengambil dompet. didalamnya ada foto aku bersama mama, barang yang sangat berharga. Meskipun dicegah kak ye jin aku tetap pergi, tidak ada yang bisa mencegah ku karena aku adalah lee yo won. Tapi naas nya, setelah aku mengambil dompet. Aku mendengar seseorang berteriak. saat aku berbalik ke belakang, sang wook melompat ke arah ku sambil berteriak 'awas . . . Mobil nya akan meledak'. Kami terjatuh dan sang wook benimpa tubuh ku, entah bagaimana kejadian nya bibir sang wook dan bibir ku berpadu. Sial nya, tidak ada mobil yang meledak. Itu hanya khayalan sang wook, yang kebanyakan nonton film laga.
"yo won?, ye jin?"seseorang memanggil, terdengar seperti papa.
"papa?, papa?"panggil ku berulang kali untuk memastikan.
"papa, kami tadi. . . "kalimat kak ye jin terpotong karena papa memeluk kami berdua.
"maafkan papa, papa terlambat dan tidak bisa melindungi kalian"ucap nya sesal, "Apa kalian baik-baik saja?"tanya nya khawatir.
"kami baik-baik saja, kami ditolong oleh pangeran yo won"
"maafkan papa, papa terlambat dan tidak bisa melindungi kalian"ucap nya sesal, "Apa kalian baik-baik saja?"tanya nya khawatir.
"kami baik-baik saja, kami ditolong oleh pangeran yo won"goda kak ye jin.
"pangeran yo won" papa tersenyum lalu mengikuti pandangan mata kak ye jin yang melirik sang wook.
"wah . . . Papa ingin sekali bertemu dengan calon menantu papa, ye jin apa dia tampan?"candanya.
Kak ye jin menahan tawa, "tampan pa, aktor loh. Itu . . .tu . . .ryu sang wook, ayo pa kita kesana. Yo won, kau mau ikut?"ajaknya sambil tertawa melihat eksPresi jengkel di wajah ku.
Aku keluar dari kantor polisi, dan masuk kedalam mobil. "yang benar saja?"umpat ku. "pangeran? Cuih . . "aku meniru gerak wajah kak ye jin, lalu rasa nya ingin muntah. Ku raba saku rok sekolah, dan aku menemukan sapu tangan nam gil. Kenapa ada disini ya?, ada bekas ingus nya lagi?, uwek . . . .. Oh iya, apa sebaiknya aku kembalikan saja ya?. Lamunan ku terhenti saat papa dan kak ye jin masuk mobil, tentunya dengan topik yang sama 'pangeran yo won', menyebalkan.
Kim nam gil- 01 des 2007 - seoul.
"tuan muda sudah pulang?, ini ada telpon dari tuan sang wook." bibik maya menungguku didepan pintu utama, tentunya dengan wajah yang menahan tawa.
Aku masih jengkel, "trimakasih bik" jawab ku cuek setelah mengambil telpon nya.
"sang wook?, tumben?, ada apa?." tanya ku bingung.
"hehehe . . . , aku telah menemukan calon istriku."jelasnya girang.
Aku sangat terkejut, hingga susu yang ku minum menyembur keluar. "uhk . . .uhk . . . . , kau ini aneh"komentarku, masih tersedak susu yang kuminum.
"ya sudah nam gil, ada papa mertuaku dan kakak ipar ku. Nanti kita bicara lagi, dah?"jelasnya singkat sebelum menutup telpon.
Aku yang mendengar semua itu, rasanya ingin muntah. "kok aku bisa berteman dengan alien seperti dia ya?"gumanku sambil berjalan menuju kamar.
Saat masuk kekamar, aku membuka album foto keluarga kami 2tahun yang lalu. Sangat bahagia.
"ini saat aku belajar berenang, yang ini waktu kak nam gim terjatuh dikolam berenang. Yang ini waktu kami berlibur di pegunungan,"ingat ku pada kenangan didalam foto itu.
"ini saat mama memberikan kami sepasang sapu tangan, Oh iya! sapu tangan ku!. Bagaimana aku bisa lupa?, aduh nam gil . . . . .kau bodoh sekali? ?."keluh ku, saat tiba-tiba teringat sapu tangan yang ingin ku pinta pada yo won.
Oh iya, apa benar yo won bertemu dengan bibik maya?. Kenapa aku bisa berpikiran seperti ini?, tapi itu mungkin saja kan?. Nama nya juga takdir, ah sudah lah. Lagi pula aku sangat sayang dengan bibik maya, kalau bisa aku ingin ia menjadi ibu ku.
Lee yo won- 02 desember 2007-seoul.
"kakak jangan khawatir, sebentar lagi aku pulang. Jangan kasih tahu papa!"jelas ku,
"tapi yo won?___"aku menutup telpon nya sebelum kak ye jin menceramahi ku.
"nona, anda bersembunyi saja dimobil."salah seorang polisi mengejutkan ku, lalu ia membawa ku masuk kedalam mobil polisi.
Aku sedang berada ditempat 'YY' mengajak papa bertemu, tanpa sengaja aku menemukan surat itu di antara surat-surat dimeja kerja papa saat aku ingin mengambil album foto. Dan sekarang,aku ingin melihat nya. Aku ingin menjebak nya, aku meminta bantuan polisi. Yang aneh nya, saat ku tunjukkan surat ancaman dari seseorang berinisial 'YY' polisi langsung menurunkan pasukan nya.
Padahal ia hanya penculik kakak waktu kecil, apakah dia lebih menakutkan dari yang aku bayangkan?.
Seorang polisi masuk ke mobil, dan duduk di jok belakang. "sedang apa nona lee malam-malam begini?"tanya nya, dengam nada suara yang sedikit menyeramkan. Saat aku melihat belakang dari kaca, aku sadar ia bukan polisi meskipun ditangan nya sedang memutar-mutarkan pistol.
Aku mengatur tempat duduk agar bisa terlipat, dan berSiap menekan sPeaker polisi tanpa ia ketahui. "siapa kau?"tanya ku dengan tegas.
Dari kaca terlihat ia tersenyum sinis, "masa' nona tidak tahu?, bukankah nona dan polisi sedang menungguku?"jawabnya santai, tetap memain-mainkan pistol ditangan nya.
Tangan ku gemetar, perasaan ku saat ini bercampur aduk. "apa kau 'YY'?, lelaki bejat yang telah memisahkan aku dari saudaraku?"jawab ku tegas, berusaha menutupi ketakutanku. Tetap dalam posisi siaga.
Aku tetap menatap nya lewat kaca, Kali ini ia memasang tampang sinis. "anda tahu nama ku?, ck . . .ck . . .ck . ."ia diam sejenak. "lebih tepat nya membunuh saudara laki-laki mu, dan juga mama mu. Apa kau tahu?, yang selanjutnya adalah kau."jelasnya, lalu menembakkan pistol nya kearah ku.
"yo won?" papa terlihat hampir menangis saat menghampiri ku, terlihat chunchu, mama dan kak ye jin menyusul dibelakang papa.
Papa memelukku, "apa yang akan papa lakukan, jika terjadi sesuatu kepada mu?"papa mulai mengomel.
Mama mendekat, "apa yang kau pikirkan yo won?, mama tidak mau tahu!, kalau ini terjadi lagi kau akan menyesal!" mama menjewer telingaku lalu memelukku.
Chunchu juga mendekat ingin memelukku, aku merentangkan tangan. "ku kira kau luka parah kak deokmen?, ternyata tidak terjadi apa-apa?. Tidak seru!"komentarnya ketus, papa dan mama langsung menyinari chunchu dengan mata sinis. Chunchu langsung diam dan menjauh, ia duduk di samping kak ye jin tapi yang lucu nya adalah cara chunchu mencapai kursi itu. Ia berjalan miring persis kepiting, dan wajah nya pucat kebiru-biruan. Kak ye jin juga terlihat pucat pasih,
"kalau tahu begini, seharusnya tidak ku izinkan yo won pergi."gerutunya, tanpa tahu telinga chunchu telah menguping dengan indah.
"jadi kak ye jin dan kak yo won sekongkol?, kak ye jin sebisa mungkin menyembunyikan kepergian kak yo won dari papa dan ma___"simpulnya, tapi dengan segera kak ye jin menutup mulut chunchu. Hingga ia sulit bernafas dan bergerak meronta seperti cumi-cumi.
Tapi terlambat, telinga papa dan mama terlalu tajam untuk mendengar dengan jelas kesimpulan chunchu. Akhirnya papa dan mama harus berduet mengomeli kami, dan tak pernah ku sangka duet mereka sungguh teramat dasyat. Kesimpulan akhir dari sidang hari itu, aku dan kak ye jin di hukum.
Seorang polisi, sepertinya atasan mendekat kearah kami. "tuan lee, senang sekali bisa bertemu orang tua gadis pemberani ini."ujarnya bangga, tapi kami bersyukur karena papa dan mama akhirnya berhenti ngomel.
"anda terlalu berlebihan."jawab papa malu."saya serius tuan lee, anak buah saya pun belum tentu seberani putri anda. Ia mengunci dirinya bersama mafia itu didalam mobil, padahal mafia itu memegang pistol. Yang lebih hebat nya lagi, putri anda bisa tetap berpikiran jernih dan menyusun siasat. Saya benar-benar kagum."tuturnya penuh kekaguman, papa dan mama melirik sinis kepada ku, seakan-akan ingin melahapku.
"lalu siasat apa yang digunakan putri ku?"selidik papa.
"ia sempat mengatur tempat duduk agar bisa dilipat, dan mengaktifkan speker mobil dan yang tidak bisa ku percaya. Putri anda selamat saat penjahat itu menembak nya, ia melipat tempat duduk dan bersembunyi di bawah setir. Saat penjahat itu ingin kabur tidak bisa, karena putri anda telah mengunci nya didalam mobil. Ia panik, sampai akhirnya kami berhasil menangkap nya. Putri anda sangat berbakat, kalau ia berminat masuk di kepolisian. Hubungi saja saya, permisi pak." jelasnya secara rinci, lalu pergi setelah memberikan kartu nama pada papa.
Papa dan mama melihat ku dengan tatapan seorang pembunuh, "yo won, apa itu semua benar" tanya papa, aku mengangguk pelan.
Chunchu mendekat ke arah ku, "wah ? ? , kak deokmen keren!. Ini baru kakak ku, eh . . Mama . . .papa . . . " pujinya dengan semangat, lalu pergi dengan langkah kepiting andalan nya saat papa dan mama menatap chunchu sinis.
Kami bertiga dihukum, aku, chunchu dan kak ye jin. Mata kami ditutup selama perjalanan, di hukum kemana?. Kerumah nenek?, kerumah tante yang super duper cerewet?, atau di masukkan dalam asrama?. Entah lah?, , , ,
LEE HAN- 02 des 2007- pusan.
"lee han?, ayo istirahat dulu?. Anak jenius juga perlu istirahat kan?" papa menutup buku pelajaran kelas 12 yang kupelajari.
Papa mendorong ku masuk ke mobil, "tapi ayah?, kita mau kemana?"tanya ku bingung,
"bibik?" aku terkejut saat ayah mengajak bibik hyeon jeong bersama kami.
"kenapa lee han?, kau tidak suka bibik ikut ya?. Ya sudah kalau begitu." ia berpura-pura akan turun, ini sangat menggelikan.
Aku tertawa, "baiklah, tapi hanya hari ini saja."jawab ku cuek.
Aku mencari alasan untuk meninggalkan ayah dan bibik berdua, aku berjalan-jalan dipantai dan aku menabrak seseorang. Siapa dia?, saat aku melihatnya ternyata dia. Dia orang yang kurindukan,
Aku sangat terkejut, "rin young?"sapa ku.
Ia tersenyum, "lee han?, wah apa benar ini kau?"tanyanya meyakinkan.
Kami mengobrol berdua, rasanya sudah lama kami tidak bertemu sejak 2 tahun yang lalu. Rin young, gadis yang sempat aku sukai. Dulu kami berlomba-lomba menjadi yang terbaik, kami lompat kelas sama banyak nya. tapi sejak ayah rin young meninggal, dia berhenti sekolah. Maksudku tidak lagi fokus pada sekolah, sekarang dia kelas 9 di sebuah smp elit amerika. Dia sekarang seorang foto model cilik, gosipnya rin young dipaksa oleh ibu tiri nya. Entah lah, rin young terlalu tertutup. Terlalu banyak misteri yang ada dalam hidup nya, sama dengan hidup ku.
"kapan kau kembali ke pusan?"tanya ku.
"baru beberapa hari yang lalu."jawab nya cuek tapi tetap menyungingkan senyum khasnya yang manis.
"mengapa kau tidak mengunjungi ku?, rasa nya rumah ku tidak pindah dari dulu sampai sekarang."protesku, lalu berpura-pura marah.
Rin young tersenyum, "iya . . Iya . . .maaf, aku tidak mau mengganggu waktu belajar mu, aku sudah dengar dari min ra, kau hebat sekali? ?."decaknya kagum.
Aku tersipu malu, "kau ini, em . . . Ada angin apa kau kesini?"tanya ku penasaran.
"yang pastinya bukan ingin bertemu dengan mu!"candanya sedikit cemberut. "aku ingin menemui sepupu ku, dia ada dihotel sekitar sini."jelasnya lalu menatap wajah ku yang sekilas membuka kaca mata untuk membersihkan debu.
"kenapa kau melihatku seperti itu?"tanya ku bingung.
Ia tersadar dari lamunannya, "kau mirip sekali dengan kim nam gil"ungkap nya kagum, "tapi setelah kaca mata dan gaya rambutmu di ubah" protesnya sambil berusaha mengambil kacamata dan mengacak-acak rambut ku.
"ayolah hentikan"pinta ku.
"rin young? ? ?"teriak seseorang dari belakang.
Tak lama kemudian ia menghampiri kami, "rin young?, kau pulang? Kapan?"tanya gadis itu tidak sabar.
Rin young dan gadis itu berpelukan, mereka sangat dekat. Apa dia sepupu rin young?, sesaat keberadaan ku dilupakan. Aku seperti sebongkah batu yang berserakan dijalan, sial.
Akhirnya rin young menyadari betapa aku merasa tidak dianggap, "yo won, kenalkan ini lee han. Dia ini jenius loh!, dia masih seumuran kita tapi sebentar lagi kuliah!" rin young mengenal kan kami.
"oh, tapi rin young juga cerdas!. Kalau saja kau tidak terjun dalam dunia keselebsasian, kau pasti bisa menyusul prestasi nya!" yo won tidak mau kalah, aku tertawa melihat nya. Ia lucu, memakai tata bahasa aneh dan entah lah . . . , aku merasa tidak asing akan keberadaanya.
"nama mu yo won, sekarang kelas berapa?"tanya ku ramah.
"kelas 8, nama kakak tadi . . .lee han kan?"tanyanya berusaha mengingat.
"iya nama ku lee han, jangan panggil kakak!. Kau ini lucu sekali, menyenangkan walau sedikit rewel."simpul ku.
Rin young tertawa, "iya lee han, kau benar!. Rewel sekali!."tambahnya.
Kami bercanda dan bermain-main dipantai hingga sore, kemudian kami bertukar no telpon dan kemudian pulang membawa kenangan indah masing-masing.
Lee yo won - 02 desember 2007 - pusan.
Ternyata papa hukuman yang disebut-sebut papa, adalah sebuah liburan 2 hari di pusan. Dan yang lebih mengejutkan, rin young sepupu ku datang. Dia ada pemotretan disana, sekalian reuni keluarga. Sejak 2 tahun yang lalu, tepat setelah ayah nya meninggal. Dulu rin young sangat pintar, sampai-sampai sering loncat kelas. Alhasil, walau kami seumuran rin young menjadi kakak kelas ku. Aku dikenalkan dengan temannya, kak lee han. Walau sebenarnya kami seumuran, aku memanggilnya kakak. Ia cerdas, sama seperti rin young sepupu ku saat aku kenaikan kelas 9 ia akan masuk universitas. Ia baik dan ramah, satu-satunya teman lelakiku yang baik. Aku merasa nyaman berada dekatnya, berbeda dengan nam gil, apa lagi sang wook. Aku bahagia sekali, menghabiskan beberapa hari di pusan. Kami saling bertukar no tlp, aku hampir melupakan keberadaan kak ye jin dan chunchu. Aku bahagia, sangat bahagia. Tapi, entah hanya perasaanku saja kak lee han sedikit mirip dengan nam gil. Bodo' ah, yang penting aku sekarang sangat senang.
Lee min ki- 01 DESEMBER 2007- SEOUL.
"kenapa tuan lee?, apa anda berpikir bisa melacak keberadaan ku dengan mudah?. Apakah putri mu yang cantik itu sudah pulang?, atau ia tidak akan pernah kembali lagi?. apa anda tidak takut tuan lee?" tanya nya menantang.
"kau . . " ujar ku kesal, "jangan pernah menyentuh putriku, atau kau akan menyesal!" ancam ku dengan penuh emosi.
"oh y?, aku takut sekali pada mu TUAN LEE!" ejek nya lalu tertawa sangat lantang.
Ketika aku mengetahui saat FBI mencoba menangkap nya, mereka terkena jebakan. Jebakan itu terarah ke beberapa alamat palsu, mereka memiliki fasilitas yang sangat canggih dan sistem keamanan berlapis-lapis sehingga sangat sulit bagi kami untuk menemukan keberadaan mereka yang sebenarnya.
"apa yang kau mau?, cepat katakan!"aku putus asa.
"seperti yang pernah aku katakan pada mu sebelumnya, apa perlu aku ulangi?" jawab nya datar, seolah-olah tidak terpengaruh akan tawaran ku.
"baiklah, kau boleh minta apapun. Nyawa ku, semua harta ku, apapun yang kau mau asal kan kau bersumpah tidak akan menyakiti putri ku?" desak ku sekali lagi.
"nyawa mu?, kau fikir apa yang kau tawar kan itu punya nilai di mata ku?" ejek nya. "baiklah, akan ku pikirkan lagi." dia mempermainkan ku, lagi dan lagi.
'tut . . . . . . . . ' dia matikan tlp saat aku sedang berbica, seolah-olah itu tidak penting bagi nya!.
"tuan lee, kami berjanji 'YY' akan segera tertangkap, anda jangan khawatir." ujar salah seorang agen FBI yang berusaha menenangkan ku.
"segera?, boleh aku tahu kapan kah itu?" aku meninggikan suaraku, dan tak bisa menahan emosi.
"tuan, sabar tuan." moon shik berusaha menenangkan ku.
"tuan jangan emosi, AGEN FBI sedang melakukan yang terbaik. Kita percayakan saja pada ahli nya."bujuk ryu dam.
"maafkan kami tuan lee, 'YY' adalah buronan di seluruh dunia jadi sulit untuk ditemukan. Jaringan nya sangat luas, tapi Kami sedang bekerjasama dengan negara-negara lain untuk menangkapnya." salah seorang dari agen FBI itu menjelaskan kepada ku, penjelasan yang selalu kudengar 13 thn belakangan ini. Tapi ada sesuatu kemajuan, kerjasama antar negara. Aku menaruh banyak harapan akan hal itu, semoga saja berhasil.
"telpon rumah anda telah kami hubungkan langsung ke kantor FBI, jika ada sesuatu tolong kabari kami. 20 agen ini akan menjaga rumah dan keluarga anda, kami permisi dulu." jelas agen FBI itu sebelum pergi dan menjelaskan pembagian tugas beserta idenfitas 20 agen yang akan ditugaskan menjaga kami.
Yang aku fikirkan saat ini adalah yo won & ye jin, kedua putri kandungku.
"ye jin?, kalian ada dimana?. Cepat pulang sekarang!" bentak ku dengan sangat khawatir. saat aku mencoba menghubungi hp yo won, chunchu yang mengangkat nya. Ternyata hp yo won tertinggal dikamarnya, setelah tahu yo won kemana dan dengan siapa dari chunchu, aku segera menghubungi ye jin.
"ye jin!, cepat pulang sekarang!" ulang ku.
"iya pa." jawab ye jin dengan cepat.
"ya sudah, papa tunggu dirumah. papa sampai dirumah, kalian harus ada." aku nenuTup tlp nya.
"tuan, jangan khawatir. Tuhan akan melindungi nona yo won"moon shik menyadari kegelisahan ku.
"tuan, , angin sangat kencang. Kita tidak bisa melanjutkan perjalanan sekarang, karena itu kita akan mendarat di bandara terdekat."jelas ryu dam dengan hati-hati, ia tahu suasana hati ku sedang buruk.
"baik lah, kalian benar. Kita mendarat sekarang" aku menyetujui nya.
Moon shik dan ryu dam termasuk orang-orang kepercayaan ku, mereka telah bekerja lama dengan keluarga ini. Mereka bagian dari keluarga lee, keluarga ku.
Yo won, papa akan segera pulang. Kau akan baik-baik saja, tuhan melindungi mu. Papa tidak akan kehilangan lagi, tidak akan.
Lee yo won- 01 des 2007.
"pak, tolong dipercepat."kak ye jin terlihat panik.
"ada apa kak?, kenapa terburu-buru?" tanya ku penasaran.
"tadi papa menelpon kakak, kita di suruh pulang sekarang. K?ta harus ada di rumah sebelum papa pulang, entahlah tapi papa sangat aneh" jelas nya masih dengan tampang cemas.
"bukan nya papa masih di amerika?" ingat ku. "kenapa ya kak? Tidak biasanya papa seperti ini" lanjut ku.
"pak? Kenapa lewat jalan yang ini?" protes kak ye jin.
"ada apa kak?"tanya ku polos.
"yo won, ini bukan jalan pulang. siapa kau?." tanya kak ye jin sambil melihat supir.
kami sadar apa yang sedang terjadi, "TOLONng . . . " jerit kami bersamaan, sambil mencoba menghentikan mobil. Tiba-tiba mobil berhenti, ada sebuah mobil berhenti tepat di samping kami. Kami berdua berteriak minta tolong, dari dalam mobil keluar 5 orang lelaki sekitar 30 tahunan.
Supir palsu itu membuka pintu mobil sambil menodongkan pistol, "jangan teriak, atau ku bunuh kalian?"ancam nya.
"kalian mau uang? Ambillah, tapi jangan apa-apakan kami" kak ye jin mengeluarkan semua uang tunai, ATM dan barang berharga lain nya.
"kalau kau masih bicara, aku akan memotong lidah mu. Cepat keluar!" ia menarik ku keluar dengan kasar sambil menodongkan senjata.
Aku takut
papa..
mama..
tolong kami. .
KIM NAM GIL- 01 DES 2007- SEOUL.
"mereka sangat aneh!" ujar ku bingung
"tuan muda?" panggil bibik maya seraya menghampiri ku.
"makanan burung nya ada di meja dekat kolam berenang." jelasnya rinci, lalu membungkuk kan tubuh untuk memberi hormat dan permisi pergi.
"bibik" panggil ku tak lama setelah bibik berjalan perlahan menuju ke dapur.
Dengan segera ia menemuiku, "ada apa tuan muda?, ada yang bisa bibik bantu?" tanya nya tulus.
"tadi, apa ada salah seorang teman perempuanku pergi ke gudang?" tanya ku memastikan.
Bibik berpikir dalam keheningan, "oh . . " tiba-tiba bibik maya mengeluarkan suara yang sangat keras, aku terkejut sekali. "ada tuan" lanjut nya.
"dia ngomong apa aja bik?" tanya ku lagi.
Bibik tersenyum, "nona itu hanya bertanya siapa yang disuruh tuan muda mengambil makanan burung. Lalu ia pergi." bibik menjelaskan nya dengan mimik wajah menahan tawa.
Aku jadi curiga, "ada sieh bik?, kok nahan tawa gitu?."sidik ku.
Bibik mengedipkan salah satu kelopak mata nya, "tuan muda menyukai nona itu ya?, tenang saja tuan muda. Bibik bisa jaga rahasia." goda nya.
Aku bereaksi dengan cepat, "bibik jangan buat gosip ah!, mana mungkin aku menyukai gadis menyebalkan seperti dia?"alibi ku.
"benci itu . . .benar-benar cinta!, aha' . . . . Ada yang jatuh cinta . . . Cinta monyet . . . " bibik semakin menggoda ku, bahkan semakin menjadi. Ia pergi sambil berteriak pada seisi rumah 'tuan muda nam gil sedang jatuh cinta', aku kesal dan pergi keluar rumah dengan berjalan kaki.
"Menyukai yo won?, Yang benar saja?." guman ku sambil menyebrang jalan, tapi Saat aku menyeberang jalan, tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju sangat kencang dan ugal-ugalan. Kaki ku tidak bisa digerakkan, jantungku berdetak sangat kencang, semua terlihat dalam gerak lambat. Aku mendengar terikan dari orang-orang dijalan, kupejam kan mata saat mobil itu semakin mendekati ku.
"ternyata kim nam gil juga punya rasa takut ya?"tiba-tiba aku mendengar suara ryu sang wook, 'sang wook?' saat ku buka mata sang wook tertawa dengan penuh kepuasan, aku mengerutkan dahi karena kesal.
Ryu sang wook adalah sahabat baik ku, kami bertemu saat mengikuti sebuah ajang cari bakat. Saat itu, kami duduk di kelas 6 SD. Para dewan juri dan penonton terpukau akan skill yang kami miliki, walau aku dan sang wook sempat berada dalam persaingan yang sangat ketat, aku berhasil meraih juara pertama dan tentunya kedua untuk sang wook. Sejak saat itu, kami bersahabat. Tapi kami jarang bertemu, karena kami berdua sangat sibuk.
Aku menatapnya jengkel saat ia menepikan mobil nya, "menyetir mobil pada usia 13thn?, apa kau tidak takut ditangkap polisi?"tanya ku.
Sang wook tertawa, "kau ini, pernah dengar the power of money?" jelasnya, kami tertawa.
"Kau gila, dan aneh. Aku jadi ingat saat kau tampil di ajang bakat, saat itu kau lupa memakai tali pinggang. Otomatis saat kau melakukan dance celana mu lepas, apalagi waktu itu live. Kau tetap seperti dulu, tetap gila." aku tertawa saat wajah sang wook memerah malu, seperti nya karena gadis kecil itu.
Sang wook menginjak kaki ku, "keahlian mu dalam membuka aib sahabat sendiri, ternyata mengalami kemajuan y?"tatap sang wook sinis.
"oh . . . , aku mengerti. Ini pacar mu ya?"aku menunjuk gadis kecil di sampingnya yang sejak tadi tersenyum malu.
Sekarang giliran sang wook yang menertawakan ku, "pacar? ? ?, dia ini ryu nhi ta. Kau ingat? Dia adik ku!" sekarang giliran wajahku memerah karena malu.
"ini nhi ta adik mu?"tanya ku tak percaya,
"iya kak ini nhi ta, kakak tidak ingat y?."nhi ta melihat ku sinis seakan-akan ingin marah, lalu ia tertawa melihat wajah ku yang bingung.
"wah . . . Nhi ta, kau berubah ya?. Apa benar dia kakak mu? Aku curiga kalau dia itu kakak pungut mu!" goda ku, sambil melirik sang wook dengan sengaja.
"iya kak nam gil, itu lah yang jadi pertanyaan nhi ta sampai saat ini. Sebenarnya dia itu siapa?"nhi ta berada di posisi ku, kami sangat puas mengerjai sang wook.
"asal kalian bahagia" ujar nya cuek. "kau masih mau belajar menyetir tidak?, adik durhaka?" tanya nya pada nhi ta lalu menarik telinga nya.
Nhi ta tersenyum manja, "jadi . . Jadi . . !, kak nam gil, sepertinya persekutuan kita melawan kak sang wook harus ditunda. Tapi tenang saja kak, nhi ta selalu dipihak kakak." ujar nya dengan penuh semangat.
"kalian mau kemana?"tanya ku bingung.
"kau mau ikut tidak?aku mengajari nhi ta menyetir mobil!" bulu kuduk ku berdiri saat membayangkan harus berada satu mobil dengan nhi ta. Bisa-bisa pulang nya tinggal nama, ih Menakutkan? "ah tidak usah, nanti saja kalau nhi ta sudah lancar menyetir. Hati-hati ya?,kapan-kapan kita ngumpul lagi ya?"tolak ku ramah.
"baiklah kalau begitu, kami pergi dulu y?"sang wook masuk ke dalam mobil.
"hati-hati"pesan ku lalu melambaikan tangan.
Untung saja bisa menghindar,Dari jauh kulihat mobil yang dibawa nhi ta menari hawai diiringi teriakan histeris.
LEE YO WON- 01 DESEMBER 2007-seoul
Aduh bagaimana ini?, aku takut. Teriak pun percuma, disini daerah elit yang penghuninya super sibuk. Tidak akan ada orang yang mendengar teriakan ku, aku harus menyelamatkan diri sendiri. Aku pasti bisa, aku pasti bisa.
"a . . . . .a . . . , kurang ajar kau" teriak supir palsu itu saat aku menendang burung nya dan kak ye jin menggigit tangan nya, lalu ia mendorong kami hingga terjatuh.
"mengurus 2 anak perempuan saja tidak becus?"ejek salah satu rekan nya, kemudian 3 orang mendekat dan menangkap kami yang hampir saja berhasil kabur.
"a . .a . . . Lepaskan kami!" teriak kami hampir bersahut-sahutan.
"berisik!, kalian jangan diam saja? Cepat ambil obat bius!. Telinga ku sakit sekali."perintahnya.
Tiba-tiba terdengar suara mobil polisi, lalu tak lama kemudian terlihat beberapa mobil polisi mengejar sebuah mobil, mobil yang dikejar polisi itu dikendarai secara ugal-ugalan.
"AWAS . . . "teriak seseorang dari dalam mobil,
"AaAaAaA . . . . . . . . ." teriak ku dan kak ye jin panik.
-KANTOR POLISI-
"hehehe . . . , sial!. Kenapa tertangkap polisi lagi ya?"tawa anak laki-laki itu tanpa dosa.
"maafkan kami pak, sebentar lagi pengacara kami datang. kakak!. Jangan tertawa terus?, kita ditangkap polisi kakak masih bisa tertawa?"keluh seorang gadis kecil yang berada satu mobil dengan anak laki-laki seumuran ku itu.
Anak laki-laki itu melirik ku yang masih cemberut, "kau masih marah ya?, lagi pula aku kan tidak sengaja?."belanya.
Mendengar itu kemarahanku telah mencapai ubun-ubun, "tidak sengaja?, ah . . !"desah ku.
"pokoknya kau harus ganti rugi!"teriak ku sambil melempar salah satu sepatu, sial nya meleset malah mengenai seseorang.
"nona, Kau galak sekali?. Ganti rugi yang mana?, mobil itu atau ciuman tadi?"godanya.
Aku hampir saja membunuh nya kalau saja kak ye jin tidak menghalangi ku, "yo won!, itu kan ryu sang wook?" bisik nya kagum.
Ryu sang wook?, jadi dia ryu sang wook?. Kenapa aku selalu bertemu aktor cilik dengam cara seperti ini, aku jadi teringat nam gil. Kenapa jadi ingat dia ya?, ah . . . Sial.
Aku melihat nya dengan sinis saat dia tersenyum, "aku akan tanggung jawab, nanti akan kunikahi kau!"ujarnya ringan.
Aku, dan semua yang mendengar itu terkejut dan sebagian tertawa. Menikahi ku? Yang benar saja?, dia gila, sangat gila. Mengapa semua anak laki-laki yang aku temui gila?.
"kakak? ? ?"bentak anak perempuan itu. "jangan ngomong yang aneh-aneh!"keluhnya.
"hei?. Aku serius loh?, dia adalah cinta pertama ku. Wah aku jatuh cinta pada mu . . ." sang wook mengatakan nya sambil berjalan kearah ku seperti tanpa tulang, dia membuatku ketakutan.
'plak . . . ' sang wook terjatuh karena di palang oleh kaki gadis kecil itu.
"pak, tolong ikat dia"pinta nya pada polisi, sambil menunjuk sang wook yang sedang pingsan. Gadis kecil itu duduk di samping ku yang masih shock dengan kejadian ini, bagaimana tidak? Aku bertemu orang-orang aneh.
"nama ku ryu nhi ta, nama kakak siapa?" ujar nya sambil mengulurkan tangan seraya tersenyum manis.
"nama kakak lee yo won dan itu lee ye jin, apa kau adik nya sang wook?"tanyaku.
"begitulah, mungkin ini takdir ku mendapatkan kakak seperti dia!"jawabnya sambil tertawa kecil.
"trimakasih ya?, secara tidak langsung kalian berdua telah menyelamatkan kami."ucapku tulus.
"menyelamatkan dari apa?"tanya nya bingung, "eh . . . Tunggu sebentar. Kak, nhi ta kesana dulu ya?. Pengacara kami sudah datang"nhi ta langsung menemui pengacaranya setelah permisi kepada kami,
"ia anak yang sopan, tapi mengapa ia punya kakak laki-laki yang aneh seperti itu", ucap kak ye jin prihatin.
Tadi, saat penculik hampir saja membawa kami pergi. Mobil sang wook dan beberapa mobil polisi yang mengejarnya datang, lalu dengan sekejap
Mobil sang wook yang melaju sangat cepat menabrak mobil penculik dan mobil ku seolah-olah, sedang bermain boling. Aku dan kak ye jin berhasil menghindar, tapi Aku kembali lagi ke mobil karena ingin mengambil dompet. didalamnya ada foto aku bersama mama, barang yang sangat berharga. Meskipun dicegah kak ye jin aku tetap pergi, tidak ada yang bisa mencegah ku karena aku adalah lee yo won. Tapi naas nya, setelah aku mengambil dompet. Aku mendengar seseorang berteriak. saat aku berbalik ke belakang, sang wook melompat ke arah ku sambil berteriak 'awas . . . Mobil nya akan meledak'. Kami terjatuh dan sang wook benimpa tubuh ku, entah bagaimana kejadian nya bibir sang wook dan bibir ku berpadu. Sial nya, tidak ada mobil yang meledak. Itu hanya khayalan sang wook, yang kebanyakan nonton film laga.
"yo won?, ye jin?"seseorang memanggil, terdengar seperti papa.
"papa?, papa?"panggil ku berulang kali untuk memastikan.
"papa, kami tadi. . . "kalimat kak ye jin terpotong karena papa memeluk kami berdua.
"maafkan papa, papa terlambat dan tidak bisa melindungi kalian"ucap nya sesal, "Apa kalian baik-baik saja?"tanya nya khawatir.
"kami baik-baik saja, kami ditolong oleh pangeran yo won"
"maafkan papa, papa terlambat dan tidak bisa melindungi kalian"ucap nya sesal, "Apa kalian baik-baik saja?"tanya nya khawatir.
"kami baik-baik saja, kami ditolong oleh pangeran yo won"goda kak ye jin.
"pangeran yo won" papa tersenyum lalu mengikuti pandangan mata kak ye jin yang melirik sang wook.
"wah . . . Papa ingin sekali bertemu dengan calon menantu papa, ye jin apa dia tampan?"candanya.
Kak ye jin menahan tawa, "tampan pa, aktor loh. Itu . . .tu . . .ryu sang wook, ayo pa kita kesana. Yo won, kau mau ikut?"ajaknya sambil tertawa melihat eksPresi jengkel di wajah ku.
Aku keluar dari kantor polisi, dan masuk kedalam mobil. "yang benar saja?"umpat ku. "pangeran? Cuih . . "aku meniru gerak wajah kak ye jin, lalu rasa nya ingin muntah. Ku raba saku rok sekolah, dan aku menemukan sapu tangan nam gil. Kenapa ada disini ya?, ada bekas ingus nya lagi?, uwek . . . .. Oh iya, apa sebaiknya aku kembalikan saja ya?. Lamunan ku terhenti saat papa dan kak ye jin masuk mobil, tentunya dengan topik yang sama 'pangeran yo won', menyebalkan.
Kim nam gil- 01 des 2007 - seoul.
"tuan muda sudah pulang?, ini ada telpon dari tuan sang wook." bibik maya menungguku didepan pintu utama, tentunya dengan wajah yang menahan tawa.
Aku masih jengkel, "trimakasih bik" jawab ku cuek setelah mengambil telpon nya.
"sang wook?, tumben?, ada apa?." tanya ku bingung.
"hehehe . . . , aku telah menemukan calon istriku."jelasnya girang.
Aku sangat terkejut, hingga susu yang ku minum menyembur keluar. "uhk . . .uhk . . . . , kau ini aneh"komentarku, masih tersedak susu yang kuminum.
"ya sudah nam gil, ada papa mertuaku dan kakak ipar ku. Nanti kita bicara lagi, dah?"jelasnya singkat sebelum menutup telpon.
Aku yang mendengar semua itu, rasanya ingin muntah. "kok aku bisa berteman dengan alien seperti dia ya?"gumanku sambil berjalan menuju kamar.
Saat masuk kekamar, aku membuka album foto keluarga kami 2tahun yang lalu. Sangat bahagia.
"ini saat aku belajar berenang, yang ini waktu kak nam gim terjatuh dikolam berenang. Yang ini waktu kami berlibur di pegunungan,"ingat ku pada kenangan didalam foto itu.
"ini saat mama memberikan kami sepasang sapu tangan, Oh iya! sapu tangan ku!. Bagaimana aku bisa lupa?, aduh nam gil . . . . .kau bodoh sekali? ?."keluh ku, saat tiba-tiba teringat sapu tangan yang ingin ku pinta pada yo won.
Oh iya, apa benar yo won bertemu dengan bibik maya?. Kenapa aku bisa berpikiran seperti ini?, tapi itu mungkin saja kan?. Nama nya juga takdir, ah sudah lah. Lagi pula aku sangat sayang dengan bibik maya, kalau bisa aku ingin ia menjadi ibu ku.
Lee yo won- 02 desember 2007-seoul.
"kakak jangan khawatir, sebentar lagi aku pulang. Jangan kasih tahu papa!"jelas ku,
"tapi yo won?___"aku menutup telpon nya sebelum kak ye jin menceramahi ku.
"nona, anda bersembunyi saja dimobil."salah seorang polisi mengejutkan ku, lalu ia membawa ku masuk kedalam mobil polisi.
Aku sedang berada ditempat 'YY' mengajak papa bertemu, tanpa sengaja aku menemukan surat itu di antara surat-surat dimeja kerja papa saat aku ingin mengambil album foto. Dan sekarang,aku ingin melihat nya. Aku ingin menjebak nya, aku meminta bantuan polisi. Yang aneh nya, saat ku tunjukkan surat ancaman dari seseorang berinisial 'YY' polisi langsung menurunkan pasukan nya.
Padahal ia hanya penculik kakak waktu kecil, apakah dia lebih menakutkan dari yang aku bayangkan?.
Seorang polisi masuk ke mobil, dan duduk di jok belakang. "sedang apa nona lee malam-malam begini?"tanya nya, dengam nada suara yang sedikit menyeramkan. Saat aku melihat belakang dari kaca, aku sadar ia bukan polisi meskipun ditangan nya sedang memutar-mutarkan pistol.
Aku mengatur tempat duduk agar bisa terlipat, dan berSiap menekan sPeaker polisi tanpa ia ketahui. "siapa kau?"tanya ku dengan tegas.
Dari kaca terlihat ia tersenyum sinis, "masa' nona tidak tahu?, bukankah nona dan polisi sedang menungguku?"jawabnya santai, tetap memain-mainkan pistol ditangan nya.
Tangan ku gemetar, perasaan ku saat ini bercampur aduk. "apa kau 'YY'?, lelaki bejat yang telah memisahkan aku dari saudaraku?"jawab ku tegas, berusaha menutupi ketakutanku. Tetap dalam posisi siaga.
Aku tetap menatap nya lewat kaca, Kali ini ia memasang tampang sinis. "anda tahu nama ku?, ck . . .ck . . .ck . ."ia diam sejenak. "lebih tepat nya membunuh saudara laki-laki mu, dan juga mama mu. Apa kau tahu?, yang selanjutnya adalah kau."jelasnya, lalu menembakkan pistol nya kearah ku.
"yo won?" papa terlihat hampir menangis saat menghampiri ku, terlihat chunchu, mama dan kak ye jin menyusul dibelakang papa.
Papa memelukku, "apa yang akan papa lakukan, jika terjadi sesuatu kepada mu?"papa mulai mengomel.
Mama mendekat, "apa yang kau pikirkan yo won?, mama tidak mau tahu!, kalau ini terjadi lagi kau akan menyesal!" mama menjewer telingaku lalu memelukku.
Chunchu juga mendekat ingin memelukku, aku merentangkan tangan. "ku kira kau luka parah kak deokmen?, ternyata tidak terjadi apa-apa?. Tidak seru!"komentarnya ketus, papa dan mama langsung menyinari chunchu dengan mata sinis. Chunchu langsung diam dan menjauh, ia duduk di samping kak ye jin tapi yang lucu nya adalah cara chunchu mencapai kursi itu. Ia berjalan miring persis kepiting, dan wajah nya pucat kebiru-biruan. Kak ye jin juga terlihat pucat pasih,
"kalau tahu begini, seharusnya tidak ku izinkan yo won pergi."gerutunya, tanpa tahu telinga chunchu telah menguping dengan indah.
"jadi kak ye jin dan kak yo won sekongkol?, kak ye jin sebisa mungkin menyembunyikan kepergian kak yo won dari papa dan ma___"simpulnya, tapi dengan segera kak ye jin menutup mulut chunchu. Hingga ia sulit bernafas dan bergerak meronta seperti cumi-cumi.
Tapi terlambat, telinga papa dan mama terlalu tajam untuk mendengar dengan jelas kesimpulan chunchu. Akhirnya papa dan mama harus berduet mengomeli kami, dan tak pernah ku sangka duet mereka sungguh teramat dasyat. Kesimpulan akhir dari sidang hari itu, aku dan kak ye jin di hukum.
Seorang polisi, sepertinya atasan mendekat kearah kami. "tuan lee, senang sekali bisa bertemu orang tua gadis pemberani ini."ujarnya bangga, tapi kami bersyukur karena papa dan mama akhirnya berhenti ngomel.
"anda terlalu berlebihan."jawab papa malu."saya serius tuan lee, anak buah saya pun belum tentu seberani putri anda. Ia mengunci dirinya bersama mafia itu didalam mobil, padahal mafia itu memegang pistol. Yang lebih hebat nya lagi, putri anda bisa tetap berpikiran jernih dan menyusun siasat. Saya benar-benar kagum."tuturnya penuh kekaguman, papa dan mama melirik sinis kepada ku, seakan-akan ingin melahapku.
"lalu siasat apa yang digunakan putri ku?"selidik papa.
"ia sempat mengatur tempat duduk agar bisa dilipat, dan mengaktifkan speker mobil dan yang tidak bisa ku percaya. Putri anda selamat saat penjahat itu menembak nya, ia melipat tempat duduk dan bersembunyi di bawah setir. Saat penjahat itu ingin kabur tidak bisa, karena putri anda telah mengunci nya didalam mobil. Ia panik, sampai akhirnya kami berhasil menangkap nya. Putri anda sangat berbakat, kalau ia berminat masuk di kepolisian. Hubungi saja saya, permisi pak." jelasnya secara rinci, lalu pergi setelah memberikan kartu nama pada papa.
Papa dan mama melihat ku dengan tatapan seorang pembunuh, "yo won, apa itu semua benar" tanya papa, aku mengangguk pelan.
Chunchu mendekat ke arah ku, "wah ? ? , kak deokmen keren!. Ini baru kakak ku, eh . . Mama . . .papa . . . " pujinya dengan semangat, lalu pergi dengan langkah kepiting andalan nya saat papa dan mama menatap chunchu sinis.
Kami bertiga dihukum, aku, chunchu dan kak ye jin. Mata kami ditutup selama perjalanan, di hukum kemana?. Kerumah nenek?, kerumah tante yang super duper cerewet?, atau di masukkan dalam asrama?. Entah lah?, , , ,
LEE HAN- 02 des 2007- pusan.
"lee han?, ayo istirahat dulu?. Anak jenius juga perlu istirahat kan?" papa menutup buku pelajaran kelas 12 yang kupelajari.
Papa mendorong ku masuk ke mobil, "tapi ayah?, kita mau kemana?"tanya ku bingung,
"bibik?" aku terkejut saat ayah mengajak bibik hyeon jeong bersama kami.
"kenapa lee han?, kau tidak suka bibik ikut ya?. Ya sudah kalau begitu." ia berpura-pura akan turun, ini sangat menggelikan.
Aku tertawa, "baiklah, tapi hanya hari ini saja."jawab ku cuek.
Aku mencari alasan untuk meninggalkan ayah dan bibik berdua, aku berjalan-jalan dipantai dan aku menabrak seseorang. Siapa dia?, saat aku melihatnya ternyata dia. Dia orang yang kurindukan,
Aku sangat terkejut, "rin young?"sapa ku.
Ia tersenyum, "lee han?, wah apa benar ini kau?"tanyanya meyakinkan.
Kami mengobrol berdua, rasanya sudah lama kami tidak bertemu sejak 2 tahun yang lalu. Rin young, gadis yang sempat aku sukai. Dulu kami berlomba-lomba menjadi yang terbaik, kami lompat kelas sama banyak nya. tapi sejak ayah rin young meninggal, dia berhenti sekolah. Maksudku tidak lagi fokus pada sekolah, sekarang dia kelas 9 di sebuah smp elit amerika. Dia sekarang seorang foto model cilik, gosipnya rin young dipaksa oleh ibu tiri nya. Entah lah, rin young terlalu tertutup. Terlalu banyak misteri yang ada dalam hidup nya, sama dengan hidup ku.
"kapan kau kembali ke pusan?"tanya ku.
"baru beberapa hari yang lalu."jawab nya cuek tapi tetap menyungingkan senyum khasnya yang manis.
"mengapa kau tidak mengunjungi ku?, rasa nya rumah ku tidak pindah dari dulu sampai sekarang."protesku, lalu berpura-pura marah.
Rin young tersenyum, "iya . . Iya . . .maaf, aku tidak mau mengganggu waktu belajar mu, aku sudah dengar dari min ra, kau hebat sekali? ?."decaknya kagum.
Aku tersipu malu, "kau ini, em . . . Ada angin apa kau kesini?"tanya ku penasaran.
"yang pastinya bukan ingin bertemu dengan mu!"candanya sedikit cemberut. "aku ingin menemui sepupu ku, dia ada dihotel sekitar sini."jelasnya lalu menatap wajah ku yang sekilas membuka kaca mata untuk membersihkan debu.
"kenapa kau melihatku seperti itu?"tanya ku bingung.
Ia tersadar dari lamunannya, "kau mirip sekali dengan kim nam gil"ungkap nya kagum, "tapi setelah kaca mata dan gaya rambutmu di ubah" protesnya sambil berusaha mengambil kacamata dan mengacak-acak rambut ku.
"ayolah hentikan"pinta ku.
"rin young? ? ?"teriak seseorang dari belakang.
Tak lama kemudian ia menghampiri kami, "rin young?, kau pulang? Kapan?"tanya gadis itu tidak sabar.
Rin young dan gadis itu berpelukan, mereka sangat dekat. Apa dia sepupu rin young?, sesaat keberadaan ku dilupakan. Aku seperti sebongkah batu yang berserakan dijalan, sial.
Akhirnya rin young menyadari betapa aku merasa tidak dianggap, "yo won, kenalkan ini lee han. Dia ini jenius loh!, dia masih seumuran kita tapi sebentar lagi kuliah!" rin young mengenal kan kami.
"oh, tapi rin young juga cerdas!. Kalau saja kau tidak terjun dalam dunia keselebsasian, kau pasti bisa menyusul prestasi nya!" yo won tidak mau kalah, aku tertawa melihat nya. Ia lucu, memakai tata bahasa aneh dan entah lah . . . , aku merasa tidak asing akan keberadaanya.
"nama mu yo won, sekarang kelas berapa?"tanya ku ramah.
"kelas 8, nama kakak tadi . . .lee han kan?"tanyanya berusaha mengingat.
"iya nama ku lee han, jangan panggil kakak!. Kau ini lucu sekali, menyenangkan walau sedikit rewel."simpul ku.
Rin young tertawa, "iya lee han, kau benar!. Rewel sekali!."tambahnya.
Kami bercanda dan bermain-main dipantai hingga sore, kemudian kami bertukar no telpon dan kemudian pulang membawa kenangan indah masing-masing.
Lee yo won - 02 desember 2007 - pusan.
Ternyata papa hukuman yang disebut-sebut papa, adalah sebuah liburan 2 hari di pusan. Dan yang lebih mengejutkan, rin young sepupu ku datang. Dia ada pemotretan disana, sekalian reuni keluarga. Sejak 2 tahun yang lalu, tepat setelah ayah nya meninggal. Dulu rin young sangat pintar, sampai-sampai sering loncat kelas. Alhasil, walau kami seumuran rin young menjadi kakak kelas ku. Aku dikenalkan dengan temannya, kak lee han. Walau sebenarnya kami seumuran, aku memanggilnya kakak. Ia cerdas, sama seperti rin young sepupu ku saat aku kenaikan kelas 9 ia akan masuk universitas. Ia baik dan ramah, satu-satunya teman lelakiku yang baik. Aku merasa nyaman berada dekatnya, berbeda dengan nam gil, apa lagi sang wook. Aku bahagia sekali, menghabiskan beberapa hari di pusan. Kami saling bertukar no tlp, aku hampir melupakan keberadaan kak ye jin dan chunchu. Aku bahagia, sangat bahagia. Tapi, entah hanya perasaanku saja kak lee han sedikit mirip dengan nam gil. Bodo' ah, yang penting aku sekarang sangat senang.
fanfic bideok- raining........(scane 10)
SCANE 10
lee han- 01 desember 2007-pusan
"baiklah kalau ini yang kau inginkan, tapi ingat! Kau harus bisa menjaga dirimu sendiri. Jangan mudah percaya dengan orang lain, kalau ada apa-apa kau langsung hubungi ayah. Kau mengerti lee han?"pesan ayah padaku, aku ingin tertawa sekaligus terharu melihat ayah memperkakukan ku seperti anak kecil. Baik lah aku memang anak kecil, tapi aku adalah anak kecil yang telah tumbuh dewasa. Beberapa bulan lagi, kelas 12 ujian akhir, dan aku akan ikut ujian itu. Aku yakin pasti bisa, sudah beberapa kali aku berhasil loncat kelas, kali ini aku pasti bisa. Aku akan mengambil beasiswa kuliah di seoul, aku pasti bisa.
"iya ayah, lee han akan mengingat nya. Tapi ayah juga harus mendengarkan lee han, menikahlah dengan bibik hyeon jeong dan nikmati hidup ayah." ujar ku tulus.
Ayah tersenyum, "lee han, kau tidak mengerti juga ya?. Pernikahan itu adalah suatu ikatan suci, tidak bisa di lakukan semudah itu!."jawab nya lalu menghirup teh yang baru saja ku hidangkan bersama cemilan sore.
"selama ini ayah hanya memikirkan ku, dan tidak pernah memikirkan diri ayah sendiri. padahal aku bukan anak kandung ayah, Aku harap ayah mempertimbangkan saran ku, satu-satu nya harapan ku adalah melihat ayah bahagia."teringat olehku akan apa yang telah ayah perbuat untuk ku, sekali pun tak pernah aku merasakan perlakuan seorang ayah angkat dari nya.
"lee han, apa yang kau katakan?. Melihat mu hidup dengan baik adalah kebahagian bagi ayah, Jangan menyebut kalau kau anak angkat, kau itu anak ayah."ayah menggoda ku dengan memasang wajah seolah olah sedih.
Sebenarnya aku hanyalah anak angkat ayah, aku tidak tahu siapa orang tua ku, dan kapan hari ulang tahun ku yang sebenar nya?. Satu-satunya yang diberikan oleh orang tua ku adalah nama ini, nama ku. Aku tidak marah atau pun merasa dendam karena mereka telah membuang ku, aku yakin mereka sangat menyayangi ku, mereka pasti mempunyai alasan mengapa mereka membuang ku. Sejak 6 tahun yang lalu saat aku tahu kenyataan ini, Aku berjanji akan menemukan mereka dengan cara ku. Jujur saja, terkadang aku merasa sedih dan berpikir untuk melupakan mereka lalu berpura-pura tidak tahu dengan semua ini.
Saat aku merasa buruk dan sedih, aku melampiaskan nya dengan hal-hal positif seperti belajar, atau merileks kan pikiran ku dengan melihat pemandangan dan juga mendengar kicauan burung yang membuat hati ku tenang, tapi yang menjadi faforit ku adalah mendengarkan kicauan burung. Untuk itu, aku membuat tempat makan burung di halaman belakang, banyak burung liar yang datang untuk makan dan yang paling menyenangkan adalah burung-burung itu jinak dengan ku mereka sering menghinggapi ku, di pundak, di lengan, kadang di kepala, aku sangat menikmati saat-saat bermain dengan mereka.
Bibik hyeon jeong juga punya hobby yang sama dengan ku, yaitu melihat pemandangan dan mendengar kicauan burung. Aku dan bibik hyeon jeong sangat dekat, kami sering menghabiskan waktu bersama. Terkadang aku merasakan sosok seorang ibu yang ku rindukan dari nya, bersama nya membuat aku nyaman. 13 thn yang lalu ia kehilangan ke 3 putra kembar nya, warga desa mengatakan kalau bibik di tinggal kan suami nya. itu pasti sangat berat bagi nya, apalagi setelah orang tua nya meninggal, bibik hidup sebatang kara. Ayah sangat baik dengan bibik hyeon jeong, anak kecil sekalipun pasti tahu kalau ayah menyukai bibik saat melihat ayah menatap bibik diam-diam, tapi nama juga ayah ku yang sangat keras kepala, mana mau ia mengakui nya?. Wajar saja kalau ayah menyukai bibik hyeon jeong, ia sangat cantik kalau baru bertemu dengan bibik, pasti orang itu akan mengira bibik seorang gadis remaja. Banyak pRia yang melamar bibik, tapi ia selalu menolak nya, aneh bukan?.
Tapi entah mengapa aku sangat membenci hujan, perasaan ku menjadi buruk lalu aku sangat sedih dan merasa sakit. Aku bingung mengapa bisa seperti itu?, sampai sekarang pun aku belum menemukan jawaban nya. Mungkin karena aku tidak bisa melihat pemandangan & mendengar kicauan burung, y . . . . Mungkin saja.
"ayah, aku memberi makan burung dulu y?"aku menuju ke halaman belakang dan mulai menaburkan padi, sekejap burung-burung datang dan memakan padi-padi itu dengan lahap.
"nam gil, kau sedang apa?"tanya seseorang yang mengagetkan ku.
Saat ku melihat ke arah datang nya suara, aku tersenyum dan menyapa nya. "im ah?, oh . .aku sedang memberi makan burung-burung ini. Apa kau mau ikut?"ajak ku tulus.
"tentu saja!" jawab nya tegas lalu mendekat ke arah ku dengan tersenyum ramah.
"hati-hati, paruh mereka tajam sekali nanti tangan mu terluka."jelas ku pada nya.
Im ah tersenyum,
"nam gil, kau ini sudah baik, pintar pula. Em . . . Kabar nya kau mau ikut ujian akhir bersama kelas 12 ya? , sekarang aku 3 tingkat di bawah mu padahal waktu SD kelas 2 kita setingkat."puji im ah, dulu aku dan ia duduk satu bangku dan kami cukup dekat. Ia anak perempuan yang baik dan lucu.
"hahaha" aku tertawa saat im ah kaget dan sedikit menjerit karena ada seekor burung hinggap di kepala nya. "kau bisa saja!, aku tidak sebaik itu." sanggah ku. "aku ingin ikut ujian akhir dan mendapatkan beasiswa kuliah di seoul, ngomong-ngomong kau tahu dari mana?" tanya ku bingung.
"siapa yang tidak kenal dengan lee han?, anak jenius dari pusan?"goda nya.
"min ra!!, mau lari kemana kau?."teriak seseorang.
Kami tahu dengan pasti siapa pemilik suara itu, dia adalah dong si teman kami yang sangat tomboy. sebenar nya aku sedikit takut dengan nya tenaga nya kuat sekali, suara nya juga besar. Walau batang hidung nya belum kelihatan, suara nya menggelegar sampai ke ubun-ubun. Tak lama kemudian, terlihat min ra yang lari dengan wajah pucat.
Min ra bersembunyi dibalik kendi air, "syuttt . . . , bilang saja kalian tidak melihat aku" pinta nya sambil memonyongkan mulut menyuruh kami bertingkah seperti biasa-biasa saja dan menyembunyikan nya dari dong si.
"ada apa dengan mereka?"tanya ku bingung.
"sudah lihat saja, nanti juga kita tahu dengan sendiri nya!."jelas im ah sambil melihat ke arah jalan menunggu apa yang akan terjadi.
Dong si mendekat ke arah kami, dengan tampang kesal. Seperti nya kami tahu apa penyebab nya, pasti min ra menjahili dong si lagi. dan kami tahu dengan pasti apa akibat nya jika tidak bekerjasama dengan nya.
"mana min ra?" tanya nya sambil mengepal kan tangan.
Kami tidak mau terlibat dengan masalah mereka , dan tanpa sengaja secara bersamaan aku dan im ah mengarahkan jari telunjuk kami ke arah dimana min ra bersembunyi. Min ra lari terbirit-birit namun tanpa sadar ia menabrak sepasang angsa yang baru saja menetaskan anak-anak nya, angsa itu marah dan mengejar min ra. Min ra berlari ke arah dong si dan kami berdiri, dengan cepat kami juga lari demi menyelamatkan diri masing-masing. Kami tertawa sepanjang jalan, lalu bermain air di kolam saat akhirnya angsa-angsa itu berhenti mengejar kami. Kami saling menertawakan diri satu sama lain, saat mengingat ekspresi yang menggelikan sepanjang jalan, dong si yang terjatuh sampai jungkir balik, min ra yang tanpa sengaja menabrak pohon saat lari, aku yang tersandung batu dan membuat kami semua tercebur ke kolam, terlebih lagi im ah yang mengangkat rok nya tinggi-tinggi dan berlari mengalahkan kami bertiga yang pada awalnya berada di depan nya. Sampai sore hari kami menghabiskan waktu dengan bercanda bersama, aku sangat bahagia.
Lee yo won- 01 desember 2007- seoul.
-halaman belakang rumah nam gil-
"ah . . . . , dasar burung jelek!"teriak ku panik, saat burung itu hinggap di atas kepala ku, dan mencengkram rambut panjang ku dengan kuku nya yang tajam.
"hei ,jangan memukul sembarangan!. Jelek? Enak saja, yang jelek itu kau!" teriak nam gil kesal, saat aku menghempaskan burung itu hingga beberapa helai bulu nya lepas.
"salah siapa coba?, burung itu yang mencari gara-gara dengan ku?"balas ku kesal.
Kak ye jin membantu ku berdiri, "sudah-sudah, dari tadi kalian berdua bertengkar terus!. Kapan selesai nya?" kak ye jin menengahi.
"seharusnya tugas ini sudah selesai, ini semua gara-gara yo won!"tuduh nam gil pada ku.
"e . .e . .e . . . , jangan asal ngomong y?, kenapa menyalahkan ku?. Enak saja!, memangnya dari tadi siapa yang mengerjakan nya?, Kerjaan mu hanya ngobrol seperti anak autis dengan burung-burung jelek itu!"sanggah ku dengan sangat kesal.
"dasar tidak tahu diri, kalau kau tidak bertingkah manja dan koma begitu lama nya, tugas ini sudah selesai!."teriak nam gil.
"nam gil"bentak kak ye jin, agar nam gil diam.
"biarkan saja, agar dia tahu diri!. Kau itu lama sekali koma nya, kau disuruh mengerjakan sendiri kalau kau sadar."lanjut nam gil.
"nam gil"kak ye jin meninggikan suara nya.
"tapi ye jin mengambil resiko dan memutuskan menunggu mu sadar, dan tahu akibat nya? Tugas untuk kelompok ini di jadikan dua kali lipat!. Ini semua salah mu!"tegasnya sambil menunjuk wajah ku.
"lagi pula siapa minta kalian menunggu ku?, siapa yang manja, jaga mulut mu itu, dasar bayi!"ku balas berteriak.
"sudah!, kalian berdua hentikan!!"kak ye jin berusaha merelai kami.
"kau yang seharusnya menjaga mulut mu itu, kau tidak pernah diajari oleh mama kandung mu y?, kasihan!"ejek nam gil.
"tahu apa kau tentang mama kandung ku?, sebaiknya tutup mulut besar mu itu!."jawab ku kesal, aku keluar setengah berlari. Perkataan nam gil membuat hati ku sakit, aku benci dia.
KIM NAM GIL- 01 Desember 2007- SEOUL
"trimakasih nam gil, kau sangat membantu"singgung ye jin.
"hei apa salah ku?"tanya ku bingung.
"salah mu apa?, dasar kau ini menyebalkan!. Kenapa kau harus menyinggung ibu kandung nya?"jelas ye jin kesal.
"memangnya kenapa?, dia mudah sekali marah ya?."aku mengambil kue yang ada di meja, dan menggigit dengan potong besar.
"ibu sudah meninggal, ya sudah kita lanjut kan besok saja. aku pulang dulu ya, mana yo won."ujarnya lalu berjalan keluar.
"uhk . .uhk . . ." Aku tersedak, "sudah meninggal?, aduh. . . . . . . . Kali ini aku yang salah."ujar ku penuh sesal, dan segera keluar untuk minta maaf.
"nam gil, kau lihat yo won?"tanya ye jin panik, saat kami bertemu di teras luar.
"yo won?"aku balik bertanya.
"iya yo won, kata supir yo won belum keluar!."jelas ye jin.
Aku sedikit tertawa, "jangan katakan kalau dia tersesat?"ejek ku.
"kau tolong aku mencari yo won y?"pinta ye jin, ia menarik ku masuk dan menyuruh berpencar.
"ada-ada saja dia itu, selalu membuat ku repot"keluh ku kesal, lalu mulai mencari di tiap ruangan satu-persatu.
Lee yo won- 01 desember 2007- seoul.
"aduh , , mana pintu keluar nya?" keluh ku kesal, sejak tadi aku hanya berputar-putar dan tidak tahu mana pintu keluar nya. Tadi aku sangat kesal dan meninggalkan nam gil dengan kesal, tapi bodoh nya, aku tidak memperhatikan jalan sampai akhirnya tersesat. Ini memalukan sekali, bisa-bisa nya aku tersesat di rumah nam gil, pasti dia akan menertawakan aku dan mengejek habis-habisan.
"mama?"aku sangat terkejut, aku melihat mama. Apa benar itu mama?, dia sangat mirip. Aku mengikutinya naik tangga, lalu tiba-tiba ia menghilang. Aku sangat sedih, lalu kulihat salah satu tirai bergoyang, mungkin mama lewat sana, kupercepat langkah ku, dan aku menemukan mama ia sedang membawa nampan.
"mama!"aku memanggil nya, tapi terlambat, ia menghilang di tikungan lorong. Aku berlari mengejar nya, aku tidak bisa mengeluarkan satu kata pun karena begitu senang. Sudah dekat tikungan, aku semakin mempercepat lari ku. Saat aku tiba di lorong, aku melihat seseorang. Aku sangat terkejut.
kim nam gil- 01 des 2007 - seoul.
"mana anak itu?, menyusah kan saja" keluh ku kesal.
Aku berpapasan dengan bibik maya,"sore tuan muda" sapa nya.
"sore" balas ku, "bik bisa minta tolong gak?" tanya ku sedikit ragu.
Bibik tersenyum, "tentu saja tuan muda" jawab nya dengan segera.
Aku masih ragu, "tolong ambil kan makanan burung di gudang, tapi yang ada vitamin dan campuran biji-bijian." jelas ku rinci.
Bibik terlihat sedikit bingung, "baik tuan muda, bibik permisi dulu" jawab nya lalu langsung pergi menuju gudang.
"apa bibik bisa membedakan nya ya?" ujar ku bingung, lalu menaiki anak tangga lagi.
Saat menaiki anak tangga terakhir, aku berubah pikiran. Bibik sangat ceroboh, aku tidak bisa membayangkan kalau semua burung ku mati akibat nya. Aku berbalik arah dan mulai menuruni anak tangga, namun baru 3 langkah menuruni anak tangga aku berubah pikiran lagi.
"bibik tidak bodoh!, ia bisa minta tolong dengan yang lain." aku berusaha meyakini diri ku sendiri.
Aku berputar arah lagi dan mulai menaiki anak tangga, 'BRUKKK' Seseorang menabrak ku.
'a . . . . .a . . . . . .a . . . . . . . .a . . . ' teriak kami kompak, saat kami terjatuh dari atas sampai ke bawah.
"aduh . . . "keluh ku sambil menahan sakit, "kau tidak punya mata y?, eh yo won" aku terkejut.
"mama . . . . , apa kau melihat mama ku?"mata nya dengan cepat melihat sekeliling dan seperti nya sedang mencari seseorang.
"mama mu?"tanya ku bingung.
"iya mama ku?, maksud ku apa kau melihat seorang wanita lewat sini?"ia menatap ku dengan penuh harapan. aku tidak begitu mengerti, tapi kemungkinan ia mengenal bibik maya, y mungkin saja.
"kau mencari seorang wanita yang melewati tangga ini sebelum kita bertabrakan?"tanya ku meyakinkan.
Yo won yang masih dalam posisi duduk mendekati ku, lalu memegang kedua pundak ku, dan menatapku dalam. "iya, apa kau melihat nya?. Tolong beritahu aku?, cepat nam gil, katakan?"pinta nya dengan tatapan berkaca-kaca.
"i . .i . .ya . . , aku melihatnya"jawab ku gugup.
"dimana dia sekarang?, tolong tunjukan?. Aku ingin bertemu dengan nya?"pinta tak sabar dan tetap dalam posisi yang sama, namun kali ini dia menangis.
Aku semakin gugup beradu pandangan dengan mata yo won, "tadi, aku menyuruhnya mengambil makanan burung di gudang" jawab ku.
Yo won menangis sambil tersenyum, "katakan, lewat mana?" tanya nya dengan terburu-buru.
Aku mengarahkan tangan ku, diiringi dengan lirikan mata yo won yang mengikuti. "lewat sana!, belok kanan dua kali, dekat halaman belakang" jelas ku.
Yo won berlari sambil menangis, dan tanpa mengatakan apa-apa, padahal aku belum selesai bicara. "hei . . . !" teriak ku keras. "nama nya bibik maya!"teriak ku lagi.
Tiba-tiba ye jin datang dan menjitak kepala ku. "kau apakan adik ku?" tuduh nya.
Ye jin kelihatan menakutkan, "hei . . .aku tidak melakukan apa-apa, malah aku membantu nya!" jawab ku kesal.
Ye jin menatap ku dengan pandangan curiga, "apa benar begitu?" ia diam sejenak, "LALU MENGAPA DIA BERLARI SAMBIL MENANGIS?" teriak nya kesal.
Bulu kuduk ku berdiri, ternyata ye jin sangat menyeramkan kalau sedang marah. "a . .a . .ku tidak tahu"jawab ku gugup, "tapi dia mencari seorang wanita, dan sebelum nya ia bertanya di mana mama nya?" terang ku dengan bingung.
Tiba-tiba tlp ye jin berbunyi, "iya pa?" jawab nya singkat lalu menutup tlp nya. Kemarahan Ye jin mereda, "apa dia berfikir telah melihat mama nya?"guman nya, ia berjalan meninggal kan ku
lalu mengejutkan ku dengan tiba-tiba berbalik dan bertanya, "lewat mana?"tanya nya.
"lewat sana!, belok kanan dua kali, dekat halaman belakang."tunjuk ku.
Ye jin berjalan dengan berguman tidak jelas, "ada apa dengan mereka?" aku semakin bingung dan hanya bisa mengikuti dari belakang.
Lee yo won- 01 des 2007-seoul
aku berlari dengan cepat, aku tidak sabar lagi.setelah sampai di gudang kulihat ada seorang wanita di dalam nya, aku mendekat dan menyentuh pundak nya.
"mama?, kau kah itu"tanya ku.
Ia membalikan tubuh nya dan aku kecewa, "maaf nona?, ada apa?" sapanya.
"apa bibik yang disuruh mengambil makanan burung?"tanya ku memastikan.
Ia tersenyum ramah, "makanan burung nya sedang di cari nona, belum ditemukan. Mohon tunggu sebentar," pinta nya sopan, lalu membuka-buka beberapa tumpukan barang.
Aku kecewa, ternyata dia bukan mama. Aku meninggalkan nya tanpa mengatakan apa-apa, dan di jalan aku perpapasan dengan kak ye jin.
"yo won?"sapa nya khawatir.
"kak, ayo kita pulang?. Aku . . .sangat lelah. . ."pinta ku.
Tanpa banyak tanya, kakak mengiringi langkah ku. Ia mengangguk, "ayo kita pulang" jawab nya lembut.
"hei . . Kalian mau kemana?" tanya nam gil bingung.
"yo won kelelahan, besok saja kita bicara lagi."jelas kak ye jin.
Kami pulang, di dalam mobil aku diam saja, hanya melihat jalan yang kulalui. Aku tidak sedih, atau kecewa. Aku merasa bahagia karena melihat mama , walau hanya sekilas dan membuat aku kecewa dia bukan mama. Mama . . .yo won merindukan mu..
lee han- 01 desember 2007-pusan
"baiklah kalau ini yang kau inginkan, tapi ingat! Kau harus bisa menjaga dirimu sendiri. Jangan mudah percaya dengan orang lain, kalau ada apa-apa kau langsung hubungi ayah. Kau mengerti lee han?"pesan ayah padaku, aku ingin tertawa sekaligus terharu melihat ayah memperkakukan ku seperti anak kecil. Baik lah aku memang anak kecil, tapi aku adalah anak kecil yang telah tumbuh dewasa. Beberapa bulan lagi, kelas 12 ujian akhir, dan aku akan ikut ujian itu. Aku yakin pasti bisa, sudah beberapa kali aku berhasil loncat kelas, kali ini aku pasti bisa. Aku akan mengambil beasiswa kuliah di seoul, aku pasti bisa.
"iya ayah, lee han akan mengingat nya. Tapi ayah juga harus mendengarkan lee han, menikahlah dengan bibik hyeon jeong dan nikmati hidup ayah." ujar ku tulus.
Ayah tersenyum, "lee han, kau tidak mengerti juga ya?. Pernikahan itu adalah suatu ikatan suci, tidak bisa di lakukan semudah itu!."jawab nya lalu menghirup teh yang baru saja ku hidangkan bersama cemilan sore.
"selama ini ayah hanya memikirkan ku, dan tidak pernah memikirkan diri ayah sendiri. padahal aku bukan anak kandung ayah, Aku harap ayah mempertimbangkan saran ku, satu-satu nya harapan ku adalah melihat ayah bahagia."teringat olehku akan apa yang telah ayah perbuat untuk ku, sekali pun tak pernah aku merasakan perlakuan seorang ayah angkat dari nya.
"lee han, apa yang kau katakan?. Melihat mu hidup dengan baik adalah kebahagian bagi ayah, Jangan menyebut kalau kau anak angkat, kau itu anak ayah."ayah menggoda ku dengan memasang wajah seolah olah sedih.
Sebenarnya aku hanyalah anak angkat ayah, aku tidak tahu siapa orang tua ku, dan kapan hari ulang tahun ku yang sebenar nya?. Satu-satunya yang diberikan oleh orang tua ku adalah nama ini, nama ku. Aku tidak marah atau pun merasa dendam karena mereka telah membuang ku, aku yakin mereka sangat menyayangi ku, mereka pasti mempunyai alasan mengapa mereka membuang ku. Sejak 6 tahun yang lalu saat aku tahu kenyataan ini, Aku berjanji akan menemukan mereka dengan cara ku. Jujur saja, terkadang aku merasa sedih dan berpikir untuk melupakan mereka lalu berpura-pura tidak tahu dengan semua ini.
Saat aku merasa buruk dan sedih, aku melampiaskan nya dengan hal-hal positif seperti belajar, atau merileks kan pikiran ku dengan melihat pemandangan dan juga mendengar kicauan burung yang membuat hati ku tenang, tapi yang menjadi faforit ku adalah mendengarkan kicauan burung. Untuk itu, aku membuat tempat makan burung di halaman belakang, banyak burung liar yang datang untuk makan dan yang paling menyenangkan adalah burung-burung itu jinak dengan ku mereka sering menghinggapi ku, di pundak, di lengan, kadang di kepala, aku sangat menikmati saat-saat bermain dengan mereka.
Bibik hyeon jeong juga punya hobby yang sama dengan ku, yaitu melihat pemandangan dan mendengar kicauan burung. Aku dan bibik hyeon jeong sangat dekat, kami sering menghabiskan waktu bersama. Terkadang aku merasakan sosok seorang ibu yang ku rindukan dari nya, bersama nya membuat aku nyaman. 13 thn yang lalu ia kehilangan ke 3 putra kembar nya, warga desa mengatakan kalau bibik di tinggal kan suami nya. itu pasti sangat berat bagi nya, apalagi setelah orang tua nya meninggal, bibik hidup sebatang kara. Ayah sangat baik dengan bibik hyeon jeong, anak kecil sekalipun pasti tahu kalau ayah menyukai bibik saat melihat ayah menatap bibik diam-diam, tapi nama juga ayah ku yang sangat keras kepala, mana mau ia mengakui nya?. Wajar saja kalau ayah menyukai bibik hyeon jeong, ia sangat cantik kalau baru bertemu dengan bibik, pasti orang itu akan mengira bibik seorang gadis remaja. Banyak pRia yang melamar bibik, tapi ia selalu menolak nya, aneh bukan?.
Tapi entah mengapa aku sangat membenci hujan, perasaan ku menjadi buruk lalu aku sangat sedih dan merasa sakit. Aku bingung mengapa bisa seperti itu?, sampai sekarang pun aku belum menemukan jawaban nya. Mungkin karena aku tidak bisa melihat pemandangan & mendengar kicauan burung, y . . . . Mungkin saja.
"ayah, aku memberi makan burung dulu y?"aku menuju ke halaman belakang dan mulai menaburkan padi, sekejap burung-burung datang dan memakan padi-padi itu dengan lahap.
"nam gil, kau sedang apa?"tanya seseorang yang mengagetkan ku.
Saat ku melihat ke arah datang nya suara, aku tersenyum dan menyapa nya. "im ah?, oh . .aku sedang memberi makan burung-burung ini. Apa kau mau ikut?"ajak ku tulus.
"tentu saja!" jawab nya tegas lalu mendekat ke arah ku dengan tersenyum ramah.
"hati-hati, paruh mereka tajam sekali nanti tangan mu terluka."jelas ku pada nya.
Im ah tersenyum,
"nam gil, kau ini sudah baik, pintar pula. Em . . . Kabar nya kau mau ikut ujian akhir bersama kelas 12 ya? , sekarang aku 3 tingkat di bawah mu padahal waktu SD kelas 2 kita setingkat."puji im ah, dulu aku dan ia duduk satu bangku dan kami cukup dekat. Ia anak perempuan yang baik dan lucu.
"hahaha" aku tertawa saat im ah kaget dan sedikit menjerit karena ada seekor burung hinggap di kepala nya. "kau bisa saja!, aku tidak sebaik itu." sanggah ku. "aku ingin ikut ujian akhir dan mendapatkan beasiswa kuliah di seoul, ngomong-ngomong kau tahu dari mana?" tanya ku bingung.
"siapa yang tidak kenal dengan lee han?, anak jenius dari pusan?"goda nya.
"min ra!!, mau lari kemana kau?."teriak seseorang.
Kami tahu dengan pasti siapa pemilik suara itu, dia adalah dong si teman kami yang sangat tomboy. sebenar nya aku sedikit takut dengan nya tenaga nya kuat sekali, suara nya juga besar. Walau batang hidung nya belum kelihatan, suara nya menggelegar sampai ke ubun-ubun. Tak lama kemudian, terlihat min ra yang lari dengan wajah pucat.
Min ra bersembunyi dibalik kendi air, "syuttt . . . , bilang saja kalian tidak melihat aku" pinta nya sambil memonyongkan mulut menyuruh kami bertingkah seperti biasa-biasa saja dan menyembunyikan nya dari dong si.
"ada apa dengan mereka?"tanya ku bingung.
"sudah lihat saja, nanti juga kita tahu dengan sendiri nya!."jelas im ah sambil melihat ke arah jalan menunggu apa yang akan terjadi.
Dong si mendekat ke arah kami, dengan tampang kesal. Seperti nya kami tahu apa penyebab nya, pasti min ra menjahili dong si lagi. dan kami tahu dengan pasti apa akibat nya jika tidak bekerjasama dengan nya.
"mana min ra?" tanya nya sambil mengepal kan tangan.
Kami tidak mau terlibat dengan masalah mereka , dan tanpa sengaja secara bersamaan aku dan im ah mengarahkan jari telunjuk kami ke arah dimana min ra bersembunyi. Min ra lari terbirit-birit namun tanpa sadar ia menabrak sepasang angsa yang baru saja menetaskan anak-anak nya, angsa itu marah dan mengejar min ra. Min ra berlari ke arah dong si dan kami berdiri, dengan cepat kami juga lari demi menyelamatkan diri masing-masing. Kami tertawa sepanjang jalan, lalu bermain air di kolam saat akhirnya angsa-angsa itu berhenti mengejar kami. Kami saling menertawakan diri satu sama lain, saat mengingat ekspresi yang menggelikan sepanjang jalan, dong si yang terjatuh sampai jungkir balik, min ra yang tanpa sengaja menabrak pohon saat lari, aku yang tersandung batu dan membuat kami semua tercebur ke kolam, terlebih lagi im ah yang mengangkat rok nya tinggi-tinggi dan berlari mengalahkan kami bertiga yang pada awalnya berada di depan nya. Sampai sore hari kami menghabiskan waktu dengan bercanda bersama, aku sangat bahagia.
Lee yo won- 01 desember 2007- seoul.
-halaman belakang rumah nam gil-
"ah . . . . , dasar burung jelek!"teriak ku panik, saat burung itu hinggap di atas kepala ku, dan mencengkram rambut panjang ku dengan kuku nya yang tajam.
"hei ,jangan memukul sembarangan!. Jelek? Enak saja, yang jelek itu kau!" teriak nam gil kesal, saat aku menghempaskan burung itu hingga beberapa helai bulu nya lepas.
"salah siapa coba?, burung itu yang mencari gara-gara dengan ku?"balas ku kesal.
Kak ye jin membantu ku berdiri, "sudah-sudah, dari tadi kalian berdua bertengkar terus!. Kapan selesai nya?" kak ye jin menengahi.
"seharusnya tugas ini sudah selesai, ini semua gara-gara yo won!"tuduh nam gil pada ku.
"e . .e . .e . . . , jangan asal ngomong y?, kenapa menyalahkan ku?. Enak saja!, memangnya dari tadi siapa yang mengerjakan nya?, Kerjaan mu hanya ngobrol seperti anak autis dengan burung-burung jelek itu!"sanggah ku dengan sangat kesal.
"dasar tidak tahu diri, kalau kau tidak bertingkah manja dan koma begitu lama nya, tugas ini sudah selesai!."teriak nam gil.
"nam gil"bentak kak ye jin, agar nam gil diam.
"biarkan saja, agar dia tahu diri!. Kau itu lama sekali koma nya, kau disuruh mengerjakan sendiri kalau kau sadar."lanjut nam gil.
"nam gil"kak ye jin meninggikan suara nya.
"tapi ye jin mengambil resiko dan memutuskan menunggu mu sadar, dan tahu akibat nya? Tugas untuk kelompok ini di jadikan dua kali lipat!. Ini semua salah mu!"tegasnya sambil menunjuk wajah ku.
"lagi pula siapa minta kalian menunggu ku?, siapa yang manja, jaga mulut mu itu, dasar bayi!"ku balas berteriak.
"sudah!, kalian berdua hentikan!!"kak ye jin berusaha merelai kami.
"kau yang seharusnya menjaga mulut mu itu, kau tidak pernah diajari oleh mama kandung mu y?, kasihan!"ejek nam gil.
"tahu apa kau tentang mama kandung ku?, sebaiknya tutup mulut besar mu itu!."jawab ku kesal, aku keluar setengah berlari. Perkataan nam gil membuat hati ku sakit, aku benci dia.
KIM NAM GIL- 01 Desember 2007- SEOUL
"trimakasih nam gil, kau sangat membantu"singgung ye jin.
"hei apa salah ku?"tanya ku bingung.
"salah mu apa?, dasar kau ini menyebalkan!. Kenapa kau harus menyinggung ibu kandung nya?"jelas ye jin kesal.
"memangnya kenapa?, dia mudah sekali marah ya?."aku mengambil kue yang ada di meja, dan menggigit dengan potong besar.
"ibu sudah meninggal, ya sudah kita lanjut kan besok saja. aku pulang dulu ya, mana yo won."ujarnya lalu berjalan keluar.
"uhk . .uhk . . ." Aku tersedak, "sudah meninggal?, aduh. . . . . . . . Kali ini aku yang salah."ujar ku penuh sesal, dan segera keluar untuk minta maaf.
"nam gil, kau lihat yo won?"tanya ye jin panik, saat kami bertemu di teras luar.
"yo won?"aku balik bertanya.
"iya yo won, kata supir yo won belum keluar!."jelas ye jin.
Aku sedikit tertawa, "jangan katakan kalau dia tersesat?"ejek ku.
"kau tolong aku mencari yo won y?"pinta ye jin, ia menarik ku masuk dan menyuruh berpencar.
"ada-ada saja dia itu, selalu membuat ku repot"keluh ku kesal, lalu mulai mencari di tiap ruangan satu-persatu.
Lee yo won- 01 desember 2007- seoul.
"aduh , , mana pintu keluar nya?" keluh ku kesal, sejak tadi aku hanya berputar-putar dan tidak tahu mana pintu keluar nya. Tadi aku sangat kesal dan meninggalkan nam gil dengan kesal, tapi bodoh nya, aku tidak memperhatikan jalan sampai akhirnya tersesat. Ini memalukan sekali, bisa-bisa nya aku tersesat di rumah nam gil, pasti dia akan menertawakan aku dan mengejek habis-habisan.
"mama?"aku sangat terkejut, aku melihat mama. Apa benar itu mama?, dia sangat mirip. Aku mengikutinya naik tangga, lalu tiba-tiba ia menghilang. Aku sangat sedih, lalu kulihat salah satu tirai bergoyang, mungkin mama lewat sana, kupercepat langkah ku, dan aku menemukan mama ia sedang membawa nampan.
"mama!"aku memanggil nya, tapi terlambat, ia menghilang di tikungan lorong. Aku berlari mengejar nya, aku tidak bisa mengeluarkan satu kata pun karena begitu senang. Sudah dekat tikungan, aku semakin mempercepat lari ku. Saat aku tiba di lorong, aku melihat seseorang. Aku sangat terkejut.
kim nam gil- 01 des 2007 - seoul.
"mana anak itu?, menyusah kan saja" keluh ku kesal.
Aku berpapasan dengan bibik maya,"sore tuan muda" sapa nya.
"sore" balas ku, "bik bisa minta tolong gak?" tanya ku sedikit ragu.
Bibik tersenyum, "tentu saja tuan muda" jawab nya dengan segera.
Aku masih ragu, "tolong ambil kan makanan burung di gudang, tapi yang ada vitamin dan campuran biji-bijian." jelas ku rinci.
Bibik terlihat sedikit bingung, "baik tuan muda, bibik permisi dulu" jawab nya lalu langsung pergi menuju gudang.
"apa bibik bisa membedakan nya ya?" ujar ku bingung, lalu menaiki anak tangga lagi.
Saat menaiki anak tangga terakhir, aku berubah pikiran. Bibik sangat ceroboh, aku tidak bisa membayangkan kalau semua burung ku mati akibat nya. Aku berbalik arah dan mulai menuruni anak tangga, namun baru 3 langkah menuruni anak tangga aku berubah pikiran lagi.
"bibik tidak bodoh!, ia bisa minta tolong dengan yang lain." aku berusaha meyakini diri ku sendiri.
Aku berputar arah lagi dan mulai menaiki anak tangga, 'BRUKKK' Seseorang menabrak ku.
'a . . . . .a . . . . . .a . . . . . . . .a . . . ' teriak kami kompak, saat kami terjatuh dari atas sampai ke bawah.
"aduh . . . "keluh ku sambil menahan sakit, "kau tidak punya mata y?, eh yo won" aku terkejut.
"mama . . . . , apa kau melihat mama ku?"mata nya dengan cepat melihat sekeliling dan seperti nya sedang mencari seseorang.
"mama mu?"tanya ku bingung.
"iya mama ku?, maksud ku apa kau melihat seorang wanita lewat sini?"ia menatap ku dengan penuh harapan. aku tidak begitu mengerti, tapi kemungkinan ia mengenal bibik maya, y mungkin saja.
"kau mencari seorang wanita yang melewati tangga ini sebelum kita bertabrakan?"tanya ku meyakinkan.
Yo won yang masih dalam posisi duduk mendekati ku, lalu memegang kedua pundak ku, dan menatapku dalam. "iya, apa kau melihat nya?. Tolong beritahu aku?, cepat nam gil, katakan?"pinta nya dengan tatapan berkaca-kaca.
"i . .i . .ya . . , aku melihatnya"jawab ku gugup.
"dimana dia sekarang?, tolong tunjukan?. Aku ingin bertemu dengan nya?"pinta tak sabar dan tetap dalam posisi yang sama, namun kali ini dia menangis.
Aku semakin gugup beradu pandangan dengan mata yo won, "tadi, aku menyuruhnya mengambil makanan burung di gudang" jawab ku.
Yo won menangis sambil tersenyum, "katakan, lewat mana?" tanya nya dengan terburu-buru.
Aku mengarahkan tangan ku, diiringi dengan lirikan mata yo won yang mengikuti. "lewat sana!, belok kanan dua kali, dekat halaman belakang" jelas ku.
Yo won berlari sambil menangis, dan tanpa mengatakan apa-apa, padahal aku belum selesai bicara. "hei . . . !" teriak ku keras. "nama nya bibik maya!"teriak ku lagi.
Tiba-tiba ye jin datang dan menjitak kepala ku. "kau apakan adik ku?" tuduh nya.
Ye jin kelihatan menakutkan, "hei . . .aku tidak melakukan apa-apa, malah aku membantu nya!" jawab ku kesal.
Ye jin menatap ku dengan pandangan curiga, "apa benar begitu?" ia diam sejenak, "LALU MENGAPA DIA BERLARI SAMBIL MENANGIS?" teriak nya kesal.
Bulu kuduk ku berdiri, ternyata ye jin sangat menyeramkan kalau sedang marah. "a . .a . .ku tidak tahu"jawab ku gugup, "tapi dia mencari seorang wanita, dan sebelum nya ia bertanya di mana mama nya?" terang ku dengan bingung.
Tiba-tiba tlp ye jin berbunyi, "iya pa?" jawab nya singkat lalu menutup tlp nya. Kemarahan Ye jin mereda, "apa dia berfikir telah melihat mama nya?"guman nya, ia berjalan meninggal kan ku
lalu mengejutkan ku dengan tiba-tiba berbalik dan bertanya, "lewat mana?"tanya nya.
"lewat sana!, belok kanan dua kali, dekat halaman belakang."tunjuk ku.
Ye jin berjalan dengan berguman tidak jelas, "ada apa dengan mereka?" aku semakin bingung dan hanya bisa mengikuti dari belakang.
Lee yo won- 01 des 2007-seoul
aku berlari dengan cepat, aku tidak sabar lagi.setelah sampai di gudang kulihat ada seorang wanita di dalam nya, aku mendekat dan menyentuh pundak nya.
"mama?, kau kah itu"tanya ku.
Ia membalikan tubuh nya dan aku kecewa, "maaf nona?, ada apa?" sapanya.
"apa bibik yang disuruh mengambil makanan burung?"tanya ku memastikan.
Ia tersenyum ramah, "makanan burung nya sedang di cari nona, belum ditemukan. Mohon tunggu sebentar," pinta nya sopan, lalu membuka-buka beberapa tumpukan barang.
Aku kecewa, ternyata dia bukan mama. Aku meninggalkan nya tanpa mengatakan apa-apa, dan di jalan aku perpapasan dengan kak ye jin.
"yo won?"sapa nya khawatir.
"kak, ayo kita pulang?. Aku . . .sangat lelah. . ."pinta ku.
Tanpa banyak tanya, kakak mengiringi langkah ku. Ia mengangguk, "ayo kita pulang" jawab nya lembut.
"hei . . Kalian mau kemana?" tanya nam gil bingung.
"yo won kelelahan, besok saja kita bicara lagi."jelas kak ye jin.
Kami pulang, di dalam mobil aku diam saja, hanya melihat jalan yang kulalui. Aku tidak sedih, atau kecewa. Aku merasa bahagia karena melihat mama , walau hanya sekilas dan membuat aku kecewa dia bukan mama. Mama . . .yo won merindukan mu..
fanfic bideok- raining........(scane 9)
SCANE 9
Yeomjong- 27 november 2007- rusia.
Kututup telpon dengan segera, agar tidak ada yang curiga.
"bagaimana? Apa kita bisa menembus sistem keamanan mereka?", aku begitu tegang melihat hasil nya.
"tenang bos, zaman sudah modern, membobol keamanan mereka adalah hal yang mudah. Kita telah berhasil menyadap telpon keluarga lee, lalu apa yang akan kita lakukan selanjut nya?" misaeng tersenyum licik dan terlihat dengan jelas kepuasan akan keberhasilan kami.
Setelah menerangkan rencana besar ku kepada seluruh anggota ku yang sangat setia, aku menyuruh mereka beristirahat.
Begitu masuk kamar, aku merasakan ketenangan yang sangat hangat. Setiap memandang wajah yosin, hati ku damai. Aku memandangi tiap inci dari wajah yosin, ia begitu cantik dengan senyuman manis nya. Aku sangat merindukan mu yosin, sangat merindukan mu. Andai saja waktu bisa di mundurkan kembali, aku ingin menikmati tiap detik nya bersama mu. Aku terlalu bodoh, seharusnya aku mendengarkan yosin, andai saja aku menolak tugas itu. Tugas yang seharusnya menjadi jembatan penghubung kita, malah menjadi akhir dari hidup mu. Saat itu dimana tak seharusnya kau datang, aku tahu niat mu bAik, kau ingin menyadarkanku dan menggagalkan penculikan itu. Tapi polisi malah mengira kau salah satu dari kami & menembak mu hingga tewas di tempat, aku sungguh ceroboh hingga tak menyadari apa yang terjadi dengan mu. Walaupun misaeng berniat baik pada ku, ia melindungi ku & tidak memberitahu ku tentang apa yang terjadi dengan yosin, misaeng tahu kalau aku akan kembali untuk menyelamatkan yosin. Itu juga berarti, aku terancam akan tertangkap. Aku tidak bisa menyalah nya, karena itu adalah salah ku dan juga lee yoo sun. Dia yang memanggil polisi dan menghajar anak buah ku yang ditugaskan mengantar yosin pulang, yosin lari saat anak buah ku menyuruh dia sembunyi, dan saat itu tiba-tiba polisi datang dan menembaki yosin. Peristiwa itu ditayang kan di semua stasiun TV, dan aku tanpa sengaja menonton nya. Menonton dengan air mata, dan dengan semua ke pedihan dihati ku.
Sejak saat itu, aku bersumpah akan membalaskan dendam ini kepada semua anggota keluarga lee. Mereka juga harus merasakan penderitaan yang ku alami,
aku telah berhasil merebut salah satu anak kembar yoo sun, lalu aku menyuruh misaeng membunuh nya. Namun itu belum cukup bagi ku, aku membunuh yoo sun, dengan cara menyusupkan anak buah ku yang menyamar sebagai seorang perawat di rumah mereka. Perawat itu berhasil membuat yoo sun koma dengan memberikan dosis obat tidur 3x lipat dari biasa nya, dan aku berhasil meledakkan nya saat dalam perjalanan ke rumah sakit diluar negeri.
Aku akan membuat kalian semua merasakan rasa sakit ini, cepat atau lambat.
SCANE 9 (BAG 2)
KIM NAM GIL- 27 NOVEMBER 2007 - SEOUL
aku mengangkat gagang telpon dan mulai memencet no apartement yo won di amerika, tapi terdengar nada sibuk. Ku mati kan telpon nya, lalu ku coba lagi.Tiba-tiba aku berubah pikiran dan menutup telpon dengan cepat, tadi aku sempat berniat untuk menanyakan keadaan yo won. Apa yang aku telah ku lakukan? ? Apa yang akan aku katakan saat telpon nya tersambung? Kalau dia mengira aku menyukainya bagaimana?, cewek itu kan mudah GR!. Tapi aku khawatir dengan keadaan nya, kemarin malam ye jin menelpon aku dan memberitahu kalau dia akan pulang tanggal 1 nanti, tapi ia tidak menceritakan keadaan yo won. Memang sieh sebelum nya aku yang minta, agar ye jin tidak membicarakan apa-apa tentang yo won, dan selain itu ye jin hanya meminta maaf belum bisa mengerjakan pekerjaan kelompok kami. Kenapa aku jadi cemas seperti ini?, aku mencoba menenangkan diri dan memutar beberapa disk film kesukaan ku. Aku bosan, lalu aku membuka berita di TV, betapa terkejut nya aku saat pers membicarakan keluarga lee. Ada yang bilang, putri sulung keluarga lee koma ada hubungan nya dengan ibu&saudara tiri nya. Pasti ye jin sangat terluka, walau pun yo won adalah saudara tiri nya, aku tahu dengan jelas kalau ye jin sangat menyayangi yo won. Untuk apa ye jin melakukan sesuatu yang buruk dengan yo won? , atau jangan-jangan yo won yang . . . ?
"tuan muda sedang memikirkan apa!" aku sangat terkejut akan kedatangan bibik maya, sampai aku terjatuh ke bawah.
"oh bibik, mengejutkan ku saja. Ada apa bik?, apa hari ini ada telpon dari manajer ku?" aku tersenyum ke pada bibik maya, setelah aku naik ke atas sofa.
"tidak ada tuan muda, hanya mau menyampaikan pesan dari tuan besar." sepertinya aku tahu apa yang hendak disampaikan bibik maya, pasti papa, karena sejak tadi aku tidak melihat papa & wajah bibik maya terlihat sedih.
"apa papa pergi ke amerika tanpa sempat pamit pada ku?,tenang bik aku sudah biasa." aku terlihat sangat tegar saat mengatakan nya.
"bukan hanya itu tuan muda"ekspresi wajah nya berubah 180 derajat, bibik terlihat sangat senang.
"jadi apa bik?, ayo lah jangan membuat nam gil penasaran?" aku sangat kesal, ternyata bibik sengaja memasang tampang sedih, ia mau membuat kejutan untuk ku, apa ya? Aku tidak sabar.
"seperti nya ingatan tuan muda nam gim telah kembali."dengan reflek aku langsung memeluk bibik, aku sangat senang. Kakak, kakak aku sangat merindukan mu!. Suasana hati ku sangat baik, aku sangat bahagia. Dan tentu nya aku harus membalas keisengan bibik maya, hehehe aku punya ide.
"Bik tolong antarkan aku kue, tolong antarkan ke taman belakang!."
Bibik maya sudah bekerja dengan keluarga ku selama 1 1/2 tahun, sebenarnya kami tidak mengenal latar belakang & nama bibik. Bibik maya telah menyelamatkan kak nam gim, tapi sayang nya mereka di tabrak oleh truk yang sedang memotong bis yang hampir menabrak mereka. Saat itu bibik mengenakan pakaian seorang suster, mungkin ia seorang suster dari sebuah rumah sakit. Kami telah mencari ke semua rumah sakit, namun tidak menemukan hasil sama sekali. seperti kak nam gim yang mengalami amnesia, bibik maya juga menderita amnesia. Akhirnya papa memutuskan mengajak bibik tinggal di rumah kami, dan memberi nama sementara kepada bibik, yaitu 'maya' sampai ingatan nya kembali pulih. Bibik maya sangat dekat dengan ku, terkadang kami terlihat seperti ibu dan anak. Mungkin mereka benar, karena aku merasakan kehangatan seorang ibu dari nya. Bibik bukan seorang wanita veminim, ia sedikit tomboy.
"tuan muda, ini kue nya." bibik maya datang dengan kue, puding dan cemilan lain nya.
"wah banyak sekali bik?, aku tidak bisa menghabiskan nya sendirian. Bibik bagaimana sieh?"aku memasang tampang seolah-olah marah.
"maafkan bibik tuan muda, sini biar bibik bawa kembali" bibik terlihat panik, dan bagiku bibik terlihat lucu sekali.
"bibik payah!, nam gil hanya bercanda bik. Bibik temani nam gil makan y?"bibik maya tersenyum sinis.
dengan cepat ia memoletkan krim kue di wajah ku, akhirnya kami perang kue. Saat pelayan yang lain mendengar keributan, mereka segera pergi ke taman belakang. Aku dan bibik maya menyiram mereka dengan selang air, awalnya mereka semua terkejut, lalu dengan segera membalas aku dan bibik. Kami perang-perangan air, ada pelayan yang tergelincir karena tanpa sengaja telah menginjak bekas kue dilantai. Tentu saja kami semua menertawakan nya, saat ini adalah saat yang sangat membahagiakan. Rasa nya aku ingin waktu terhenti pada saat seperti ini, saat yang sangat membahagiakan.
Yeomjong- 27 november 2007- rusia.
Kututup telpon dengan segera, agar tidak ada yang curiga.
"bagaimana? Apa kita bisa menembus sistem keamanan mereka?", aku begitu tegang melihat hasil nya.
"tenang bos, zaman sudah modern, membobol keamanan mereka adalah hal yang mudah. Kita telah berhasil menyadap telpon keluarga lee, lalu apa yang akan kita lakukan selanjut nya?" misaeng tersenyum licik dan terlihat dengan jelas kepuasan akan keberhasilan kami.
Setelah menerangkan rencana besar ku kepada seluruh anggota ku yang sangat setia, aku menyuruh mereka beristirahat.
Begitu masuk kamar, aku merasakan ketenangan yang sangat hangat. Setiap memandang wajah yosin, hati ku damai. Aku memandangi tiap inci dari wajah yosin, ia begitu cantik dengan senyuman manis nya. Aku sangat merindukan mu yosin, sangat merindukan mu. Andai saja waktu bisa di mundurkan kembali, aku ingin menikmati tiap detik nya bersama mu. Aku terlalu bodoh, seharusnya aku mendengarkan yosin, andai saja aku menolak tugas itu. Tugas yang seharusnya menjadi jembatan penghubung kita, malah menjadi akhir dari hidup mu. Saat itu dimana tak seharusnya kau datang, aku tahu niat mu bAik, kau ingin menyadarkanku dan menggagalkan penculikan itu. Tapi polisi malah mengira kau salah satu dari kami & menembak mu hingga tewas di tempat, aku sungguh ceroboh hingga tak menyadari apa yang terjadi dengan mu. Walaupun misaeng berniat baik pada ku, ia melindungi ku & tidak memberitahu ku tentang apa yang terjadi dengan yosin, misaeng tahu kalau aku akan kembali untuk menyelamatkan yosin. Itu juga berarti, aku terancam akan tertangkap. Aku tidak bisa menyalah nya, karena itu adalah salah ku dan juga lee yoo sun. Dia yang memanggil polisi dan menghajar anak buah ku yang ditugaskan mengantar yosin pulang, yosin lari saat anak buah ku menyuruh dia sembunyi, dan saat itu tiba-tiba polisi datang dan menembaki yosin. Peristiwa itu ditayang kan di semua stasiun TV, dan aku tanpa sengaja menonton nya. Menonton dengan air mata, dan dengan semua ke pedihan dihati ku.
Sejak saat itu, aku bersumpah akan membalaskan dendam ini kepada semua anggota keluarga lee. Mereka juga harus merasakan penderitaan yang ku alami,
aku telah berhasil merebut salah satu anak kembar yoo sun, lalu aku menyuruh misaeng membunuh nya. Namun itu belum cukup bagi ku, aku membunuh yoo sun, dengan cara menyusupkan anak buah ku yang menyamar sebagai seorang perawat di rumah mereka. Perawat itu berhasil membuat yoo sun koma dengan memberikan dosis obat tidur 3x lipat dari biasa nya, dan aku berhasil meledakkan nya saat dalam perjalanan ke rumah sakit diluar negeri.
Aku akan membuat kalian semua merasakan rasa sakit ini, cepat atau lambat.
SCANE 9 (BAG 2)
KIM NAM GIL- 27 NOVEMBER 2007 - SEOUL
aku mengangkat gagang telpon dan mulai memencet no apartement yo won di amerika, tapi terdengar nada sibuk. Ku mati kan telpon nya, lalu ku coba lagi.Tiba-tiba aku berubah pikiran dan menutup telpon dengan cepat, tadi aku sempat berniat untuk menanyakan keadaan yo won. Apa yang aku telah ku lakukan? ? Apa yang akan aku katakan saat telpon nya tersambung? Kalau dia mengira aku menyukainya bagaimana?, cewek itu kan mudah GR!. Tapi aku khawatir dengan keadaan nya, kemarin malam ye jin menelpon aku dan memberitahu kalau dia akan pulang tanggal 1 nanti, tapi ia tidak menceritakan keadaan yo won. Memang sieh sebelum nya aku yang minta, agar ye jin tidak membicarakan apa-apa tentang yo won, dan selain itu ye jin hanya meminta maaf belum bisa mengerjakan pekerjaan kelompok kami. Kenapa aku jadi cemas seperti ini?, aku mencoba menenangkan diri dan memutar beberapa disk film kesukaan ku. Aku bosan, lalu aku membuka berita di TV, betapa terkejut nya aku saat pers membicarakan keluarga lee. Ada yang bilang, putri sulung keluarga lee koma ada hubungan nya dengan ibu&saudara tiri nya. Pasti ye jin sangat terluka, walau pun yo won adalah saudara tiri nya, aku tahu dengan jelas kalau ye jin sangat menyayangi yo won. Untuk apa ye jin melakukan sesuatu yang buruk dengan yo won? , atau jangan-jangan yo won yang . . . ?
"tuan muda sedang memikirkan apa!" aku sangat terkejut akan kedatangan bibik maya, sampai aku terjatuh ke bawah.
"oh bibik, mengejutkan ku saja. Ada apa bik?, apa hari ini ada telpon dari manajer ku?" aku tersenyum ke pada bibik maya, setelah aku naik ke atas sofa.
"tidak ada tuan muda, hanya mau menyampaikan pesan dari tuan besar." sepertinya aku tahu apa yang hendak disampaikan bibik maya, pasti papa, karena sejak tadi aku tidak melihat papa & wajah bibik maya terlihat sedih.
"apa papa pergi ke amerika tanpa sempat pamit pada ku?,tenang bik aku sudah biasa." aku terlihat sangat tegar saat mengatakan nya.
"bukan hanya itu tuan muda"ekspresi wajah nya berubah 180 derajat, bibik terlihat sangat senang.
"jadi apa bik?, ayo lah jangan membuat nam gil penasaran?" aku sangat kesal, ternyata bibik sengaja memasang tampang sedih, ia mau membuat kejutan untuk ku, apa ya? Aku tidak sabar.
"seperti nya ingatan tuan muda nam gim telah kembali."dengan reflek aku langsung memeluk bibik, aku sangat senang. Kakak, kakak aku sangat merindukan mu!. Suasana hati ku sangat baik, aku sangat bahagia. Dan tentu nya aku harus membalas keisengan bibik maya, hehehe aku punya ide.
"Bik tolong antarkan aku kue, tolong antarkan ke taman belakang!."
Bibik maya sudah bekerja dengan keluarga ku selama 1 1/2 tahun, sebenarnya kami tidak mengenal latar belakang & nama bibik. Bibik maya telah menyelamatkan kak nam gim, tapi sayang nya mereka di tabrak oleh truk yang sedang memotong bis yang hampir menabrak mereka. Saat itu bibik mengenakan pakaian seorang suster, mungkin ia seorang suster dari sebuah rumah sakit. Kami telah mencari ke semua rumah sakit, namun tidak menemukan hasil sama sekali. seperti kak nam gim yang mengalami amnesia, bibik maya juga menderita amnesia. Akhirnya papa memutuskan mengajak bibik tinggal di rumah kami, dan memberi nama sementara kepada bibik, yaitu 'maya' sampai ingatan nya kembali pulih. Bibik maya sangat dekat dengan ku, terkadang kami terlihat seperti ibu dan anak. Mungkin mereka benar, karena aku merasakan kehangatan seorang ibu dari nya. Bibik bukan seorang wanita veminim, ia sedikit tomboy.
"tuan muda, ini kue nya." bibik maya datang dengan kue, puding dan cemilan lain nya.
"wah banyak sekali bik?, aku tidak bisa menghabiskan nya sendirian. Bibik bagaimana sieh?"aku memasang tampang seolah-olah marah.
"maafkan bibik tuan muda, sini biar bibik bawa kembali" bibik terlihat panik, dan bagiku bibik terlihat lucu sekali.
"bibik payah!, nam gil hanya bercanda bik. Bibik temani nam gil makan y?"bibik maya tersenyum sinis.
dengan cepat ia memoletkan krim kue di wajah ku, akhirnya kami perang kue. Saat pelayan yang lain mendengar keributan, mereka segera pergi ke taman belakang. Aku dan bibik maya menyiram mereka dengan selang air, awalnya mereka semua terkejut, lalu dengan segera membalas aku dan bibik. Kami perang-perangan air, ada pelayan yang tergelincir karena tanpa sengaja telah menginjak bekas kue dilantai. Tentu saja kami semua menertawakan nya, saat ini adalah saat yang sangat membahagiakan. Rasa nya aku ingin waktu terhenti pada saat seperti ini, saat yang sangat membahagiakan.
fanfic bideok- raining........(scane 8)
SCANE 8
LEE YE JIN- 24 NOVEMBER 2007- AMERIKA
Setelah memberikan penjelasan kepada kak jung chul aku segera pulang, selama perjalanan di dalam pesawat perasaan ku bercampur aduk. Aku sangat khawatir bahkan nyaris menangis, aku merasa jantung ku berdetak dengan kecepatan tinggi. Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan tampaknya ini juga terjadi pada mama & seung hoo. Aku tidak sabar bertemu dengan yo won, apakah in yang nama nya kebahagiaan? Tapi aku pantas merasa bahagia?.
Yo won bukan lah saudara kandung ku, tapi aku sangat bahagia saat mendengar kabar kalau yo won telah sadar dari koma panjang nya. Kami sekeluarga langsung berangkat ke amerika dengan pesawat pribadi kami, awalnya aku sedikit terkejut dan baru menydari betapa kaya nya keluarga ini.
Sesampainya di bandara, kami langsung menuju ke rumah sakit di mana yo won dirawat. Tetapi bukan hanya untuk menjenguk yo won, tapi juga untuk mengobati alergi seung hoo. Saat seung hoo mendapat kabar ini, dia dan mama sedangn makan siang. Entah bagaimana selengkapnya, seung hoo tanpa sadar menyantap sea food padahal dia punya alergi terhadap jenis makanan itu. Untung saja mama adalah seorang mantan perawat, sehingga mama bisa menangani seung hoo hingga kami sampai di Amerika.
Mama menemani seung hoo minta obat ke dokter sehingga aku pergi ke ruangan yoo won sendirian, bagaimana keadaannya?, ku harap yo won baik-baik saja!!. Tapi langkah ku terhenti di depan pintu saat ku dengar pembicaraan yang serius antara papa & yo won, apalagi saat nada bicara yo won meninggi.
“itu semua benar kan pa?, deokmen mendengar semua yang papa katakan di kamar yo won waktu itu dengan sangat jelas. Yang yo won katakan ini benar kan pa? Jawab pa?” yo won semakin meninggi kan nada bicara nya.
“maafkan papa yo won, papa harus menyembunyikan semua ini. Yang kau katakan itu benar, karena ye jin adalah......” tiba-tiba papa berhenti bicara dan ternyata tu karena pintu kamar yo won terbuka dengan aku yang berpose menguping di sana, aku ketahuan!! Aku sangan malu.
Aku tersenyum dan mulai melagkah masuk walau dengan rasa takut,“yo won au senang kau sudah sadar” aku engatakannya dengan tulus.
Tadi saat papa bicara suara nya sangat kecil, jadi aku mendekatkan telingaku di pintu. Dan itu malah membuat pintu yang sedikit terbuka terdorong hingga membuka pintu itu secara keseluruhan. Papa dan yo won terlihat sangat terkejut dengan kedatangan ku, andai saja aku langsung masuk dan tidak menguping pembicaraan mereka. Aku tidak akan melakukan kesalahan yang sangat memalukan ini, aku takun di marahi papa. Hubungan ku dan yo won sangat buruk dan aku telah membah buruk dengan kejadian ini. Entahlah apa yang akan terjadi selanjutnya.
“kemarilah kak ye jin”tiba-tiba yo won memanggilku dengan ramah dan tersenyum manis.
Aku mendekat dengan ke sisi ranjang yo won dan ia tiba-tiba memelukku, “yo won” aku sangat bingung atas perubahan sikap yo won, aku kira dia akan memai ku atau mendorong ku. Aku melirik papa mencoba mencari jawaban tapi papa hanya tersenyum bahkan terlihat hampir menangis, walau aku sangat bingung tapi aku sangat bahagia karena yo won telah menerima aku sebagai sayudara nya.
“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa” tiba-tiba yo won berteriak dan aku pun ikut berteriak saat ku lihat seung hoo masuk ke ruang dengn wajah yang bengkak kemerah-merahan. Bahkan seung hoo mirip monster dalam film kartun.
“seung hoo jangan menderkat, aku bersumpah akan membunuh mu kalai kau barani kemari” yo won berteriak histeris dan di susul gelak tawa dari mama dan papa karena sekarang aku, yo won & seung hoo sedang berkejar-kejaran.bulu di dalam bantal berterbangan ke seluruh ruang perawat dan dokter juga mama dan papa mengejar yo won menyuruh dia bristirahat di ranjang nya dan beberapa perawat mengejar seung hoo untuk membawa nay ke ruang nya sendiri.
Kami sanngat bahagia dan keributan itu akhirnya berhenti saat dokter memindahkan seung hoo ke kamar nya sendiri, keluarga. Ini adalah keluarga ku, keluarga yang sangat bahagia.
Lee yo won- 27 november 2007- amerika
Beberapa hari ini ku sangat bahagia, aku dan kak ye jin bersenang-seang bersama layaknya saudara pada umumnya tentunya setelah dokter mengijikan aku pulang, aku juga memanggil young hee dengan sebutan ‘mama’ kami menjadi akrab dan aku baru tahu kalau mama dulunya dalah seorang perawat. Setelah aku tahu kalau ye jin adalah saudara kembarku yang telah terpisah dengan ku selama balasan tahun lama nya, sempat membuat ku sangat terkejut. Aku sempat koma di rumah sakit selama 1 bulan , jantung ku lemah sama seperti mama.
Aku tidur satu kamar dengan kak ye jin, mandi di pemandian air panas bersama, kami bermain game, saling mengecat kuku kami, kami berdua sangat menikmati waktu di amerika ini. Tentunya terkeguali untuk chunchu yang harus di rawat di rumah sakit karena alerginya kambuh, walau dia boleh pulang dan tinggal di apartemen tapi tetap saja chunchu tidak boleh jalan-jalan keluar.
“yo won kau dipanggil papa di teras” kak ye jin berteriak di telinga ku, padahal aku sedang mendengar mp3 kesukaan ku raining dari ft-islan. Aku sempau mengejar kak ye jin namun ia lebih dahulu menutup pintu wc dan bersembunyi di sana, aku berjalan menuju teras tempat papa menunggu ku tentunya setelah aku memperingatkan kak ye jin untuk berhati-hati karena aku pasti akan membalas nya.
Sesampai nya di teras, ternyata ada mama di sana. Papa menceritakan kejadian yang telah kami alami dan mama tamak nya sangat terkejut.
“jadi kau sudah tahu yowon?, bagaimana dengan ye jin? Apa dia sudah tahu?” mama tersedak kue yang ia makan saat itu.
“sepertinya belum, tapi entahlah ma?” aku menjawab dengan bingung engingat kejadian sebelumnya.
“maksudnya apa yo won? Jangan membuat mama jantungan” aku sedikit tertawa dengan reaksi mama, dia sangat khawatir.
“rasanya belum, karena dia sangat terkajut ketika yo won memeluknya” papa memberikan penjelasan dengan mama walau sebelumnya tertawa meihat mama begitu terkejutnya.
Saat kami berbincang-bincang, tiba-tiba ada bau hangus dari dapur lalu tak lama kemudian di susul teriakan mama yang lupa bahwa dia sedang memanggang kue nya. Aku dan papa tertawa lagi, aku sangat bersyukur karena akhir-akhir ini aku sangat bahagia.
“a, waktu itu papa mengatakan kalau kak ye jin dalam bahaya?, siapa yang berani mengancam kita pa?. Berani nya dia melawan keluarga lee, memangnya dia belum tahu siapa kita?” aku bertanya dengan penih emosi mengingat apa yang telah orang itu lakukan kepada ku, memisahkan aku dan saudara ku.
“kau sangat mirip dengan mama mu, dia juga sangat berani dan penuh semangat seprti mu deokmen. Papa juga tidak tahu, yang papa& mama mu tahu adalah dia seorang ketua mafia dengan inisial ‘YY’. Papa belum pernah bertemu dengan nya atau pun berurusan dengan nya karena yang membuat masalah itu adalah mama mu” papa tertawa ringan saat menceritakan nya, menceritakan betapa tomboy nya mama ku saat masih muda.
Papa menarik nafas sejenak sebelum melanjutkan cerita nya,”mama mu itu dulunya pernah menggagalkan rencana penculikan seorang anak salah seorang tamu di pesta super mewah, dia membuat penculik itu babak belur dan berhasil di tangkap. Tapi saat itu salah seorang panculik di tembak mati polisi karena berusah melarikan diri. Dan masalah nya adalah, dia seorang perempuan yang merupakan pacar dari ‘YY’, tentu saja itu menimbulkan perasaan dendam terhadap mama mu. Walau sudah melaporkan ke polisi ‘YY’ tidak pernah berhasil di tangkap, dia menjadi buronan polisi hanpir di seuruh dunia” papa mengakhiri carita nya lalu mengambil jus yang ada di mejqa lau meminum nya.
“lalu bagaimana kak ye jin bisa terpisah dari kita?” au kembali bertannya karena rasa penasaran ku yang begitu besar.
“pada hari itu ‘9 april 1994’ di tanggal kelahiranmu, kejadian itu terjadi. Saat itu kau sangat rewel sehingga mama mu sangat kewalahan menjaga kalian berdua karena kelelahan akibat proses kelahiran baru saja terjadi, mama mu sangat berani dan kuat ia melahirkan kalian dengan kelahiran normal. Dan karena anak papa yang bernama lee yo won sangat rewel, papa menggendong mu keluar kebetulan nenek dan kakek mu datang dan tersesat di rumah sakit jadi papa menjemput mereka.”papa kelihatan sedih saat berhenti sejenak bercerita untuk menarik nafas.
“saat itu ‘YY’ datang dan berniat untuk mengambil kakak mu, untung saja waktu itu mama dan kakak mu tidak ada dikamar, tapi saat mama mu akan kembali ke kamar ‘YY’ memergoki dan berhasil menangkap mama & kakak mu dengan todongan pistol di tangan nya. Walau pun begitu mama mu berhasil kabur saat ada sebuah keributan dari seoarang keluarga yang menangis atas meninggalnya anggota keluarga mereka. Mama mu bersembunyi di ruang bayi dan menukarkan kakak mu dengan salah satu bayi di sana. Mama mu berusaha malarikan diri saat ‘YY’ menemukan nya, walau mama mu berusaha dengan keras mempertahan kan bayi itu. Tetap saja ‘YY’ berhasil merebutnya dan pergi entah kemana bersama bayi itu.”.
terlihat dengan jelas sebentuk rasa penyesalan papa atas nasib bayi itu, “yo won mengerti pa!, mama melakukan itu demi keselamatan kakak. Lalu apa yang terjadi selanjut nya?, bagaimana keadaan bayi itu?” aku memeluk papa,
“entahlah yo won, sampai saat ini papa tidak tahu keberadaan dan nasib bayi itu. Papa dan mama telah melaporkan kejadian ini kekntor polisi namun belum juga membuahkan hail apapun. Dan saat mama mu kembali ke ruang bayi untuk mengambil kakak mu,ternyata kakak mu sudah tidak ada. Entah di bawa ke mana, bahkan orang tua dari bayi itu sendiri kehilangan bayi-bayi nya,”
“lalu bagaimana papa bisa melacak keberadaan kak ye jin?” aku sangat bingung dengan penjelasan papa.
“papa berhasil melacak hilang nya bayi itu lewat sebuah jasa detektif, bayi itu hilang karena young hee telah.....” tiba-tiba perkataan papa terpotong dengan sebuah suara telpon dari ruang tengan.
“aku angkat dulu ya pa?” aku berinisiatif mengangkat nya karena sangat bising sekali.
Saat dalam perjalanan suara nya terhenti dan kulihat mama sedang mengangkat tlp nya.
“yo won telah sadar, maaf ini siapa ya? Halo?halo?” mama menutup tlp nya.
“siapa ma?” tanya ku bingung
“entahlah siapa, seorang laki-laki menanyakan mu tapi tidak menyebutkan nama dan langsung menutupnya, aneh sekali.”
Mama kembali kedapur untuk mengulang memasak kue dari awal, karena kue nya gosong.
aku sangat bingung..... laki-laki? Mennyakan ku” siapa dia????
LEE YE JIN- 24 NOVEMBER 2007- AMERIKA
Setelah memberikan penjelasan kepada kak jung chul aku segera pulang, selama perjalanan di dalam pesawat perasaan ku bercampur aduk. Aku sangat khawatir bahkan nyaris menangis, aku merasa jantung ku berdetak dengan kecepatan tinggi. Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan tampaknya ini juga terjadi pada mama & seung hoo. Aku tidak sabar bertemu dengan yo won, apakah in yang nama nya kebahagiaan? Tapi aku pantas merasa bahagia?.
Yo won bukan lah saudara kandung ku, tapi aku sangat bahagia saat mendengar kabar kalau yo won telah sadar dari koma panjang nya. Kami sekeluarga langsung berangkat ke amerika dengan pesawat pribadi kami, awalnya aku sedikit terkejut dan baru menydari betapa kaya nya keluarga ini.
Sesampainya di bandara, kami langsung menuju ke rumah sakit di mana yo won dirawat. Tetapi bukan hanya untuk menjenguk yo won, tapi juga untuk mengobati alergi seung hoo. Saat seung hoo mendapat kabar ini, dia dan mama sedangn makan siang. Entah bagaimana selengkapnya, seung hoo tanpa sadar menyantap sea food padahal dia punya alergi terhadap jenis makanan itu. Untung saja mama adalah seorang mantan perawat, sehingga mama bisa menangani seung hoo hingga kami sampai di Amerika.
Mama menemani seung hoo minta obat ke dokter sehingga aku pergi ke ruangan yoo won sendirian, bagaimana keadaannya?, ku harap yo won baik-baik saja!!. Tapi langkah ku terhenti di depan pintu saat ku dengar pembicaraan yang serius antara papa & yo won, apalagi saat nada bicara yo won meninggi.
“itu semua benar kan pa?, deokmen mendengar semua yang papa katakan di kamar yo won waktu itu dengan sangat jelas. Yang yo won katakan ini benar kan pa? Jawab pa?” yo won semakin meninggi kan nada bicara nya.
“maafkan papa yo won, papa harus menyembunyikan semua ini. Yang kau katakan itu benar, karena ye jin adalah......” tiba-tiba papa berhenti bicara dan ternyata tu karena pintu kamar yo won terbuka dengan aku yang berpose menguping di sana, aku ketahuan!! Aku sangan malu.
Aku tersenyum dan mulai melagkah masuk walau dengan rasa takut,“yo won au senang kau sudah sadar” aku engatakannya dengan tulus.
Tadi saat papa bicara suara nya sangat kecil, jadi aku mendekatkan telingaku di pintu. Dan itu malah membuat pintu yang sedikit terbuka terdorong hingga membuka pintu itu secara keseluruhan. Papa dan yo won terlihat sangat terkejut dengan kedatangan ku, andai saja aku langsung masuk dan tidak menguping pembicaraan mereka. Aku tidak akan melakukan kesalahan yang sangat memalukan ini, aku takun di marahi papa. Hubungan ku dan yo won sangat buruk dan aku telah membah buruk dengan kejadian ini. Entahlah apa yang akan terjadi selanjutnya.
“kemarilah kak ye jin”tiba-tiba yo won memanggilku dengan ramah dan tersenyum manis.
Aku mendekat dengan ke sisi ranjang yo won dan ia tiba-tiba memelukku, “yo won” aku sangat bingung atas perubahan sikap yo won, aku kira dia akan memai ku atau mendorong ku. Aku melirik papa mencoba mencari jawaban tapi papa hanya tersenyum bahkan terlihat hampir menangis, walau aku sangat bingung tapi aku sangat bahagia karena yo won telah menerima aku sebagai sayudara nya.
“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa” tiba-tiba yo won berteriak dan aku pun ikut berteriak saat ku lihat seung hoo masuk ke ruang dengn wajah yang bengkak kemerah-merahan. Bahkan seung hoo mirip monster dalam film kartun.
“seung hoo jangan menderkat, aku bersumpah akan membunuh mu kalai kau barani kemari” yo won berteriak histeris dan di susul gelak tawa dari mama dan papa karena sekarang aku, yo won & seung hoo sedang berkejar-kejaran.bulu di dalam bantal berterbangan ke seluruh ruang perawat dan dokter juga mama dan papa mengejar yo won menyuruh dia bristirahat di ranjang nya dan beberapa perawat mengejar seung hoo untuk membawa nay ke ruang nya sendiri.
Kami sanngat bahagia dan keributan itu akhirnya berhenti saat dokter memindahkan seung hoo ke kamar nya sendiri, keluarga. Ini adalah keluarga ku, keluarga yang sangat bahagia.
Lee yo won- 27 november 2007- amerika
Beberapa hari ini ku sangat bahagia, aku dan kak ye jin bersenang-seang bersama layaknya saudara pada umumnya tentunya setelah dokter mengijikan aku pulang, aku juga memanggil young hee dengan sebutan ‘mama’ kami menjadi akrab dan aku baru tahu kalau mama dulunya dalah seorang perawat. Setelah aku tahu kalau ye jin adalah saudara kembarku yang telah terpisah dengan ku selama balasan tahun lama nya, sempat membuat ku sangat terkejut. Aku sempat koma di rumah sakit selama 1 bulan , jantung ku lemah sama seperti mama.
Aku tidur satu kamar dengan kak ye jin, mandi di pemandian air panas bersama, kami bermain game, saling mengecat kuku kami, kami berdua sangat menikmati waktu di amerika ini. Tentunya terkeguali untuk chunchu yang harus di rawat di rumah sakit karena alerginya kambuh, walau dia boleh pulang dan tinggal di apartemen tapi tetap saja chunchu tidak boleh jalan-jalan keluar.
“yo won kau dipanggil papa di teras” kak ye jin berteriak di telinga ku, padahal aku sedang mendengar mp3 kesukaan ku raining dari ft-islan. Aku sempau mengejar kak ye jin namun ia lebih dahulu menutup pintu wc dan bersembunyi di sana, aku berjalan menuju teras tempat papa menunggu ku tentunya setelah aku memperingatkan kak ye jin untuk berhati-hati karena aku pasti akan membalas nya.
Sesampai nya di teras, ternyata ada mama di sana. Papa menceritakan kejadian yang telah kami alami dan mama tamak nya sangat terkejut.
“jadi kau sudah tahu yowon?, bagaimana dengan ye jin? Apa dia sudah tahu?” mama tersedak kue yang ia makan saat itu.
“sepertinya belum, tapi entahlah ma?” aku menjawab dengan bingung engingat kejadian sebelumnya.
“maksudnya apa yo won? Jangan membuat mama jantungan” aku sedikit tertawa dengan reaksi mama, dia sangat khawatir.
“rasanya belum, karena dia sangat terkajut ketika yo won memeluknya” papa memberikan penjelasan dengan mama walau sebelumnya tertawa meihat mama begitu terkejutnya.
Saat kami berbincang-bincang, tiba-tiba ada bau hangus dari dapur lalu tak lama kemudian di susul teriakan mama yang lupa bahwa dia sedang memanggang kue nya. Aku dan papa tertawa lagi, aku sangat bersyukur karena akhir-akhir ini aku sangat bahagia.
“a, waktu itu papa mengatakan kalau kak ye jin dalam bahaya?, siapa yang berani mengancam kita pa?. Berani nya dia melawan keluarga lee, memangnya dia belum tahu siapa kita?” aku bertanya dengan penih emosi mengingat apa yang telah orang itu lakukan kepada ku, memisahkan aku dan saudara ku.
“kau sangat mirip dengan mama mu, dia juga sangat berani dan penuh semangat seprti mu deokmen. Papa juga tidak tahu, yang papa& mama mu tahu adalah dia seorang ketua mafia dengan inisial ‘YY’. Papa belum pernah bertemu dengan nya atau pun berurusan dengan nya karena yang membuat masalah itu adalah mama mu” papa tertawa ringan saat menceritakan nya, menceritakan betapa tomboy nya mama ku saat masih muda.
Papa menarik nafas sejenak sebelum melanjutkan cerita nya,”mama mu itu dulunya pernah menggagalkan rencana penculikan seorang anak salah seorang tamu di pesta super mewah, dia membuat penculik itu babak belur dan berhasil di tangkap. Tapi saat itu salah seorang panculik di tembak mati polisi karena berusah melarikan diri. Dan masalah nya adalah, dia seorang perempuan yang merupakan pacar dari ‘YY’, tentu saja itu menimbulkan perasaan dendam terhadap mama mu. Walau sudah melaporkan ke polisi ‘YY’ tidak pernah berhasil di tangkap, dia menjadi buronan polisi hanpir di seuruh dunia” papa mengakhiri carita nya lalu mengambil jus yang ada di mejqa lau meminum nya.
“lalu bagaimana kak ye jin bisa terpisah dari kita?” au kembali bertannya karena rasa penasaran ku yang begitu besar.
“pada hari itu ‘9 april 1994’ di tanggal kelahiranmu, kejadian itu terjadi. Saat itu kau sangat rewel sehingga mama mu sangat kewalahan menjaga kalian berdua karena kelelahan akibat proses kelahiran baru saja terjadi, mama mu sangat berani dan kuat ia melahirkan kalian dengan kelahiran normal. Dan karena anak papa yang bernama lee yo won sangat rewel, papa menggendong mu keluar kebetulan nenek dan kakek mu datang dan tersesat di rumah sakit jadi papa menjemput mereka.”papa kelihatan sedih saat berhenti sejenak bercerita untuk menarik nafas.
“saat itu ‘YY’ datang dan berniat untuk mengambil kakak mu, untung saja waktu itu mama dan kakak mu tidak ada dikamar, tapi saat mama mu akan kembali ke kamar ‘YY’ memergoki dan berhasil menangkap mama & kakak mu dengan todongan pistol di tangan nya. Walau pun begitu mama mu berhasil kabur saat ada sebuah keributan dari seoarang keluarga yang menangis atas meninggalnya anggota keluarga mereka. Mama mu bersembunyi di ruang bayi dan menukarkan kakak mu dengan salah satu bayi di sana. Mama mu berusaha malarikan diri saat ‘YY’ menemukan nya, walau mama mu berusaha dengan keras mempertahan kan bayi itu. Tetap saja ‘YY’ berhasil merebutnya dan pergi entah kemana bersama bayi itu.”.
terlihat dengan jelas sebentuk rasa penyesalan papa atas nasib bayi itu, “yo won mengerti pa!, mama melakukan itu demi keselamatan kakak. Lalu apa yang terjadi selanjut nya?, bagaimana keadaan bayi itu?” aku memeluk papa,
“entahlah yo won, sampai saat ini papa tidak tahu keberadaan dan nasib bayi itu. Papa dan mama telah melaporkan kejadian ini kekntor polisi namun belum juga membuahkan hail apapun. Dan saat mama mu kembali ke ruang bayi untuk mengambil kakak mu,ternyata kakak mu sudah tidak ada. Entah di bawa ke mana, bahkan orang tua dari bayi itu sendiri kehilangan bayi-bayi nya,”
“lalu bagaimana papa bisa melacak keberadaan kak ye jin?” aku sangat bingung dengan penjelasan papa.
“papa berhasil melacak hilang nya bayi itu lewat sebuah jasa detektif, bayi itu hilang karena young hee telah.....” tiba-tiba perkataan papa terpotong dengan sebuah suara telpon dari ruang tengan.
“aku angkat dulu ya pa?” aku berinisiatif mengangkat nya karena sangat bising sekali.
Saat dalam perjalanan suara nya terhenti dan kulihat mama sedang mengangkat tlp nya.
“yo won telah sadar, maaf ini siapa ya? Halo?halo?” mama menutup tlp nya.
“siapa ma?” tanya ku bingung
“entahlah siapa, seorang laki-laki menanyakan mu tapi tidak menyebutkan nama dan langsung menutupnya, aneh sekali.”
Mama kembali kedapur untuk mengulang memasak kue dari awal, karena kue nya gosong.
aku sangat bingung..... laki-laki? Mennyakan ku” siapa dia????
Langganan:
Postingan (Atom)